Thursday, November 14, 2019

what a life..!!!

Ngobrol panjang dengan seorang teman lama menghasilkan kesimpulan yang mengganggu pikiran saya. Teman tersebut seolah mempertanyakan; “kehidupan seperti apa yang kamu punya, donna ??”.
Dan saya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut karena saya gak ngerti, kehidupan saya yang seperti apa yang dia bayangkan. Saya tidak tau seberapa dalam dia mengenal saya.

apakah seekstrim itu sehingga harus mengatakan…. “what a life ?!!”
Apakah saya tidak terlihat bahagia ?? atau saya terlalu identik dengan bekerja dan beraktifitas diluar rumah? atau saya terlihat tidak punya kehidupan yang menyenangkan buat diri saya?

dan akhirnya saya terganggu dengan pertanyaan itu untuk beberapa hari.

Lalu si melankoli ini mulai menganalisa dirinya…..benarkah saya seperti itu.
apa sih yang disebut hidup dan kehidupan seperti apa sih yang membuat seseorang itu “hidup”
namun ternyata sangat sulit ya mendapatkan jawabannya.

ukuran nya apa ?
kebahagiaan kah??

lalu kebahagiaan itu apa ?
kesenangan yang seperti apa ?
uang ?? karir ?? keluarga ?? persahabatan ?? sex ??

rasa-rasanya saya bahagia
rasa-rasanya saya sudah memiliki apa yang bisa membuat saya bahagia

saya punya pekerjaan yang memungkinkan saya berinteraksi dengan orang banyak (hal yang paling saya suka, punya panggung dan ada diantara banyak orang),
saya punya tempat pulang yang hangat dan nyaman untuk selalu ingin pulang karena didalamnya ada 3 jiwa yang selalu saling merindukan dan mencurahkan kasih.
saya punya sahabat-sahabat dan keluarga yang saling perduli
yang membangun jiwa dan pikir saya untuk terus bertumbuh
walau mungkin tidak dapat diukur secara kuantitas apalagi dbandingkan dengan apa yang dimiliki orang lain.

kesenangan hidup buat saya ibarat makanan.
yang tentu saja membuat saya akan mati bila saya tidak makan
namun salahkah bila saya memilih menu yang sederhana untuk makan?
dan hanya sesekali mencari menu2 lain untuk menambah selera ?
hal ini tidak berarti saya tidak menikmati hidup bukan?

yang penting tapi jangan pernah makan di pinggan orang lain
apalagi mengambil apa yang milik orang lain
perhatikan sekeliling mungkin ada orang yang kelaparan saat kita makan.

==========================

=========================
kesenangan dan kebahagiaan menyajikan atmosfer yang berbeda dalam hidup saya
sesekali saya bersenang-senang…menikmati apa yang dunia berikan pada saya….tapi bukan itu yang membuat saya hidup

kebahagiaan terasa lebih kekal dijiwa, tapi entah mengapa itu bukan ada dalam sesuatu yang sekeliling saya berikan….tapi dari apa yang bisa saya berikan
sulit buat saya untuk menjelaskan, bahkan pada diri saya sendiri, kebahagiaan apa yang sebenarnya saya punya.
namun kegelisahan ini tidak akan berhenti bila saya belum mendapatkan jawabannya.
saya terus bertanya…..bahagia kah saya ??
apa ukuran nya ??

dua hari saya bergulat dengan pertanyaan ini.
dan ini mungkin jawabannya
jawaban yang saya dapat dari sebuah buku
tentang sebuah kebermaknaan

========================================================
INI LAH KEBAHAGIAAN SEJATI KEHIDUPAN,…………….…..*george bernard shaw

digunakan untuk maksud yang besar menurut anda sendiri,
menjadi kuasa alam daripada segenggam tanah liat menggigil mementingkan diri sendiri,
penuh penyakit dan gerutu,
mengeluhkan bahwa dunia tidak mau membuat anda senang.

saya berpendapat bahwa kehidupan saya ini kepunyaan seluruh komunitas,
dan selama saya masih hidup,
adalah kehormatan buat saya untuk berbuat sebisa saya baginya.

saya ingin sepenuhnya habis terpakai ketika mati kelak,
sebab semakin keras saya bekerja, semakin saya hidup.
saya bahagia dalam kehidupan karena kehidupan itu sendiri.

kehidupan bukanlah lilin singkat buat saya,
melainkan obor yang sangat terang,
yang sempat saya pegang sejenak
dan saya mau menjadikannya menyala seterang mungkin
sebelum meneruskan kepada generasi-generasi mendatang.

=================================
ujian sejati seseorang bukanlah ketika ia memainkan peran yang ia sendiri inginkan,
melainkan ketika ia memainkan peran yang disediakan takdir baginya.

nirmala, 8 Mei 2010
untuk anak2ku….”semoga tetap bangga menjadi milik bangsa”
untuk anak2ku….dibarani

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge