Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » The Secret of Quantum Ikhlas…..sinergi harapan, keyakinan dan keihklasan, bagian 3

The Secret of Quantum Ikhlas…..sinergi harapan, keyakinan dan keihklasan, bagian 3

Duh….tadi dah nulis bagian ini 90% deh rasanya tapi tiba2 trouble aja karena ada maintenance dari MP dan tulisan yang siap posting ntah kemana. Mudah2an bisa diulang. Tapi kayaknya susah deh. Besok aja ya…..dah gak mood n dah nagunatuk eh nguantuk kayaknya.

Oh ya…..gini nih. Dari Gramedia aku bawa pulang 2 buku,selain The Secret nya Rhonda Byrne aku juga beli Quantum Ikhlasnya Erbe Sentanu. Emang sih dari beberapa sumber di internet kedua buku ini bicara tentang hal yang sama dan ternyata di Gramedia pun buku ini diletakkan berdampingan. Dan memang karena itu lah aku beli juga Quantum Ikhlas, karena kalo dilihat dari penampakannya buku ini terkesan tidak menarik, isinya pun aku intip banyak memakai istilah IT didalamnya dan seolah diperkuat dengan Elex Media Komputindo sebagai penerbit buku ini jadi terkesan buku Teknologi Komputer. Berbekal sikap : “jangan menilai isi buku dari sampulnya” aku tetap membelinya. Berbeda dengan The Secret yang lebih Eye Catching dan kualitas kertas yang oke, membuat aku memprioritaskan buku ini tuk aku baca terlebih dahulu.

Awal nya sih terasa berat, kurang menarik dan lambat…tapi bagai pelari marathon yang mendekati garis finish makin lama aku makin tune in, tertarik, semangat dan klik. Banyak sekali kutipan2 yang rasanya pengen aku tulis disini. Tapi saking banyaknya aku khawatir bakal mindahin isi buku ke halaman ini. So….aku rekomendasikan aja ya kalo buku uni sangat sangat sangat layak dibaca alias kudu kali yeee.

Buat aku kesimpulannya kedua buku itu memang berhubungan. Bagi yang agak sulit mencerna The Secret terutama tuk mengaplikasikan atau contoh2 konkrit nya maka Quantum Ikhlas banyak memberikan analogi2 sehingga kita “ngeh”. Kalau The Secret terkesan mengabaikan Tuhan (pendapat pribadi nih….) dan hanya mengedepankan kekuatan semesta dengan gaya tarik menariknya itu maka Quantum Ikhlas menjelaskan lebih rinci bahwa Tuhan lah di balik semesta dengan gaya tarik menarik tersebut. The Secret lebih universal sedang Quantum Ikhlas lebih menyentuh sisi spiritual dengan sentuhan Islam karena penulisnya muslim namun tetap bisa dinikmati oleh yang bukan muslim sekalipun.

Yang jelas mulai lah dengan hanya memikirkan yang baik2 saja dalam hidup anda dalam kerangka pikir yang positif dengan untaian kalimat positif. Jangan mengatakan anda tidak ingin celaka misalnya, pikirkan saja bahwa anda baik2 saja. Jangan pikirkan anda tidak ingin miskin, pikirkan saja bahwa anda hidup berkecukupan. Karena menurut hukum tarik menarik “segala sesuatu yang datang ke dalam hidup anda ditarik oleh anda ke dalam hidup anda, dan segala sesuatu itu tertarik ke anda oleh citra-citra yang anda pelihara dalam benak, oleh apa yang anda pikirkan. Apa pun yang berlangsung dalam benak, anda menariknya ke diri anda”.

Hukum tarik menarik tidak mempersoalkan apakah anda memandang sesuatu sebagai baik atau buruk atau apakah anda menginginkannya atau tidak.Ia hanya merespon pikiran anda. Dan anda hanya mengukuhkan keadaan ini pada diri anda dan itulah yang anda dapatkan dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

Masalahnya adalah kebanyakan orang memikirkan apa yang tidak mereka inginkan dan terus bertanya-tanya mengapa hal-hal yang tidak mereka inginkan itu terus bermunculan. Jadi kendalikan pikiran anda.

Caranya menggunakan rahasia cukup sederhana:
1. Meminta
Adalah kesempatan untuk menyampikan kepada semesta untuk menjelaskan apa yang anda inginkan. Dan bila hal itu sudah jelas dibenak anda maka anda sudah memintanya.
Tuhan tahu apa yang kita inginkan, tapi apakah anda tahu pasti apa yang anda inginkan. Maka meminta lah.

2. Percaya
Melibatkan bertindak, berbicara dan berpikir seakan anda sudah menerima apa yang anda minta.Maka hal ini akan menarik orang, peristiwa, situasi kepada anda untuk menerima.

3. Menerima
Merasa baik dan senang pada saat kini, melibatkan perasaan seperti perasaan saat permintaan anda sudah terwujud.

Atau menurut Erbe Sentanu: Integrasikan ketiga hal tersebut: ANDA MEMINTA KEPADA TUHAN DENGAN PERASAAN YAKIN BAHWA ANDA SUDAH MENERIMANYA DALAM HATI

Putuskan saja: bahwa saat ini anda memiih untuk merasa bahagia apapun situasiya.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge