Home » Review and Event » Pentingnya Perlengkapan Kebersihan Rumah Bagi Perempuan Doyan Jalan

Pentingnya Perlengkapan Kebersihan Rumah Bagi Perempuan Doyan Jalan

Saya merasa menjadi wanita yang beruntung bisa menjalani kegiatan yang menjadi pilihan hidup saya sekarang. Lepas dari pekerjaan struktural di kampus lebih dari setahun yang lalu, saya fokus mengerjakan hal-hal berkaitan dengan hobi saya menulis catatan perjalanan, blogging dan volunteering. Ketiga kegiatan ini membuat saya sering harus ke luar kota dan meninggalkan rumah berhari-hari. Hal ini kemudian membuat saya sering mendapatkan pertanyaan, “lalu rumah nggak ada yang ngurusin dong?!” begitu tanya mereka.

Ya, begitulah perempuan. Kodratnya seolah tak pernah lepas dari urusan domestik, tak jauh dari urusan dapur, sumur dan kasur kata orang-orang jaman dahulu. Jadi kalau ibu rumah tangga harus ke luar kota maka hal yang pertama yang dipikirkan adalah bagaimana caranya urusan domestik tetap berjalan sebagaimana mestinya. Apalagi bila tidak memiliki asisten rumah tangga, maka daftar pertanyaan pun akan semakin panjang. Siapa yang belanja, siapa yang masak, siapa yang bersihin rumah, siapa yang jaga anak-anak dan lain-lain.

Lap Microfiber untuk furniture
Lap Microfiber untuk furniture

Beruntung saya menikah dengan pria yang memiliki pekerjaan dengan jam kerja yang fleksibel dan bisa diatur sendiri. Di fase ini, anak-anak juga sudah berusia remaja dan cukup mandiri untuk menjaga diri, serta mengurus keperluannya sendiri. Sebagian besar waktu mereka sudah dihabiskan di sekolah, sejak pagi hari hingga sore menjelang senja. Soal makan, ayahnya cukup handal untuk menyiapkan makanan. Entah itu karena membeli makanan siap santap atau sekedar menggoreng nasi atau menggoreng stok frozen food yang biasa saya siapkan di lemari es. Anak-anak pun terbiasa membuat makanan untuk dirinya sendiri. Soal makan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Nah, tapi jangan tanya soal beres-beres rumah. Kalau saya ada keperluan sekitar empat atau lima hari ke luar kota, maka berarti selama itu pula rumah tak ada yang menyapu dan membersihkannya. Piring dan gelas kotor yang mereka gunakan sehari-hari memang mereka akan cuci setiap hari, tapi jangan tanya bagaimana kondisi washtafel-nya, karena itu pasti tidak termasuk bagian yang mereka bersihkan. Begitu juga kamar mandi, Bekas odol tumpah, cipratan sabun atau shampoo di dinding, dan lantai kamar mandi yang licin menjadi menu sambutan setiap saya kembali.

IMG20161025143645

Kondisi tubuh yang biasanya cukup lelah sepulang dari luar kota tak ingin saya tambah dengan marah-marah karena kondisi rumah yang berantakan. Saya membiasakan bicara pada diri saya, bahwa bagaimanapun saya adalah perempuan yang beruntung. Mendapat restu melakukan kegiatan yang saya suka dan ijin ke luar kota lalu pulang mendapati mereka yang ditinggalkan dalam keadaan sehat dan baik-baik saja itu saja sudah suatu berkat tersendiri buat saya. Toh dengan sentuhan tangan saya, tak lebih dari satu jam, rumah mungil saya pasti akan segera rapih, yang penting alat-alatnya lengkap.

Ya, saya memang termasuk yang pemilih soal alat kebersihan rumah. Rasanya nggak bersih dan nggak tuntas kalau alat yang digunakan tidak bagus. Saya selalu memilih sapu dengan kualitas yang baik dan bulu sikat yang rapat. Soal bahan bulu sapunya biasanya saya lebih memilih yang terbuat dari Nylon karena lebih tahan lama, mudah dibersihkan dan bisa di-refiil. Jadi kalau sudah saatnya ganti sapu yang baru, tak perlu beli satu set. Ngomong-ngomong menyapu itu pekerjaan rumah favorit saya lho. Nah sensasi punya sapu baru menggantikan sapu yang sudah mulai ompong itu sama bahagianya seperti punya baju baru. Alhasil, menyapu menjadi kegiatan yang menyenangkan karenanya.

Mirip dengan pemilihan sapu, begitu juga pertimbangan saya memilih sikat, terutama untuk sikat kamar mandi. Syarat utama bahwa sikat harus kuat, ringan dan bisa menjangkau sudut-sudut ruang dan toilet adalah mutlak. Apalagi dengan nilai tambah berupa gagang yang nyaman dan ergonomis serta tidak licin. Jadi kegiatan menyikat tak terlalu menyita tenaga dan waktu. Ekonomis dan efisien deh jadinya.

Begitu juga dengan alat menyeka lantai dan kain pel, saya memilih bahan yang terbuat dari microfiber. Bahan seperti ini istimewa karena mudah menyerap air, menangkap kotoran di lantai, mudah diperas, ringan dan mudah dibersihkan. Begitu juga untuk membersihkan barang-barang di rumah seperti furniture, saya lebih suka menggunakan lap microfiber yang mengikat debu dan mudah dibersihkan. Saya tak suka menggunakan kemoceng, karena menyeka debu dengan kemoceng hanya akan memindahkan sebagian debu ke udara dan pada akhirnya menempel kembali.

IMG20161025145229

Untuk mencuci perabot rumah tangga saya juga menggunakan sabut khusus sesuai dengan jenis perabot yang akan di cuci. Untuk panci atau yang berbahan aluminium tentu menggunakan sabut yang berbeda dengan alat masak yang berbahan anti gores seperti teflon. Untuk gelas minum yang berukuran panjang atau botol minum juga menggunakan sabut berbentuk khusus yang bisa menjangkau bagian dalam gelas atau botol.

Contohnya pada pemilihan jenis sabut untuk membersihkan perabot rumah tangga, saya menggunakan tiga jenis sabut dari Scotch Brite. Untuk peralatan masak yang tidak mudah tergores seperti panci, saya menggunakan sabut spons yang berwarna hijau. Tetapi untuk panci yang berlapis teflon saya menggunakan sabut spons yang berwarna orange yang lebih lembut. Sayang khan kalau lapisan teflon-nya sampai tergores, bukan hanya tidak sedap dipandang tapi juga fungsinya akan terganggu.

Oh ya, untuk botol minum plastik atau wadah plastik tupperware kesayangan, saya juga gak rela lho kalau sampai tergores, pasti jadi jelek deh nanti permukaannya kalau sering tergores. Nah ini bisa juga pakai yang sabut spons yang warna pink. Hampir sama dengan sabut spons orange yang sama anti goresnya, namun yang pink ini bentuknya memanjang, jadi mudah menjangkau bagian dalam botol minum atau wadah yang berukuran tinggi.

IMG20161025144648

Nah, dengan alat membersihkan rumah yang lengkap dan bagus, urusan bersih-bersih rumah bukan hal yang bikin cape apalagi stress. Saya terbiasa tuh setiap pulang traveling atau dari luar kota, langsung deh ambil sapu, lalu ngepel, dan nyikat bak cuci piring. Habis itu lalu mandi sambi nyikat kamar mandi dan bersenandung hehehe. Baru deh enak istirahatnya karena rumah sudah bersih, wangi, lantainya licin mengkilat, istirahat pun jadi tenang. Siapa bilang pejalan perempuan yang sering ke luar kota, rumahnya kotor dan berantakan? Main deh ke rumah saya.

Yuk bersih-bersih rumah!

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Kulit Kering dan Tumit Pecah-pecah? Ternyata Gampang Mengatasinya!

Kulit kering dan tumit pecah-pecah itu bagi saya bukan hanya sekedar mengganggu penampilan namun juga mengganggu ...

2 comments

  1. Avatar

    Akupun pakai itu semua scotch bright. Err 90% yang difoto ding, hihihi..

  2. Avatar

    Sebagai cowok, saya juga harus bisa bersih-bersih.. sekedar nyapu aja kayaknya harus bisa ya mba.. ehe..

    Scotch brith sih biasanya pake yg ijo itu, ya sebagai anak kost harus rajin2 cuci piring. Ahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge