Saturday, November 16, 2019
Home » Review and Event » Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Perempuan Indonesia
Tim FGD Penyusunan Pedoman Penggunaan TIK dalam Pemberdayaan Perempuan

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Perempuan Indonesia

Data dan fakta terkadang membuat kita tercengang. Setidaknya itulah yang saya alami selama dua hari mengikuti kegiatan Penyusunan Pedoman Penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bagi Perempuan Indonesia yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan IWITA pada tanggal 7 dan 8 Desember 2015 di Bogor kemarin.

Rasa-rasanya hampir semua perempuan Indonesia usia produktif di kota-kota besar di Indonesia telah mengenal teknologi informasi dan komunikasi. Setidaknya mereka mengenal telepon seluler, memilikinya bahkan menggunakannya secara aktif. Banyak pula di antara mereka yang bahkan telah akrab dan menggunakan internet dalam kehidupan sehari, entah itu sekedar untuk mengisi waktu luang, berkomunikasi, mengakses informasi atau berita, aktivitas di media sosial hingga menggunakan internet sebagai penunjang kegiatan keluarga, bisnis atau pekerjaan mereka.

Namun data mengatakan hal yang berbeda. Sebuah riset yang mengukur Network Readiness Index atau kesiapan negara-negara dunia dalam menghadapi dunia digital dan internet menyajikan data bahwa dari 144 negara yang masuk dalam riset, Indonesia berada di urutan yang ke 36. Namun bila dilihat dari impact yang dihasilkan dari penggunaan internet, Indonesia berada jauh di bawah yaitu berada di urutan 86. Hal ini menyajikan fakta bahwa besarnya pengguna internet di Indonesia tidak serta merta memberikan manfaat yang besar bagi pengguna atau lingkungannya.

Terkait dengan perempuan, penggunaan TIK ternyata tak bisa lepas dari isu gender meski kesetaraan gender telah digadang-gadang sebagai bagian dari tujuan pembangunan. Padahal TIK memberi sangat banyak manfaat dan menjadi alat bantu penguatan peran perempuan baik dalam keluarga, ekonomi maupun sosial. Untuk itulah lalu KPPPA bekerja sama dengan IWITA (Indonesian Women IT Awareness) menginisiasi Penyusunan Pedoman Penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Bagi Perempuan Indonesia.

Beberapa hal ditengarai menjadi kendala dalam mengoptimalkan pemanfaatan TIK, seperti kualitas jaringan dan wilayah jangkauan atau coverage. Sedangkan bagi perempuan, masalah lain juga muncul seperti biaya pemilikan hand set dan pulsa, rendahnya rasa percaya diri perempuan terhadap permasalahan-permasalahan teknologi, ketergantungan perempuan pada keluarga dan rendahnya kompetensi dasar yang dimiliki perempuan. Untuk itu maka perempuan perlu memiliki kompetensi dasar untuk bisa mengoptimalkan penggunaan TIK.

Ada beberapa kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh perempuan seperti pengetahuan tentang berbagai jenis perangkat TIK, prinsip atau cara kerja internet, menggunakan mesin pencari dan surat elektronik, mengenal berbagai jenis media sosial dan mengetahui etika dan regulasi terkait dengan pemanfaatan TIK. Bukan hanya mampu menggunakan dari segi cara penggunaan namun juga mampu menggunakannya dengan bijaksana dan aman.

Tak jarang saya menemukan kasus-kasus terkait dengan penggunaan internet yang disebabkan oleh ketidaktahuan dan penggunaan yang tidak bijaksana seperti pornografi, penculikan anak, perdagangan manusia, dan berbagai jenis penipuan. Dalam keluarga, masalah ini akan menjadi semakin krusial ketika perempuan harus berperan sebagai ibu yang mendampingi perkembangan anak-anaknya. Akan sulit bagi seorang ibu yang mendampingi dan mengajarkan bagaimana anak-anaknya dapat menggunakan TIK dengan baik jika ia sendiri tak memiliki kemampuan tersebut.

Selain kompetensi dasar, ada juga kompetensi-kompetensi TIK yang lain yang perlu dimiliki oleh perempuan. Hal ini dapat disesuaikan dengan perannya masing-masing, karena setiap peran memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Ada kompetensi dalam rumah tangga, kompetensi dalam kegiatan ekonomi, kompetensi dalam kegiatan sosial dan kompetensi lainnya. Pedoman penggunaan TIK dalam pemberdayaan perempuan sangat membantu meningkatkan kompetensi yang harus dimiliki perempuan Indonesia, termasuk dalam penyiapan sarana dan prasarana melalui berbagai metode pelatihan.

Semoga dengan adanya Pedoman Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, perempuan Indonesia akan makin pandai menggunakan perangkat teknologi komunikasi seperti telepon seluler dan makin berdaya dalam menjalankan perannya sehingga akan memberikan impact yang signifikan.
Yuk kita dukung sama-sama.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Kulit Kering dan Tumit Pecah-pecah? Ternyata Gampang Mengatasinya!

Kulit kering dan tumit pecah-pecah itu bagi saya bukan hanya sekedar mengganggu penampilan namun juga mengganggu ...

6 comments

  1. Avatar

    sudah saatnya para blogger perempuan bisa memberikan edukasi dengan baik ke sesama perempuan khususnya dalam penggunaan socmed.
    inayah recently posted…How to make Google plus for SEO bloggingMy Profile

  2. Avatar

    iyaa.. setelah ikutan ini, merasa terpanggil agar lebih banyak berbagi ttg dunia TIK untuk yg lain

  3. Avatar

    Baca posting seperti membaca diktat kuliahan, Mbak Don. Ngilmiah, sarat informasi, dan mencerdaskan. Good job!

  4. Avatar

    Iya bener banget, tingginya pemakaian internet di Indonesia tidak berarti manfaat yang kelihatan juga tinggi karena banyak juga yang hanya memakai internet untuk sosial media saja..

    btw, salam kenal ya mba Donna…
    zata recently posted…3 Resep Praktis dari Mother’s Day Cooking ClassMy Profile

  5. Avatar

    Wah, luar biasa sekali Mbak Donna programmnya. Dengan adanya pedoman yang lebih terarah semoga teknologi bisa semakin meningkatkan taraf hidup perempuan ya Mbak. Saya lihat kalo dari segi blogger, perempuan memiliki nilai lebih untuk berperan sebagai pemberi pengaruh pada pembacanya.
    dani recently posted…Selamat Hari Ibu: Gimana Awalnya Belajar Pasar ModalMy Profile

  6. Avatar

    Bahasan yang lugas, tegas & terpercaya. Ikut FGD ini mba bikin kita terpanggil untuk mulai berpartisipasi dlm lingkup kecil, misalnya ikut memberikan edukasi dan sharing ilmu soal TIK.

    Dibilang sbg negara yg baru mulai kenal internet koq rasanya sebel juga ya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge