Home » Cerita di Balik Kisah » masih di koordinat yang sama #Devina Series

masih di koordinat yang sama #Devina Series

Aku masih setengah terlelap setelah ibadah pagi, sesaat sebelum layar telepon genggam itu menyala menampilkan namamu. Tentu saja itu ampuh menghilangkan kantukku, ada apa sepagi ini Devina mengirimkan aku pesan singkat. Isinya pun singkat, “novelnya sudah sampai, matur suksme nggih”.

Namanya juga pesan singkat, tentu saja balasannya juga singkat, “mewali suksme”.

Tapi bukan Raka jika tak melihat ada sesuatu yang berbeda pagi ini, meski jawabanmu tetap membawa ciri khas dirimu yg tak suka berpanjang kata, namun sms sepagi ini dan berbalas kembali bukanlah kebiasaanmu. Kamu memberi isyarat itu, vina…kamu pasti merindukanku.

Tebakanku tak salah, sesaat setelah kujawab kembali dengan pertanyaan sedang apa kau pagi ini, kamu menjawab dengan kalimat panjang. “Raka, aku sedang membaca novel yang kamu kirimkan. Membacanya seperti sedang mendengarkan kembali kamu bertutur, dan aku menyimakmu dengan segenap rasa. Semua seperti nyata, rebah di pasir lovina dan menyaksikan tarian lumba-lumba disana bersamamu, bukanlah sekedar penantian”.

Aku menarik nafas panjang, tak tau harus menjawab apa lagi. Takdir membawa kami pada sebuah cerita yang entah apa ujungnya. Tak ingin berpisah namun tak mungkin bersatu. Terbang menjauh dari Jakarta, dan membiarkan waktu berkuasa atas rasa yg tak jua punah. Buat kami berdua, tak ada lagi variabel jarak dan waktu yang memisahkan kami, takkan pernah terasa lama dan jauh meski purnama muncul dan tenggelam berkali, karena kini semua bukan lagi sebuah penantian, saat cinta tak lagi menawarkan asa semata rasa, ia menjelma serupa embun pagi yang menyesap kedalam sukma. Ini nyata dan begitu indah.

Detik beranjak, aku harus segera mandi dan bergabung di banjar tuk menyelesaikan ogoh-ogoh tuk upacara Tawur Agung Kesanga besok. Hari raya Nyepi sudah didepan mata, dan sepertinya pergantian tahun ini kamu belum juga disini. Kututup sapa pagi ku pada Devina, dengan kalimat singkat yg dia suka, “take your time, dear. Aku dan lovina, masih di koordinat yg sama untuk kamu”

Jelang hari pertama di tahun Saka 1934

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan, seolah menopang isi kepalaku yang mendadak sarat oleh pengakuan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge