Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Tuhan…..mohon kekuatan

Tuhan…..mohon kekuatan

Terinspirasi guyonan nya Shopi di comment blog MP beliau tadi pagi tentang “guyon” membawa pikiran ku melayang flash back ke kejadian2 beberapa bulan terakhir yang terjadi dalam kehidupan seorang Donna. Plus membaca beberapa postingan blog aku dengan segala komentar didalamnya menambah panjang pengembaraan pikiran tentang diriku.

Bulan ini genap satu tahun aku mengurusi jalur II di fakultas dan hampir setengah tahun mengarungi perjalanan di 2008. Terbaca jelas dari kejadian2 itu bahwa waktu, tubuh dan pikiran ku sungguh tersita dengan pekerjaan baru. Tercatat 3 kali ambruk sakit, dua kali nangis bombay, setiap hari merasa capek dan berkali-kali pengen “quit”. Itu belum ditambah dengan meminjam kalimat shopi “jadi sering manyun he he he”. Diba ama Rani juga pernah bilang Bunda sering bengong kalo mo tidur.

Duh….meski banyak benefit yang aku dapetin, itu semua aku bayar dengan harga yang cukup mahal. Kerja lebih dari 10 jam setiap harinya, hanya libur bila tanggal merah, kudu sabar berinteraksi dengan teman2 di kantor yang karakternya beragam, meninggalkan anak2 setiap hari dan tiba di rumah saat mereka sudah menyelesaikan semua aktivitas.

Jangan tanya kapan aku punya waktu untuk diri sendiri…..waktu untuk itu sungguh tidak dengan sengaja tersedia, aku comot dari sisa2 waktu yang ada, buka komputer dan ketemu dengan teman2 di dunia maya. Atau mendadak kalo aku perlu knop penukar mood saat di kantor aku keluar kantor sebentar, cari makan di luar dan menikmati kesendirian sambil menyantap makanan. Atau mendadak minta di jemput si ayah dan gak langsung pulang tapi muter2 depok dulu…persis seperti anak2ku waktu bocah yang gak bisa tidur terus keliling kompleks dulu sampai tertidur.

Mengingat itu semua…mendadak aku kangen banget ama rumah. Kangen motongin tanaman di halaman, kangen ngerubah susunan rumah, kangen jalan2, kangen berlama di toko buku, di toko kaset, nungguin anak2 di time zone or play ground, kangen ngerumpi sama mamah, kangen Lampung dan masakan seafood nya, kangen cekikikan ama Netty dan Tutie, kangen dua’an ama si ayah, kangen nyanyi, kangen …yang semuanya jadi kejadian langka untuk dilakukan.

Tapi semua itu rasanya masih butuh waktu cukup lama untuk bisa dilakukan, aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai setidaknya sampai masa jabatan ini selesai di 2010. dan tetap harus punya semangat karena 30 April kemarin formulir studi lanjut ku juga sudah dilayangkan via post ke Bogor dan Insyaallah September ini aktivitas ku bertambah lagi dan my red beauty akan menempuh perjalanan lebih jauh ke arah Bogor.

Tuhan….aku tau ini tidak akan mudah tapi aku tahu ini tidak mustahil. Aku sudah berani bermimpi dan aku harus mau membayar harga impian itu.

Aku tidak akan meminta kemudahan……karena aku senantiasa tumbuh bersama kesulitan2 itu.
Aku minta kekuatan tuk melewati semua rintangan dan permasalahan.
Bersama Tuhan…..aku rasa tidak ada yang tidak mungkin




About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge