Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Terimakasih kado ulang tahun-nya, Tuhan

Terimakasih kado ulang tahun-nya, Tuhan

Kalau saya ditanya malam ini, apa yang akan saya minta pada Tuhan sebagai pengharapan terbesar di hari ulang tahun saya, maka saya akan meminta dua hal yaitu kesehatan dan waktu untuk berbenah.

Saya memang sedikit melo akhir-akhir ini. Telah terasa jelang pergantian tahun kemarin dan semakin terasa jelang bertambahnya umur beberapa hari ini. Berhari-hari melakukan kontemplasi, muhasabah dan menghisab diri, apa-apa saja yang telah saya lakukan 365 hari ini. Berapa banyak kebajikan yang saya lakukan, berapa banyak manfaat yang sudah saya tebar dan seberapa jauh kaki saya melangkah di jalanNya. Saya mencoba bertanya pada diri, apakah saya sudah lebih baik dari hari kemarin.

Di usia saya yang sekarang. Apakah ibadah saya kuantitasnya sepadan dengan jumlah usia saya? Dengan kualitas yang terus meningkat dari tahun ke tahun? Seberapa banyak saya mampu menebar manfaat buat umat? Atau masih berkutat dengan nafsu untuk mengambil manfaat sebanyak-banyaknya?

Empat puluh dua tahun. Sudah waktunya berbenah. Ingin punya nikmat iman dan nikmat sehat. Saya tahu rezeki saya di dunia terbatas, tapi kasih sayang Allah maha luas. Ikhlas menerima bagian yang Allah tetapkan buat saya di dunia dengan tetap yakin, penuh pengharapan dan ikhtiar untuk pantas menjadi bagian umat pilihanNya kelak menjadi prioritas saya kini.

Merunut perjalanan panjang kehidupan empat puluh dua tahun. Banyak sekali hutang-hutang masa lalu yang harus saya tebus. Pada langkah yang pernah salah arah, pada kegagalan yang saya biarkan terjerembab, pada nafsu yang saya biarkan menguasai diri tuk mengejar attibut dan kesenangan dunia semata.

Bagi saya, Allah itu maha baik sekali, cuma saya saja yang kadang telat bersyukur. Lupa bersyukur kalau setiap pagi saya bangun di antara tiga jiwa yang sangat menyayangi saya, menggeliat dari dalan selimut yang hangat di kamar yang sederhana tapi nyaman sambil mendengar ceracau burung gereja.

Suka telat mensyukuri hidangan di depan mata hanya karena tak berselera, lupa kalau di luar sana ada yang terpaksa menahan laparnya seharian. Suka lupa kalau tubuh perlu juga diberikan haknya untuk sehat dan baru menyadari saat vertigo dan nyeri tulang belakang terlanjur mengakrabkan diri.

Lalu teringat kegelisahan karena ada dua kesempatan berharga yang lepas dari genggaman, lupa kalau Allah berkehendak. tak ada yang sulit bagiNya untuk mengabulkan segala kehendak. Lupa kalau kita harusnya mampu menemukan hikmah bahwa ketentuan Allah adalah yang terbaik. Maka, kalau pun harus bersedih, maka sedihlah atas waktu yang semakin terbatas untuk berbenah diri.

Jadi, sebagai penutup tulisan ini, jika ada yang bertanya. kado apa yang paling ingin saya terima di hari ulangtahun saya, maka dengan mantap saya akan menjawab, tolong doakan yang terbaik buat saya, agar waktu yang masih tersisa buat saya ini benar-benar dapat saya gunakan sebaik-baiknya untuk berbenah dan memberi manfaat.

Terimakasih, Tuhan… untuk segalanya.

Cibubur, 18 Januari 2015

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

[relationship] Jangan Lupa Check Hidung Anda

Saya punya tingkat sensitifitas yang cukup baik terhadap bau, mungkin ini bawaan genetik dari ibu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge