Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » kutipan pengantar harapan baru

kutipan pengantar harapan baru

Kutipan ini aku dapat tadi pagi saat menikmati leyeh-leyeh di rumah sebelum berangkat ke kampus tuk menghadiri acara yudisium Semester genap Tahun Akademik 2007/2008.
Mungkin semester depan aku sudah mulai menghadapi tambahan kerjaan baru dalam rangka menempuh studi di Bogor. Beberapa orang terutama teman kerja menanyakan kesiapan ku secara mental dan fisik mengingat aku masih terlibat penuh secara struktural dengan pekerjaan yang lebih dari cukup merepotkannya. Kalo tanpa kuliah saja aku bisa menghabiskan lebih dari separuh waktu yang aku miliki dalam satu hari, bagaimana mungkin aku bisa menjalani satu urusan lagi yaitu kuliah.

Komentar sejenis itu cukup membuat aku sesekali ciut, tapi the show must go on. Harapan ku adalah aku akan kuat dan aku pasti kuat Insyaaallah…..karena bila impian kita lebih kuat dari rintangan yang akan kita hadapi maka tidak ada yang dapat menghalangi kita sampai ke tujuan.

Dari buku The Secret aku belajar untuk percaya bila kita yakin terhadap satu hal, maka alam akan membawa kita kepada penemuan-penemuan yang makin mendekatkan kita kepada hal tersebut. Hari ini aku mendapatkan satu penemuan meski hanya sebuah kutipan yang aku dapat dari buku nya J.C. Maxwell, “The Journey from Success to Significance”. Kutipan tersebut adalah:


Saya bersedia menjalani proses apapun,
kepedihan atau ketidaknyamanan sementara itu tiada artinya bagi saya
selama saya bisa melihat bahwa pengalaman itu
akan mengantarkan saya ke tingkatan baru.

Saya tertarik kepada yang belum saya kenal,
dan satu-satunya jalan menuju kesana adalah
lewat menembus hambatan-hambatan,
proses yang seringkali menyakitkan.


…….DIANA NYAD…….

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge