Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Pengalaman Menembus Jalur Lintas Tengah, Sumatera Bagian Selatan #1
mudik Lampung Lintas Tengah Sumbagsel
Tikungan,mendaki, menurun ditemani jurang. Hati-hati ya

Pengalaman Menembus Jalur Lintas Tengah, Sumatera Bagian Selatan #1

Macet di jalan tol, antri di dermaga pelabuhan Merak, berdesak-desakan di atas kapal saat menyeberang Selat Sunda dan berjam-jam menanti giliran merapat di Bakauheni bagi saya dan keluarga bukanlah hal yang aneh saat mudik ke Lampung setiap tahun. Namun menempuh perjalanan nonstop sampai ke Baturaja hingga belasan jam dan merasakan kemalaman menembus hutan di Sumatera Bagian Selatan, merupakan pengalaman baru buat saya dan keluarga.

Mudik kali ini memang istimewa, saya lebih senang menyebutnya sebagai sebagai Lebaran Trip. Sejak orangtua saya memutuskan untuk tinggal di Jakarta tahun lalu, kami tak lagi mudik ke Lampung atau ke Palembang. Jadi bila kami ke kota-kota tersebut, kini tujuannya sudah tak lagi untuk mudik seperti biasa melainkan untuk menikmati libur lebaran bersama keluarga sambil berziarah ke makam leluhur kami.

Begitu juga lebaran tahun ini, kami menuju ke sebuah dusun di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Desa Mengkenang namanya. Jaraknya cukup jauh, sekitar 600 km dari Jakarta. Dalam kondisi normal butuh waktu sekitar delapan belas jam. Karena merasa tak nyaman dan aman melakukan perjalanan malam hari, kami membagi perjalanan menjadi dua tahapan. Tahap pertama kami menempuh perjalanan dari Jakarta dan menginap semalam di Baturaja, baru kemudian keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan sekitar empat jam ke Dusun Mengkenang.

ferry mudik lampung pelabuhan
Suasana dalam lambung kapal KMP Rasamala jelang matahari terbit

Sebenarnya kami sudah mengantisipasi agar tidak kemalaman di jalan menuju Baturaja dengan berangkat sangat awal dari Jakarta. Namun ternyata kondisi di lapangan berbeda dari prediksi. Meski sudah berangkat sejak pukul tiga dini hari dari Cibubur, KMP Rasamala yang membawa kami menyeberang Selat Sunda tertahan cukup lama di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Sehingga kami akhirnya harus menempuh perjalanan malam selepas buka puasa di Bukit Kemuning sampai ke Baturaja.

Sungguh tak nyaman menembus hutan Sumatera Bagian Selatan di malam hari, terlebih kami lebih terbiasa menyetir di kota seperti Jakarta, bukan di Trans Sumatera yang medannya turun naik dan berliku-liku. Kendaraan yang lalu lalang juga tak seramai siang hari, kekhawatiran mulai masuk perlahan dalam benak. Saya yang memilih menjadi navigator dan membiarkan suami mengambil alih kemudi merasa was-was sepanjang jalan. Makanan yang disiapkan untuk menjadi cemilan dalam perjalanan saat itu menjadi tak menarik untuk sementara.

mudik Lampung Lintas Tengah Sumbagsel
Harus fokus, ekstra hati-hati dan jangan kemalaman di sini

Dengan kecepatan yang cukup tinggi agar tak lebih larut kemalaman di perjalanan, diperlukan ketrampilan yang memadai untuk menguasai kemudi diantara tikungan tajam, jurang di sisi jalan dan laju kendaraan yang tak kalah cepat dari arah berlawanan. Belum lagi kewaspadaan yang tetap harus dipertahankan terhadap lubang-lubang atau jalan raya bergelombang saat tubuh sudah mulai lelah. Dari cerita seorang teman yang melewati jalur yang sama, pada siang di hari yang sama, ada sebuah mobil yang terperosok masuk jurang.

Sejak kecil hingga dewasa seperti ini, ada saja cerita tentang kejahatan yang sering terjadi di lintas Sumatera Bagian Selatan. Ada beberapa titik rawan kejahatan yang sebaiknya tidak dilintasi pada malam hari. Dari cerita seorang kerabat saat kami tiba di Baturaja, bila modus kejahatan dahulu adalah semacam Bajing Loncat atau Begal yang menghadang kendaraan di malam hari, sekarang mereka berani melakukannya di siang hari.

mudik Lampung Lintas Tengah Sumbagsel
Hujan deras sepanjang perjalanan di ruas Pelabuhan Bakauheni menuju Bandar Lampung

Modus kejahatannya cukup meresahkan. Pelaku kejahatan akan dengan sengaja menabrak kendaraan kita dari arah belakang sedemikan rupa sehingga kita akan kaget lalu menghentikan kendaraan. Saat kita menghentikan kendaraan untuk memeriksa apa yang terjadi, kawanan penjahat tersebut akan beraksi. Bisa jadi mereka akan memeras kita dengan alasan tabrakan tersebut merusak kendaraan mereka. Bahkan lebih dari itu, mereka bisa beraksi lebih keras lagi dengan mengajak kawanannya keluar dari semak-semak pinggir hutan lalu merampok barang-barang kita. Mengerikan ya?

Namun Alhamdulillah, akhirnya rute Jakarta – Baturaja melewati lintas tengah bisa dilewati dengan selamat tanpa kurang suatu apapun. Setelah menempuh perjalanan dengan total waktu tempuh hampir sembilan belas jam, kami akhirnya bisa menurunkan koper kami di Baturaja sekitar pukul sepuluh malam. Rencananya kami akan beristirahat satu malam di sini, dan nantinya melanjutkan perjalanan esok hari. Sampai jumpa di cerita perjalanan berikutnya ya.

mudik Lampung Lintas Tengah Sumbagsel
Tikungan,mendaki, menurun ditemani jurang. Hati-hati ya

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

[relationship] Jangan Lupa Check Hidung Anda

Saya punya tingkat sensitifitas yang cukup baik terhadap bau, mungkin ini bawaan genetik dari ibu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge