Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Menghabiskan Pagi Sambil Mengukir Memori di Danau Ranau

Menghabiskan Pagi Sambil Mengukir Memori di Danau Ranau

Danau Ranau namanya, terletak di Sumatera Bagian Selatan. Perlu waktu kurang lebih delapan jam untuk bisa sampai ke sana dari Dusun Mengkenang Kabupaten Lahat. Saya masih sempat menyaksikan sisa-sisa semburat senja di langit saat kami tiba. Gelap sudah menyelimuti tepian danau kala itu, menyimpan semua keindahan yang hanya bisa dilihat saat terang. Ini berarti hingga esok hari kami harus menanti menikmati keindahan Danau Ranau.

Traveling bagi saya adalah kebutuhan jiwa, baik yang dilakukan bersama teman, sahabat ataupun keluarga. Saat-saat dimana selalu tercipta momen-momen yang berkesan, pengalaman yang tak terlupakan, dan tempat-tempat serta nama-nama baru yang kita temui sepanjang perjalanan. Tak terkecuali dalam perjalanan bersama keluarga, ada nilai lebih yang disematkan, seperti kebersamaan yang memperkuat bonding antara orangtua, anak dan anggota keluarga lain serta kesempatan untuk mendepositokan banyak memori dan nilai-nilai hidup yang nantinya akan berpengaruh positif pada tumbuh kembang anak.

Format perjalanan bersama keluarga tentu saja berbeda, termasuk lama perjalanan, tempat yang akan dikunjungi dan medan yang akan dilalui. Bayangkan betapa beragamnya anggota perjalanan. Total keluarga besar kami berjumlah 13 orang, yang terdiri dari dua orang lansia, 7 orang dewasa, 4 remaja dan 2 kanak-kanak. Tapi misinya sama, semua harus bisa menikmati perjalanan dan tempat-tempat yang akan dikunjungi. Dan alhamdulillah, semua perjalanan bersama yang pernah kami lakukan semua memorable dan menyenangkan sekali.

O

Salah satu kegiatan wajib dalam perjalanan keluarga kami adalah berenang dan pakaian renang adalah benda wajib yang harus dibawa setiap traveling. Bila kami bermalam di hotel, pertanyaan seperti “hotelnya ada kolam renangnya khan, bun?” selalu muncul dari bibir anak-anak. Pantai menjadi salah satu tempat favorit untuk didatangi dan mudah dijumpai dibanding sungai atau danau. Namun liburan kali ini kami sengaja memilih berlibur di tepi danau yang sudah lama kami catat sebagai destinasi yang akan kami singgahi yaitu Danau Ranau.

Pagi-pagi sekali saat masih gelap, saya dan beberapa anggota keluarga sudah berjalan santai menuju tepian danau. Kebetulan Hotel Pelangi tempat kami menginap letaknya hanya beberapa puluh meter saja dari tepi danau. Beberapa perempuan terlihat sudah memulai aktivitas pagi mereka, membawa ember atau keranjang berisi pakaian yang akan mereka cuci di danau.

Suka dengan suasana pagi yang tenang seperti ini
Suka dengan suasana pagi yang tenang seperti ini
Menembus gelap, menghalau enggan, beraktivitas sejak mentari bahkan belum menjelang
Menembus gelap, menghalau enggan, beraktivitas sejak mentari bahkan belum menjelang

Kami sengaja memilih tempat sedikit menjauh ke arah hulu, di bagian yang sering digunakan penduduk setempat untuk mandi dan mencuci. Sangat menyenangkan duduk bersama orang-orang yang kita sayangi di atas undakan batu yang dikurung kawat seperti ini. Bincang ringan mengiringi mentari yang perlahan muncul di atas permukaan danau. Meski semburatnya sendu karena tertutup kabut dan mega yang berarak di langit Timur tak mengurangi kehangatan kami sekeluarga.

Terang pun berangsur menggantikan gelap, suasana sekitar yang tadinya samar mulai terlihat jelas. Di ujung sana beberapa nelayan terlihat mengayuh jukung sambil sesekali berhenti dan menebarkan jala. Seolah tak mau ketinggalan salah satu dari kami mengeluarkan alat pancing dan mulai memancing. Sementara saya seperti biasa tetap asik dengan kamera menangkap momen-momen istimewa kebersamaan kami.

Aktivitas pagi penduduk lokal
Aktivitas pagi penduduk di tepian danau
Asik Memancing
Asik Memancing

Tak terasa waktu terus beranjak, cuaca yang redup tak membuat anak-anak enggan untuk masuk ke dalam air. Bahkan terlihat tak sabar meski semilir angin membawa dingin menyentuh tubuh mereka. Anak-anak yang tadinya hanya bermain-main dengan air di pinggiran, lambat laun bergerak agak ke tengah dan akhirnya benar-benar menceburkan dirinya ke dalam danau.  Uniknya, ternyata air di dalam danau justru terasa lebih hangat dibanding udara di permukaan, maka makin betahlah anak-anak bermain di dalam danau.

Banyak hal baru yang anak-anak temukan dan pelajari. Setidaknya mereka tanpa sadar belajar dengan merasakan bahwa traveling membuat kami menjadi lebih dekat satu sama lain, belajar tentang kebersamaan dan empati. Bahkan secara tidak langsung, mereka belajar tentang kehidupan danau bukan sekedar ekosistem yang mereka kenal dan harus mereka hapalkan di sekolah. Saya bahagia melihat mereka antusias sekali  saat  menemukan beberapa biota danau dan berdiskusi ringan satu dan yang lain sambil terus bermain di dalam air.

Tawa riang si cantik Aira
Tawa riang si cantik
O
Abang Raihan dan temuannya hehehe

Bukan hanya kanak-kanak yang antusias mengeksplore alam sekitar, anak-anak yang sudah menjelang remaja pun tak kalah hebohnya. Semua diperhatikan, semua dibahas, semua jadi pembicaraan yang menyenangkan bahkan menjadi permainan di antara mereka. Dari vegetasi danau, ikan-ikan yang bersliweran di kaki mereka, tiram danau hingga keong dan telur-telurnya yang berwarna merah muda yang menempel di bebatuan.

O
hei, tunggu… kihat keongnya bergerak

 

O
Telur keongnya lucu, warnanya cantik

Bahagia bagi saya  terasa begitu sederhana. Bersama-sama orangtua, keluarga, suami dan anak-anak tercinta, menyaksikan mereka tertawa bahagia dan  menikmati setiap detik yang berjalan adalah kebahagiaan yang tak terukur dengan uang atau kebendaan. Benar apa yang selalu suami saya katakan, sejauh apapun kamu melangkah, seindah apapun tempat yang kamu datangi, dan seberapapun hebat apapun pencapaian yang mampu kamu raih, semua itu tiada artinya bila kamu tidak bisa membawa keluarga ada didalam kebahagiaan tersebut.

sejauh apapun kamu melangkah, seindah apapun tempat yang kamu datangi, dan seberapapun hebat apapun pencapaian yang mampu kamu raih, semua itu tiada artinya bila kamu tidak bisa membawa keluarga ada didalam kebahagiaan tersebut. 

O

 

Bersama kakek tersayang
Bersama kakek tersayang

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

[relationship] Jangan Lupa Check Hidung Anda

Saya punya tingkat sensitifitas yang cukup baik terhadap bau, mungkin ini bawaan genetik dari ibu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge