Home » Family and Parenting » terjebak banjir

terjebak banjir

Sejak jam 3 sore Jakarta Timur tepatnya di waktu Indonesia bagian Jayabaya Cimanggis, hujan mulai turun disertai angin kencang. Aku masih di kampus saat itu sepulang dari seminar. Hari Sabtu dan Minggu merupakan hari kerja tuk Program Ekstensi Sabtu Minggu. Sebenarnya sih hari ini gak ada ngajar, tapi berhubung Bu Lubena Ketua Jurusan kami sedang ada di Freeport Timika tuk Promosi dan ketemu dengan beberapa mahasiswa kami yang kerja disana, maka praktis Sekprognya lah yang jaga rumah. Memastikan semua kelas berjalan sesuai dengan jadual dan dosen pengasuhnya serta beberapa pekerjaan seperti wawancara mahasiswa baru angkatan 16. Menjelang sore sekitar jam 16.30 hujan belum juga reda, masih deras sekali. Aku mulai gelisah membayangkan anak2 dengan pengasuhnya di rumah. sehingga setelah memastikan pekerjaanku gak ada masalah tuk ditinggal dan wawancara juga dah selesai aku perkirakan kecil kemungkinan ada yang menembus hujan deras tuk wawancara. Lagian kalau pun ada aku sudah melihat ada orang kimia yang datang yang bila mendesak bisa dimintai tolong tuk wawancara. Dan aku pun memutuskan tuk pulang.

Perasaan gak nyaman sudah aku rasakan sejak masuk ke mobil. Hujan deras menghalangi pandangan tuk keluar dari parkir. Di Jalan Raya Bogor pun jalanan terlihat tergenang oleh air, kekhawatiran timbul mengingat perjalanan menuju Lembah Nirmala tempat kami tinggal harus melalui beberapa ruas jalan yang seringkali tergenang saat hujan turun deras. Sempat aku menelpon ke rumah dari jalan tuk ngecek keadaan rumah, mbak Yah asisten ahli ku itu mengatkan bahwa jalan di dalam kompleks sudah tergenang air. Kekhawatiran ku bertambah. Tapi gak mungkin khan aku kembali lagi ke kampus karena aku dah sampai di jalan Mekar Sari Raya.

Kekhawatiran ku terbukti. Menjelang pertigaan Wisma Hijau ada genangan air yang cukup tinggi. Aku menepi dan membiarkan beberapa mobil mendahului ku tuk melihat seberapa ketinggian air, dan ternyata cukup tinggi bahkan sebuah taxi memilih tuk memutar dibanding menerobos genangan tersebut. Aku pun memutuskan tuk juga memutar karena mobil mungil ku ini tak cukup tinggi. Aku memutar kembali ke arah jalan raya dan belok di Jl Radar Auri mengambil jalan putar menembus Wisma Hijau. satu rintangan terlewati…..

Aku sebut satu rintangan karena memang ada rintangan kedua, menjelang Griya Cimanggis aku terhalang genangan air lagi, bahkan kali ini jalan sudah benar2 di tutup oleh penduduk tuk mencegah mobil terjebak didalamnya. Aku kembali berputar dan disarankan oleh anak2 muda yang menjaga jalan tadi tuk berputar melewati makam kampung, hari makin senja dan gelap saat aku melewati pemakaman dan aku mulai kehilangan arah karena aku baru kali ini melewati areal tersebut. Tuk mengatasi perasaan yang mulai tak menentu Aku terpaksa berhenti dan mencari informasi dari seseorang yang aku temui di jalan menuju keluar. Alhamdulillah aku menemukan jalan tersebut. Tapi rintangan belum berhenti, aku menemui rintangan genangan yang ketiga, kali ini sudah mulai dekat dengan rumah sehingga aku mulai gak sabar dengan keadaan dan nekad menerobos banjir. Tapi apa hasil ditengah2 genangan ternyata ketinggian air mulai naik dan mobil sudah mulai tersendat, orang2 mulai berteriak2 menyuruh aku berputar. Aku pun mengikuti saran mereka di tengah rasa panik yang mulai memuncak dan kap mobil sudah mulai mengembun karena air mulai menyentuh mesin yang panas. Terbayang kalau sampai mobil mogok di tengah genangan dan aku sendirian pula hiiiiii serem aja deh. Akhirnya aku cooling down, parkir mobil menunggu genangan surut. Kerasa deh perut perih karena lapar dan jantung berdetak lebih cepat. Untung masih ada bekal yang mbak Yah siapkan tadi pagi, lumayan ganjal perut.

Alhamdulillah, gak lama kemudian hujan reda dan setengah jam kemudian genangan mulai surut dan aku mulai bergerak menuju rumah. Duh senang nya melihat rumah, disambut dua bidadari cantik ku Diba dan Rani yang masih menggunakan mukena sholatnya membukakan pintu pagar tuk bunda nya tercinta…….dan memberondong aku dengan pertanyaan dan cerita heboh nya tentang banjir dan hujan yang baru saja kami alami……heboh deh….!!!! he he he

hm……buah kesabaran selalu saja terasa manis…..

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Emakku Superhero

Ya, memang julukan yang mungkin terasa cukup aneh. Apalagi bunda sebenarnya memang gak punya mata ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge