Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » terus…..atau berhenti……?

terus…..atau berhenti……?

Masa tugasku tinggal hitungan hari, dari undangan yang ditujukan kepada Ketua2 Jurusan di FTI, paling lambat tanggal 16 Februari nanti mereka sudah harus menyerahkan nama2 yang akan membantu mereka memgurusi beberapa aspek akademik dan kemahasiswaan PESM di Jurusan masing-masing.

Sehubungan dengan hal tersebut, aku sudah dipanggil oleh dua orang yang memiliki hubungan dalam penentuan hal tersebut. Namun keduanya memiliki sudut pandang yang berbeda, dan itu bikin aku bingung. Yang pertama pihak fakultas menyarankan aku tidak mengambil kesempatan itu lagi alias tidak memperpanjang masa tugas ku dengan pertimbangan bahwa pekerjaan ku di Fakultas sudah cukup banyak dan butuh konsentrasi penuh. Sedangkan pihak Jurusan meminta aku untuk tetap bersedia dipilih kembali dengan pertimbangan beliau sudah nyaman bekerjasama dalam banyak hal di Jurusan bersama-sama beliau. Dan dengan sedikit “tanda kutip” beliau mengatakan bahwa buat aku kompensasinya signifikan (duh…..beliau kok seolah lebih paham betul dapurku ya). Dan celakanya sampai hari ini aku belum menentukan pilihan, terus atau berhenti sampai periode ini.

Setiap pilihan mengundang konsekuensi tersendiri buat aku, pilihan untuk terus membawa konsekuensi bahwa aku akan terus berada pada load pekerjaan yang tinggi seperti selama ini. Bekerja dari Senin sampai Senin, selama hampir 10-11 jam setiap harinya. Aku hampir gak punya waktu untuk hal lain selain pekerjaan di kantor. Dan aku terjebak pada sebuah rutinitas pekerjaan yang bersifat statis, urusan2 administrasi dan tidak memberiku banyak kesempatan tuk berkembang dan berinteraksi dengan manusia. Tapi……ya gitu deh, pilihan satunya yaitu berhenti juga gak kalah membingungkan, hm….kalo dilepas…..kompensasi nya yang signifikan itu juga akan lepas. Walaupun hati kecil mengatakan bahwa Allah pasti memberikan kompensasi yang telah diatur sedemikian sempurna dan adil serta tepat sasaran , alias gak bakal tertukar.

Aku dan beberapa sahabat sebenarnya sudah geram sendiri dengan rutinitas kami, karena kebetulan kami memilki pola hidup yang sama yaitu kerja keras dan gak punya waktu. Padahal kami sudah punya rencana besar (baca:impian) tuk memulai aktivitas kami secara mandiri, tidak berada dibawah bendera institusi manapun tuk konsentrasi di bidang pendidikan, anak-anak dan perempuan. Bertahun2 kami menyimpan impian ini, dan pada setiap kesempatan bertemu pasti kami kian mematangkan konsep tersebut. dan tahun akhir 2007 kemarin rasanya sudah cukup matang tuk segera bergerak. Dan naluri kami mengatakan 2008 adalah saatnya. Sekarang…..

Sering gak bisa tidur rasanya kalo mikirin penundaan yang kronis ini. Sering rasanya nangis dalam hati saat menjelang pulang ke rumah di sudut mata ku sekilas terlihat tumpukan kertas dan kerjaan yang besok harus aku lanjutkan dan belum tentu selesai juga karena pasti besok juga ada tambahan kerjaan lagi. Kepala rasanya mati rasa kalo sudah ada peperangan didalam pikiran ku.

Sampai kapan ya impian ini mengendap, terinspirasi dari sekolah alam Kandang Jurang Doank nya Dik Doank, aku pengen bikin tempat yang entah apa lah namanya itu gak penting, tempat dimana aku, sahabat2ku, anak2, remaja bisa berkumpul, bermain, diskusi, belajar tentang dirinya, hidupnya, alam, ilmu, dunia dan akhiratnya. tempat dimana mereka merasa bisa menjadi diri mereka sendiri, berkembang dengan kekuatan yang mereka miiliki dengan karakter masing2, tanpa harus dibandingkan dengan orang lain dan dijejali dengan sejumlah mata pelajaran yang memberatkan kepala. Tanpa membawa beban cita-cita atau obsesi orangtua mereka, atau stigma yang mereka dapat dari lingkungan mereka. Berinteraksi dari hati, menyentuh sisi terdalam manusia, memberi motivasi tuk melakukan hanya yang terbaik tuk hidup mereka….

Percaya akan impian kita, seperti yang dijelaskan dalam hukum ketertarikan di buku “The Secret” akan menarik beberapa penemuan2 dalam hidup kita yang membawa kita pada impian yang kita yakini itu…..dan aku makin banyak menerima penemuan2 tersebut. Dari tawaran mengelola sebuah taman kanak-kanak dan bimbingan belajar, link tuk mendapatkan dana pendirian sebuah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dari diknas, sampai pesanan membuat analisa kelayakan pendirian sebuah sekolah, Inikah tanda aku harus segera mengambil jalan berputar, ke arah impian ku?

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge