Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » sedikit tentang fesbuk….

sedikit tentang fesbuk….

sebenarnya agak2 ragu mo nulis tentang ini, gak ada maksud apa-apa kok cuma sekedar share. Bermula dari chatbox kemaren siang dari seorang teman lama yang ada dalam friendlist gue. Seperti biasa kalo notebook on pasti beberapa link seperti ym, fb, twitter, mp juga dalam kondisi online meski bisa saja gue sedang tidak beraktifitas didepan layar.

gara-gara siang kemaren ada “sapaan” yang anggap saja lah nyasar ke dalam chatbox aku, dengan tulisan yang kira-kira kalo kita baca akan menimbulkan tanya di kepala ” nih orang siang2 mabok apa mengigau ya.?”
aku spontan megambil handphone dan menelpon temen gue, mo nanya pendapat dia…ini “sapa’an” mo dijabanin apa gak ya?
jawabannya sih…”biarin aja lah na….kalo emang itu sapaan benar buat loe, gak usah ditanggepin…dan kalo ternyata salah, juga diemin aja jadi tidak akan membuat dia malu” …
ho ho ho…bijak sekali kau siang ini net….!! pasti lagi gak sakit jiwa khan ha ha ha.

terus akhirnya gue ngobrol lah panjang lebar tentang fesbuk, yang Sebenarnya sih cuma mo bilang satu kesimpulan aja….’pandai-pandailah menggunakan fesbuk” xixixixi

fesbuk pernah membuat aku euforia, menemukan teman2 lama, nostalgia jaman baheula, mentertawakan kekonyolan jaman “muda” dan berujung pada reuni sana-sini……wuihhhh seruuuuu.

fesbuk juga membuat aku punya banyak teman-teman baru…teman nya teman yang tadinya aku gak kenal…
biasanya aku suka add temen nya teman yang punya kesamaan hal yang menarik misalnya…sama2 suka photo, mhoto, diphoto he he he
atau sama2 suka jalan-jalan, sama-sama suka baca, sama-sama suka kick andy…sama-sama suka lagu yang sama, sama-sama suka kata2 bersayap he he he
atau sekedar sama-sama narsis hiiiiiiiiiiiiiiiiii…..

oh ya..aku juga punya kebiasaan meng-add pasangan teman2 ku terutama bila mereka sudah menikah dan terutama pula bila teman aku itu berjenis kelamin laki-laki.
Apalagi teman itu masuk kelompok pria-pria dari planet yang bernama “masa lalu”……hukumnya wajib meng-add pasangannya.

Maklum lah aku sadar diri kalo aku termasuk makhluk yang kadar sanguin nya tinggi..suka sok kenal sok dekat sok akrab….suka sekali dengan kalimat say, dear, yang, miz u, luv u….yang bisa saja itu menimbulkan persepsi yang gak nyaman buat orang lain.
Dengan menjadi teman pasangan teman kita itu, dan tentu saja berinteraksi pula maka harapannya mudah2an salah paham atau “godaan” untuk bikin salah paham gara-gara urusan masa lalu bisa kecil sekali terjadi.

fesbuk juga membantu aku selalu merasa dekat dan tau aktifitas atau kejadian teman, sahabat dan keluarga ditengah keterbatasan jarak dan waktu.
Buat aku fesbuk media yang efektif untuk menyampaikan “pesan”. Beberapa kali aku terbantu oleh fesbuk, terutama kabar duka, musibah atau sesuatu yang urgent…..

aku concern dengan hal ini, Karena aku pikir kalo sekedar senang-senang….tanpa aku juga ‘the show must go on’, cari temen untuk seneng2 khan gak susah didunia ini.
Tapi kalo sebaliknya…., duh ada rasa yang kayaknya, kok gue gak punya empati banget ya ama temen yang lagi susah.
Minimal kirim doa lah, kasih semangat atau lanjut ke inbox, chatbox or telepon, mungkin kita bisa jadi pendengar yang baik saat itu.
Terutama buat temen cewek, biasanya kalo mereka punya masalah..mereka udah tau kok gimana nyelesain nya, tapi yang mereka lebih butuhkan adalah ada orang yang mau dengerin mereka….
gak berat khan jadi pendengar yang baik.

oh ya…bicara tentang “pesan”…..kita akan menemukan jutaan status yang mengirim sinyal pada kita apa, mengapa, siapa, sedang apa, kemana, dimana….teman-teman kita itu.
ada yang mengirim ‘sinyal’ duka, sakit, senang, bahagia, makmur, sibuk, penting, hebat, sukses, sombong, dan ribuan pesan lain lewat status mereka.
termasuk sinyal yang kita kirim buat mereka….bisa apapun isinya dan kepada siapa pun itu kita tujukan.

ini yang suka jadi masalah…
kadang kita sebel dengan status2 itu. Kesannya pengumuman banget, kesannya vulgar banget, kesannya tuh orang paling malang didunia….
eits…Tapi jangan lupa..jangan2 ada juga kali yang sebel sama status2 kita….atau kita pun bila ada pada posisi mereka akan melakukan hal yang sama he he he

nah balik2 nya ke kesimpulan tadi khan…pandai2lah dalam berfesbuk.
yang penting, hati-hati dengan status kita bila itu sudah menyangkut nama baik seseorang, nama baik keluarga, nama baik institusi yang anda masih mendapatkan nafkah darinya..jangan pernah merugikan orang lain.

fesbuk adalah jaringan sosial yang gratis..siapapun berhak menggunakan.
kita sih berharapnya fesbuk digunakan dengan etika berkomunikasi yang baik. namun kita toh tidak bisa juga jadi polisi fesbuk khan yang bisa mengeluarkan “statement tilang” untuk yang belum menggunakannya dengan baik.

dan bila itu terjadi ya biar saja lah…beberapa orang mungkin memerlukan media untuk berekspresi…dengan cara2 yang khas sesuai dengan personality yang mereka punya….
seperti saya yang extrovert ….suka curhat di fesbuk lewat note-note saya…xixixixi

kalaupun sudah terasa mengganngu, toh anda dan saya, kita semua punya mekanisme untuk menyaring melalui settingan di account kita.
ada blocking, remove, hiden dan lain-lain…apabila memang benar2 anda sudah tidak nyaman dengan status2 yang mengganggu atau atas kebohongan2 dunia virtual yang sering terjadi.

anda lah yang mengatur hidup anda…

hmmmm…..ngomong-ngomong.

..saya juga pernah bosan dan jenuh dan tidak bisa me-manage waktu saya dengan fesbuk…bahkan pernah saya merasa bener2 terganggu oleh salah satu friendlist saya…maka pernah saya deaktivasi akun saya ini.
Konon sih dulu….aku pikir biar bisa fokus dan terbebas dari emosi jiwa terhadap seseorang.

tapi apa yang terjadi …..
whhhoooaaaaaaa…….., tiap hari aku kangen temen2 aku di fesbuk.
Pengen tau gimana kabar mereka,
kangen ama yang mereka yang suka bikin aku ketawa,
kangen sama yang suka bikin aku bingung, terperangah, malu
dan kangen ama mereka yang status2 nya gak jauh dari urusan wisdom yang bikin aku tumbuh…

kangen ama semua warna-warni personal mereka melalui status2 mereka….

ternyata teman2 dan keluarga adalah harta yang terbesar yang aku punya.
apapun, siapapun dan bagaimana pun mereka
aku gak bisa hidup tanpa mereka…

penyelesaiannya ada didalam diri kita, bagaimana kita mengendalikan diri kita….
bagaimana kita memanage waktu yang kita punya dan tetap fokus pada apa yang menjadi prioritas kita….

kesimpulannya balik lagi dong…
fesbuk oh fesbuk….engkau sudah mendarah daging xixixixixi
tinggal pandai-pandailah dalam berfesbuk…
karena ternyata aku justru banyak belajar dari teman-teman melalui fesbuk
he he he

note : ini sekedar curhat..no hurt feeling ya bagi yang membaca
kalo gak suka…hiks….di hidden aja
jangan di remove
wkwkwkwk

cimanggis, ruang a-22
sambil ngawas ujian yang cuma 6 anak
9 mei 2010
untuk semua keluarga dan teman
I’m nothing without you
mmmuuuaaaaccchhhh

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge