Home » Review and Event » Paviliun Indonesia di Ajang Internasional World Expo Milan 2015

Paviliun Indonesia di Ajang Internasional World Expo Milan 2015

Terus terang saya agak kaget saat mendapat undangan dari Artha Graha yang akan berbagi dengan teman-teman blogger mengenai Paviliun Indonesia di World Expo Milan 2015. Setelah kabar miring terekspos mengenai terbengkalainya persiapan acara ini seiring dengan kepergian seorang artis kawakan yang saya hormati, Didi Petet, saya nyaris tak mendengar lagi cerita tentang hal ini.

Namun ternyata, seiring waktu yang berjalan, pembenahan Paviliun Indonesia terus dilakukan untuk meneruskan cita-cita sekaligus impian almarhum Didi Petet. Seniman dan budayawan itu ingin keikutsertaan Indonesia di World Expo Milan 2015 menjadi panggung Indonesia di dunia internasional. Dalam pandangan almarhum Didi Petet, World Expo Milan begitu berharga sehingga Indonesia tidak boleh mengabaikannya. “Ini acara terbesar ke-tiga setelah Olimpiade dan Piala Dunia. Pesertanya 90 persen negara di dunia,”.

selamat datang

Pameran akbar dunia yang diselenggarakan lima tahun sekali ini adalah ajang internasional yang bertujuan untuk mempromosikan budaya dan kekayaan dari negara-negara di dunia. Setiap negara diharuskan membuat sebuah paviliun sebagai stand resmi yang dibuat seunik dan sebagus mungkin untuk mewakili kelebihan negaranya masing-masing. Hal ini disampaikan oleh Widharma Raya Dipodiputro selaku ketua KPBN saat ini.

Berdasarkan keterangan dari pihak Artha Graha, Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 1.175 meter persegi yang didesain dengan arsitektur unik berupa Bubu (alat penangkap ikan tradisional) untuk menunjukan Indonesia adalah negara maritim dan negara kepulauan yang terbesar di dunia, dan oleh Stasiun Televisi CNN dinobatkan sebagai salah satu dari 24 paviliun yang memiliki arsitektur unik.

bogor cafe 1

Jumlah pengunjung Paviliun Indonesia mencapai angka rata-rata 9.000 orang per hari, khususnya di akhir pekan di mana Expo sangat ramai didatangi pengunjung. Untuk mengantisipasi jumlah pengunjung yang makin ramai dari hari ke hari, Paviliun Indonesia terus berbenah diri. Salah satunya dengan melakukan relokasi Bogor Café Desa Restaurant yang sebelumnya menjadi satu dengan ruang galeri, sekarang dibuat terpisah menjadi lebih eksklusif dengan sentuhan interior khas Indonesia.

Keunikan dari Paviliun Indonesia yang menjadi daya tarik pengunjung adalah display rempah-rempah yang dapat langsung dirasakan oleh panca indera. Pengunjung dapat melihat, memegang, dan mencium. Dan jika ingin mencicipi rasa dari rempah-rempah yang ada, maka pengunjung dapat mencoba melalui sajian berupa kuliner masakan tradisional Indonesia yang tersedia di Bogor Café Desa Restaurant didukung oleh Restaurant Desa dari Amsterdam.

menu sunda

Peran Artha Graha Peduli dalam medukung Paviliun Indonesia
Pengelolaan Paviliun Indonesia di World Expo Milan 2015 oleh Koperasi Pelestari Budaya Nusantara (KPBN) yang mengajak kerjasama Artha Graha Peduli dan Artha Graha Network serta para sponsor yaitu PGN, Indofood, Astra, AKR, Djarum Foundation, Sinar Mas Group dan para sponsor lain. Dalam pengelolaan Paviliun Indonesia ini turut didampingi oleh Pemerintah, melalui ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Milan yang merupakan perwakilan pemerintah dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang beroperasi dibawah Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

Peran besar dari pengusaha nasional Erick Thohir juga berkontribusi mendukung Paviliun Indonesia dengan menghadirkan pelatih sepak bola kenamaan Intermilan Roberto Mancini, kapten tim Andrea Ranochia, dan vice president Javier Zanetti yang juga merupakan Duta World Expo Milan 2015. Para bintang Intermilan tersebut sangat menikmati dan menyukai cita rasa masakan Nusantara lewat menu-menu andalan yang disajikan oleh para chef ahli dari Bogor Café Desa Restaurant.

Duta Besar Indonesia untuk Italia August Parengkuan mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam pameran akbar World Expo Milano 2015 harus dimanfaatkan untuk memperkuat nation branding Indonesia dan mendongkrak ekspor. August Parengkuan mengatakan pameran Word Expo Milan 2015 akan mendatangkan sedikitnya 20 juta pengunjung selama enam bulan penyelenggaraannya, sementara itu, untuk Paviliun Indonesia pemerintah menargetkan 2 juta pengunjung dapat mengenal Indonesia lebih jauh.

CMoDCZaUEAEFK71

Paviliun Indonesia, Konsep dan Pengembangannya
Konsep dari paviliun Indonesia pada dasarnya sangat sejalan dengan apa yang menjadi tema utama World Expo Milan 2015 yaitu Feeding the Planet, Enegy for Life. Dalam perjalanan selama lebih dari sebulan ini, paviliun Indonesia semakin meperbaiki dan menguatkan konsep awalnya terutama di galeri pameran.

Kearifan lokal dan ketahanan pangan, konsep arsitektur
Konsep dari desain arsitektur mengambil tema lumbung dan bubu. Bubu sebagai alat tangkap ikan bagi banyak nelayan di Indonesia, kearifan lokal yang diangkat dari bubu ini adalah bagaimana nelayan mendapatkan hasil tangkapannya tanpa merusak ekosistem yang ada disekitar lingkungannya.

Lumbung menjadi simbol dari ketahanan pangan masyarakat pedesaan di Indonesia, merupakan tempat dimana warga desa menyimpan hasil panennya untuk dijadikan sumber cadangan sampai dengan musim panen berikutnya. Simbolisasi dimana masyarakat Indonesia telah sadar semenjak dahulu kala tentang pentingnya menyimpan bahan makanan untuk masa depan dan benih-benih terbaik untuk masa cocok tanam berikutnya.

bubu 2

Dewi Sri dan Ikan Purba, konsep galeri pameran
Dewi Sri menjadi ‘center piece’ dari ruang pameran paviliun Indonesia, Dewi Sri sebagai perlambang kesuburan masyarakat agraris di Indonesia. Dewi sri akan dipentaskan ketika akan memulai bercocok tanam, mengharapkan padi yang akan ditanam tumbuh subur dan hasil panen yang berlimpah.

Kebudayaan dan kesenian masyarakat di Indonesia dahulu kala apalagi masyarakat pedesaan selalu berada di sekitar pangan, biasanya kesenian baik tari maupun wayang diadakan ketika masa panen. Tarian dan nyanyian banyak menyimbolkan bagaimana harapan dan kegembiraan ketika mereka mulai bercocok tanam atau ketika mereka menuai hasil panennya.

Ikan purba Coelacanth yang ditemukan masih hidup di laut Manado tua memperlihatkan betapa kayanya spesies ikan yang ada di perairan nusantara. Ekosistem yang masih terjaga lah yang bisa membuat ikan purba masih bisa hidup dan ditemukan peneliti di laut Indonesia. Coelacant menjadi simbol di ruang pamer di paviliun Indonesia bahwa laut Indonesia sangat kaya akan sumber pangan yang bisa mencukupi kebutuhan ikan seluruh masyarakat Indonesia bahkan sudah terbukti bisa mencukupi kebutuhan ikan dunia.

tumpeng

Memanjakan indra, ruang untuk dinikmati
Galeri pameran dari Paviliun Indonesia dibuat seperti sebuah galeri, dimana pengunjung yang datang bisa menikmati seluruh benda pamer dengan seluruh indra yang dimiliki. Selain bisa dilihat, pengunjung juga bisa meraba dan mencium benda-benda yang dipamerkan seperti rempah asli Indonesia maupun kekayaan alam Indonesia seperti kopi, teh dan coklat. Selain itu Paviliun Indonesia juga memperdengarkan lagu-lagu tradisional khas Indonesia dan restoran khusus makanan Indonesia untuk pengunjung dapat menikmati hasil olahan bumbu khas Indonesia.

Modern dan kreatif, Indonesia muda dan maju
Modern dan kreatif diperlihatkan di Ruang Virtual Reality, dimana pengunjung dapat menikmati pemandangan Indonesia dengan cara modern, yaitu goggle oculus yang bisa menampilkan gambar bergerak secara 360 derajat. Virtual reality room ini sebagai simbol dari dunia kreatif telah berkembang pesat di Indonesia, beralihnya perekonomian dunia dari ekonomi berlandaskan industri yang melulu tergantung dengan dikurasnya sumber daya alam digantikan oleh ekonomi kreatif yang lebih menambah nilai pada sebuah benda baik secara estetika dan fungsi sehingga bisa menambah nilai jual sebuah benda.

CHtUvL-UsAM3Gu2

Stage of the world sejak dulu hingga saat ini terus menjadi sumber pangan dunia
Secara sederhana, Paviliun Indonesia ingin menampilkan kearifan budaya masyarakat Indonesia dalam menjaga sumber daya pangannya, untuk masa depan penduduk Indonesia bahkan juga penduduk dunia. Indonesia semenjak dahulu kala telah menjadi sumber pangan masyarakat dunia, rempah – rempah menjadi incaran Negara-negara di dunia, bahkan sekarang suplai ikan dunia pun sangat tergantung dengan hasil laut Indonesia.

Demikian sekilas catatan mengenai Pavilun Indonesia di World Expo Milan 2015, sebuah upaya yang tak mudah di antara berbagai keterbatasan, Namun tekad untuk menempatkan diri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini, menjadikan semuanya mungkin dan layak diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

Bravo Indonesia!.

CKSS7cjWIAA17fL

Photo Credit:  https://twitter.com/indoworldexpo dan https://twitter.com/Expo2015Milano

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Kulit Kering dan Tumit Pecah-pecah? Ternyata Gampang Mengatasinya!

Kulit kering dan tumit pecah-pecah itu bagi saya bukan hanya sekedar mengganggu penampilan namun juga mengganggu ...

3 comments

  1. Avatar

    ini dirimu ke italia mbak?

  2. Avatar

    kereeen! pake banget 😀 sayang nggak bisa langsung liat kesana~
    Fahmi recently posted…Tips Merencanakan Bulan Madu Atau Honeymoon Ala TravelerMy Profile

  3. Avatar

    Wah aku belum sempet kesana, pengen banget ke Italia 🙂
    Salman Faris recently posted…Batik “Matching”My Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge