Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Yudicium Semester Genap 2008/2009

Yudicium Semester Genap 2008/2009

ini tulisan favoritku yang aku posting di FS, kalo aku kangen aku suka baca2 lgi ke FS. Tuk sedikit mempermudah saat kangen aku repost aja di facebook…..dengan sedikit penyesuaian kali ini.

Kebetulan sejarah berulang…sore ini Yudicium Semester Genap Tahun Akademik 2008/2009
perasaan yang sama pasti muncul….atmosfer yang serupa pasti merebak…membuncah rasa cinta terhadap profesi ini…..

Fakultas hari ini hajatan akhir tahun akademik yang akrab kita sebut dengan Yudicium. Sejak kemarin fakultas dan jurusan dah sibuk banget dengan urusan yang satu ini, memastikan peserta2 nya memang berhak untuk di yudicium besok. Aku di jalur 2 kebagian ngecek apakah seluruh kewajiban pembayaran peserta dah terpenuhi seperti her registrasi sampai semester terakhir dan biaya2 lain yang berkaitan seperti uang buku, ijazah dan pelepasan. Dan ternyata emang ada aja tuh mahasiswa yang masih bermasalah. Dengan sedikit repot sih sampe bolak balik ditelepon dengan mahasiswa yang mengalami masalah waktu mo setor her registrasi di bank, alhamdulillah memang akhirnya masalah itu dapat diselesaikan dan seluruh peserta bisa dibacakan yudisium nya. Lega banget rasanya

Bak tuan rumah yang punya hajat aku dah mempersiapkan diri sejak pagi, daftar peserta, ruangan, konsumsi termasuk berpakaian sedikit resmi dll.
Beberapa hal melintas dibenakku sepanjang perjalanan menuju kampus, beberapa sosok mahasiswa/i memenuhi pikiranku. Duh….betapa cepat waktu berlalu, baru kemarin rasanya mereka baru masuk di Jayabaya tapi hari ini mereka akan meninggalkan kampus karena masa studi mereka telah selesai. Berat rasanya mengucapkan selamat jalan, tapi kesuksesan mereka selanjutnya ada diluar kampus dan aku yakin telah menunggu tuk mereka raih. Bagaimana pun mereka harus menyelesaikan satu fase ini dan memulai fase yang baru.

Terbayang beberapa kejadian selama berinteraksi dengan mereka di kampus, ada senang, sedih, lucu, norak,nyebelin dll.

Terbayang saat mengajar mereka di kelas, seneng kalo semua pada datang dan masuk kelas gak pake telat tapi cuma bisa senyum aja kalo ada yang datang 5 menit sebelum kuliah selesai, bahkan gak masuk2 kelas meski sudah diberi senyum manis dan lambaian tangan dari jendela.
(special case for Rocky he he he)

terbayang saat harus ekstra melotot pada saat ujian, (kata sahamdes salah satu mahasiswa ku “seperti burung hantu”), aku paling gak suka deh kalo ada yang nyontek atawa curang……sebel banget. Rasanya seperti dikhianati anak sendiri….kok tega….he he he

terbayang saat menginput nilai…..kalo nilainya jelek aku pasti sedih banget, ini yang bikin proses eksekusi nilainya jauh lebih lama dari menginput nilai. Bukannnya sebel….ada perasaan bertanya-tanya apa nilai jelek tersebut karena mungkin aja aku ngajarnya gak bener sehingga mereka gak ngerti….atau emang mereka aja yang susah ngertinya xixixixi

terbayang saat2 mereka menghadap dan mengeluarkan kalimat andalan “mohon kebijakan ibu”, “mohon bantuan, pengertian”….duh situasi yang sulit deh apa lagi kalo pake acara nangis……

terbayang pula aku harus pasang muka kenceng kalo udah waktunya pendaftaran terakhir, memastikan semua persyaratan pendaftaran semua terpenuhi sebelum jam 6 sore, dengan ancaman…”lewat jam 6 sore, kalian terpaksa dibatalkan dan ikut semester depan. Bahkan pendaftaran terakhir semester ini aku terpaksa pantau dari jalur puncak karena terjebak macet luar biasa parah saat hendak turun ke jakarta.

Tapi rasanya lebih banyak yang menyenangkan kok dari pada yang nyebelin…..
kebayang deh kalo dah diluar kelas kita duduk bareng di kantin (yang sekarang belum pulih dari kebakaran juni lalu hiks hiks) atau sekedar ikut duduk di kursi panjang di lobby gedung B, lalu ngobrol ngalor ngidul dari aminah ampe zuleha, dari yang serius mpe yang kocak, dari yang ringan ampe yang berat….seru deh

Kebayang juga kalo ada acara diluar kampus seperti studek, inagurasi atau cuma sekedar jalan….kita bisa cekakan bareng tuh ngerjain atau ngeledek orang lain….

kebayang gitaran bareng sambil nyanyi mpe lewat tengah malam, entah di gunung atau di pantai, denger curhat nya mahasiswa tentang dia, dan topik seru andalan “tentang pacar” atau topik seru tentang impian dan harapan mereka….biasanya di saat seperti ini kita makin akrab dan terasa bonding yang semakin kuat….

duh…terbayang itu semua ada haru yang melintas…..apakah aku dah memberikan bekal yang cukup buat mereka melangkah keluar nanti, apakah aku dah memberikan yang terbaik selama mereka belajar dengan aku……aku gak pernah tau…..

Namun…..sebaris doa terlantun dalam hati…..semoga apa yang aku beri (yang mungkin tak akan pernah cukup) akan membekas dalam perjalanan hidup mereka setelah ini. Semoga mereka kuat menapaki kehidupan yang keras, kerena kalo mereka tidak keras terhadap dirinya sendiri maka kehidupan yang akan lebih keras menggilas mereka, semoga mereka tetap menyadari hukum proses bahwa tidak mungkin mereka menemui fajar tanpa melewati malam, sehingga mereka harus melewati masa-masa sulit dan gelap sebelum mereka mencapai impian mereka yang terang gemilang……

dan semoga mereka menjadi butir-butir tasbih ku di hadapan Mu ……..
Amin……

KM 28,8
29 Agustus 2009

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge