Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » One day…. disebuah dermaga kecil

One day…. disebuah dermaga kecil

Menyimak liputan pemakaman King of Pop, Michael Jackson di layar televisi, aku tergetar oleh satu kalimat presenter acara tersebut yang mengatakan bahwa Jacko sangat menyukai salah satu lagu hits nya yang berjudul “one day in ur life” dan konon kabarnya lagu ini lah yang seolah dipilih mendiang untuk mengiringi nya pada hari pemakamannya kelak.
Dan saat kematiannya benar-benar datang, lagu ini lah menjadi lebih sering diputar mengiringi ulasan mengenai M.J.

Entah karena larut dalam ironi kehidupan sang legenda atau memang karena lagu ini memiliki lirik sederhana dengan makna yang sangat dalam bagi aku, kemarin saat lagu itu di putar sebagai backsound ulasan tersebut, aku merasakan “rasa” yang sangat berbeda saat mendengarkannya.

“One day in your life
you’ll remember a place
Someone’s touching your face
You’ll come back and you’ll look around you”
==========================

Sungguh sebuah ironi ditengah gemerlapnya hidup, harta, popularitas…
ternyata manusia seperti sehebat itupun hanya menginginkan satu hal yang hakiki saat kematian datang yaitu cinta, meski cerita sebenarnya semua itu tetap menjadi misteri yang dibawa sampai akhir hayatnya.
Mencintaikah, atau dicintaikah,
pada dirinya dan atau kah seseorang;
entah siapa…..

Beralih dari cerita jackson yang melatarbelakangi tulisan ini, aku ingin bicara tentang hal lain…tentang cinta dan kematian…

Maka fantasi ku pun mengarak ke angkasa oleh lirik diatas tentang sebuah tempat dimana setiap orang mungkin mendamba, ada pada situasi di dimana hanya ada dia dan orang yang sangat dia cintai…
dalam diam, tiada ada kata selain keheningan…..when “Someone’s touching your face”

=============================
One day in your life
You’ll remember the love you found here
You’ll remember me somehow
Though you don’t need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You’ll remember one day…

Perjalanan hidup ragam manusia dengan ragam kehidupan akan bermuara pada satu titik dan menyisakan jejak yang tidak akan mungkin terhapus meski hanya sebuah masa lalu.
Ada jiwa yang hidup pada kenangan yang mungkin tak akan pernah kita lupakan….yang acapkali membuat kita ingin kembali berada pada situasi itu.

Namun hidup adalah hidup dengan waktu yang terus bergulir dan tidak akan berhenti sampai kematian itu datang. Waktu terkadang berada diluar kendali manusia, begitu juga dengan cinta, dia akan ada dan datang baik diminta ataupun tidak. Tinggal manusia yang bisa memilih bagaimana cinta diinginkan mewarnai hidupnya.
Apakah semerah luka, atau sebiru laut dalam, atau sebening air yang menyejukkan.

harapkan cinta yang luar biasa …
dan waktu akan membawa kita kepada penemuan-penemuan pada hasrat yang kadang tersembunyi dalam benak manusia. Layaknya harapan yang menjelma sebagai doa….berpindah dari satu fase ke fase berikutnya membawa kita pada sebentuk cinta yang kita dambakan.

Ada harapan baru pada setiap fase dan berhenti pada sebuah masa dimana kita akan melihat kembali seluruh perjalanan hidup kita, dengan rasa manis dan penuh syukur bahwa kita mampu melewati seluruh fase tersebut.

cinta dan masa lalu pada akhirnya menjadi sesuatu yang tidak penting, kecuali kita mampu menjadikannya bunga kehidupan dan rentetan proses metamorfosa untuk menjadii pribadi yang lebih baik, teman dan pengingat langkah demi langkah untuk sampai ke kesejatian makna….

masa lalu menjadi teman perjalanan untuk sampai ke suatu tempat yang pantas kita sebut berlabuh….
menemukan kedamaian baik saat pasang maupun saat surut…

berharap tiba pada moment indah
duduk di dermaga kayu menikmati pergantian siang ke malam yang dramatis di saat senja
dikelilingi bidadari2 kecil yang memanggil kita oma dan opa
dalam genggaman telapak tangan yang berkerut karena usia
dalam damai sorot mata di balik lensa
seseorang yang dalam pelukannya aku ingin berada sampai akhir hayat

Kematian adalah pasti
namun bagaimana kematian itu datang kita punya peluang untuk berkreasi.

Mati dengan music yang belum kita mainkan sepenuhnya
atau mati dengan music yang akan tetap dimainkan meski kita sudah bersatu dengan tanah.

======================
Nirmala, 26 juni 2009

*terimakasih, untuk tidak memilihku

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

4 comments

  1. Avatar

    Aku juga sering bertanya hal senada.. "setelah mati, aku akan dikenang sebagai apa?" :/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge