Home » Review and Event » Monetize Your Socmed: Sebuah Catatan dari Smesco Netizen Vaganza 2015

Monetize Your Socmed: Sebuah Catatan dari Smesco Netizen Vaganza 2015

Saya sudah membayangkan kemeriahan sebuah suasana sejak pertama kali mendengar sebuah perhelatan bertajuk Smesco Netizen Vaganza akan digelar. Terbayang di benak saya sebuah tempat yang menjadi rumah bagi Koperasi dan UMKM Indonesia menggelar acara bagi para netizen selama dua hari pada tanggal 26 dan 27 September 2015 kemarin. Ibarat menu, acara ini menyajikan sebuah hidangan lezat dengan bumbu lengkap di dalamnya.

Dua Hari Seru, Sarat Acara Bermutu
Dua Hari Seru, Sarat Acara Bermutu

Acara ini dibuka untuk berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Bayangkan, selama dua hari para netizen di Indonesia, khususnya di Jakarta bisa mengikuti workshop dari empat praktisi sarat prestasi dengan latar belakang keahlian yang berbeda. Mereka akan membagikan ilmunya bagi para netizen bagaimana mengoptimalkan diri dan memanfaatkan peluang di dunia internet yang serba digital.

Bukan itu saja, ada juga pelatihan singkat bagaimana cara memanfaatkan barang-barang usang menjadi uang dan menemukan keasikan dengan manik-manik. Sementara itu di luar gedung Smesco, pengunjung bisa menikmati sajian tarian dan musik dengan tema Keliling Nusantara Sabtu Minggu bertajuk Smesco Art Fest. Dan untuk para blogger yang datang, mereka bisa meliput acara tersebut dan mengikuti lomba bertabur hadiah dengan tema “Local Brand Lebih keren.”

Nah untuk calon peserta lomba, informasi lengkap mengenai lomba ini bisa dilihat di website Smesco ya, klik saja http://www.smescoindonesia.com atau cek di akun Twitter Smesco di @SmescoIndonesia. Jangan sampai nggak ikut ya, rugi lho. Hadiahnya keren. 

IMG_20150926_054919

Sebagai netizen dan praktisi yang aktif di dunia blogging dan sosial media, tentu saja saya tak ingin melepas peluang untuk memanfaatkan momen ini. Pagi-pagi sekali saya sudah berangkat menuju Gedung Smesco yang terletak di Jalan Gatot Subroto Jakarta. Meski saya datang 30 menit sebelum acara dibuka, sudah banyak sekali pengunjung yang datang, terutama dari kalangan pelajar. Mereka datang berbondong-bondong dengan bersemangat.

Acara workshop dilaksanakan di dalam gedung dan tersebar di empat lantai yang berbeda. Meski terbagi di beberapa ruang, pengunjung tetap terlihat ramai dan antusias mengikuti materi di setiap ruangan. Bagaimana tidak, semua narasumber yang hadir bukanlah nama-nama baru, mereka telah terbukti mumpuni di bidangnya. Menyimak ilmu yang mereka bagikan merupakan kesempatan yang tak boleh dilewatkan.

Materi mengenai Basic Travel Writing akan dibawakan oleh Agustinus Wibowo. Beliau terkenal dengan 3 buku memoar perjalanannya yang best seller yaitu Selimut Debu, Titik Nol dan Garis Batas. Sedangkan di bidang fotografi, Raiyani Muharamah akan membagikan ilmu fotografinya dengan tema Still Life Photography. Adapun dua narasumber lain yaitu Sacha Stevenson dan Yeyen Nursjid masing-masing akan membawakan materi tentang Tips dan Trik Vlog serta Monetize Your Socmed.

Sayang sekali waktu yang disediakan untuk empat pembicara ini hanya dua slot, sehingga ada dua pembicara yang menyampaikan materinya pada saat yang bersamaan. Akhirnya saya harus memilih dan hanya bisa mengikuti dua pembicara saja. Untung saja acara diselenggarakan selama dua hari dengan materi dan pembicara yang sama, sehingga bagi yang belum sempat mengikuti salah satu workshop bisa hadir di hari berikutnya.

Beruntung saya berkesempatan menjadi moderator salah satu pembicara yaitu Yeyen Nursjid. Selama kurang lebih dua jam, saya puas menyimak bagaimana sosok yang saya panggil Mbak Yeyen ini mengoptimalkan sosial media yang berawal dari sekedar sharing atau berbagi, kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan gerak roda bisnisnya di bidang fashion yang diberi nama Amayra Batik. Berikut beberapa catatan saya saat menyimak materi beliau tentang Monetize Your Socmed.

1. Kerjakan dengan hati dan niat berbagi.
Ada soul dan ada cerita di balik tiap produk yang Mbak Yeyen desain. Cerita inilah yang kemudian menjadi jiwa setiap desainnya sehingga menimbulkan daya tarik bagi pelanggan-pelanggannya.

2. Kreatif dalam membuat desain produk.
Tak ada desain yang persis sama antara satu dan lainnya. Setiap orang berbeda dan punya keunikan masing-masing. Jadi jangan khawatir untuk berkreasi. Gunakan metode ATM: Amati, Tiru dan Modifikasi.

3. Buat produk yang memiliki cita rasa (taste).
Mbak Yeyen selalu mengutamakan kualitas terhadap produk yang dihasilkan dan sudah menentukan segmen pasar yang menjadi sasaran produknya sejak awal. Penentuan segmen pasar ini penting untuk menghasilkan desain dan kualitas produknya yang sesuai.

4. Perlakukan pelanggan sebagai teman, bina relationship.
Jangan jadikan pembeli untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, apalagi sampai menurunkan kualitas agar bisa mendapatkan keuntungan besar. Mbak Yeyen selalu membina hubungan baik dengan para pelanggannya, bahkan hingga seperti sahabat yang terkadang berbagi hal-hal lain di luar urusan bisnis.

5. Kepercayaan dan integritas adalah yang penting.
Mbak Yeyen selalu menjaga kepercayaan pelanggan bahkan setelah produk terjual. Bila pelanggan tak puas atau ada produk yang tak sesuai dengan harapan pembeli, Mbak Yeyen tak sungkan untuk menarik kembali produknya, lalu mengganti sesuai dengan yang diinginkan pelanggan atau bila perlu mengembalikan uang yang sudah dibayarkan.

6. Foto akan bercerita.
Meski tak belajar khusus tentang fotografi, Mbak Yeyen mengetahui dengan baik bagaimana menghasilkan foto yang menarik untuk ditampilkan di sosial media. Jangan malas melakukan editing untuk membuat tampilan foto lebih menarik.

Sebenarnya masih hal menarik yang beliau sharing tentang bisnis beliau dan bagaimana mengoptimalkan sosial media dalam bisnis tersebut. Tapi apapun itu, pesan Mbak Yeyen, jangan ragu untuk memulai dan harus punya tujuan jelas berbisnis. Ah, saya benar-benar terinspirasi karenanya. Yuk kita optimalkan sosial media kita untuk memberikan manfaat lebih secara ekonomis.

Kalau bisa menghasilkan, mengapa tidak?

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Pentingnya Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan Bagi Perempuan

Bagi perempuan seperti saya, urusan kebersihan organ kewanitaan menjadi urusan penting dalam kehidupan sehari-hari, terlebih ...

6 comments

  1. Avatar

    Poin ke enam hakjleb banget. dakuw masih aras-arasen kalau masalah editing foto ><

    Pengen ke SMESCO deh mak. Tungguh akuuuh di kotamu 🙂
    Lestarie recently posted…(Bukan) Piknik Hora HoreMy Profile

  2. Avatar

    Kakaak keren deh ih, jd moderator, lbh keren lg klo kmren sambil momong Ranu. :p
    Noe recently posted…By: Nurul NoeMy Profile

  3. Avatar

    Kita selisih hari ya mbak, jadinya gak ktemu. Dan kayaknya, yang hari pertama lebih banyak pengunjungnya.
    BaRT recently posted…Kembali Menulis. Mulai dari Mana?My Profile

  4. Avatar

    selamat tulisannya menang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge