Home » Review and Event » Ketika Biru Teluk Benete Menyambut Kami : Newmont Sustainable Mining Bootcamp V
Photo credit PT Newmont Nusa Tenggara

Ketika Biru Teluk Benete Menyambut Kami : Newmont Sustainable Mining Bootcamp V

Pagi masih redup dan mata masih setengah mengantuk rasanya. Tubuh saya seolah masih ingin dimanja di atas kasur setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta menuju Batu Hijau kemarin. Saat itu saya dan beberapa peserta bootcamp lainnya terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten menuju Bandar Udara Lombok Praya, Pulau Lombok untuk bergabung dengan peserta lainnya yang berasal dari luar Jakarta.

Perjalanan menuju Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat memang sebuah perjalanan panjang. Penerbangan dari Jakarta ke Lombok dengan waktu tempuh sekitar 90 menit masih dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan bus menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur dengan waktu tempuh yang kurang lebih dua jam. Sedangkan untuk mencapai Batu Hijau yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kami masih harus menyeberangi laut dari Pelabuhan Kayangan ke Pelabuhan Benete. Lengkap ya perjalanannya dari darat, laut dan udara.

Ada dua dermaga yang disediakan di Pelabuhan Kayangan yaitu dermaga kapal ferry untuk penyeberangan umum yang nantinya akan berlabuh di Poto Tano, serta dermaga speedboat yang disediakan PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang nantinya akan berlabuh di Pelabuhan Benete, Sumbawa Barat. Tidak seperti kapal ferry yang memiliki jadwal keberangkatan setiap jamnya, speedboat hanya beroperasi dua kali dalam sehari yaitu pukul sepuluh pagi dan pukul empat sore menuju Benete.

Selain sebagai pelabuhan penumpang, Teluk Benete juga digunakan oleh PTNNT sebagai pelabuhan angkutan barang dan logistik yang dibutuhkan perusahaan serta sebagai dermaga pengapalan konsentrat logam yang akan dibawa keluar sumbawa untuk dijual atau diproses lebih lanjut di smelter. Ketiganya memiliki dermaga masing-masing namun masih berada di areal yang sama yaitu di Teluk Benete.

Speedboat dengan lambung bertuliskan Tenggara Satu ini memang disediakan secara gratis untuk karyawan, kontraktor dan tamu PTNNT. Namun masyarakat umum diperbolehkan menggunakannya dengan membayar dan apabila masih tersedia tempat duduk. Maklumlah, speedboat yang hanya berkapasitas 200 tempat duduk ini biasanya akan penuh oleh karyawan dan kontraktor Newmont di hari-hari tertentu.

 

Misal pada hari Jumat sore atau Sabtu pagi, speedboat tujuan Pelabuhan Kayangan akan penuh dengan karyawan dan kontraktor PTNNT yang pulang ke rumah atau berkumpul dengan keluarga di sekitar Lombok. Sebaliknya, mereka ini nantinya akan kembali memenuhi speedboat ke Pelabuhan Benete pada hari Minggu sore untuk kembali bekerja pada Hari Senin. Penumpang non karyawan, kontraktor atau tamu PTNNT harus mengetahui siklus ini.

Alternatif lain menuju Batu Hijau bisa dengan menggunakan kapal ferry angkutan umum bertarif 19.000 rupiah yang juga bertolak dari Pelabuhan Kayangan. Kapal ferry ini berlayar sekitar 2 jam dan berlabuh di Poto Tano, jadi untuk sampai Batu Hijau masih harus dilanjutkan dengan perjalanan jalur darat sekitar 5 jam. Cukup lama memang, tapi ini kerap dipilih oleh karyawan-karyawan PTNNT yang ingin lebih lama di akhir pekan bersama keluarganya.

Mereka ini memilih naik mobil travel yang bertolak hari Minggu malam dari Lombok dan sampai di Batu Hijau dini hari atau subuh untuk langsung bekerja di Hari Senin pagi. Penyeberangan ini biasanya juga dilakukan oleh mereka para wisatawan dengan tujuan pulau-pulau di sekitar Poto Tano untuk surfing atau menikmati alam bawah laut Sumbawa yang terkenal indah seperti di Pulau Kenawa.

Tarif yang dikenakan untuk penumpang umum speedboat sebesar 135.000 rupiah, sedangkan untuk masyarakat yang memiliki KTP Sumbawa hanya dikenakan tarif 100.000 rupiah saja. Namun semua mendapat perlakuan yang sama yaitu mendapat pemeriksaan ketat terhadap diri dan barang bawaan serta harus mematuhi semua peraturan penyeberangan. Boarding pass berupa kartu terbuat dari mika tebal harus dijaga baikbaik, kelalaian yang menyebabkan kehilangan bisa dikenakan sanksi tidak boleh menumpang kapal ini selama tiga bulan lho.

Speedboat Tenggara Satu yang kami tumpangi memang nyaman. Kabinnya bersih dan berpendingin udara dengan tempat duduk empuk berlapis jok. Tersedia tempat barang khusus di bagian tengah sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan dengan nyaman tanpa terganggu oleh barang-barang bawaan. Oh ya, untuk menjaga kebersihan kapal, penumpang juga tidak diperbolehkan makan di dalam kabin apalagi sampai buka bekal layaknya piknik hehehe.

Saya sangat menikmati pelayaran sepanjang 1,5 jam menuju Pelabuhan Benete. Saking nyamannya saya sempat tertidur selama beberapa menit. Menurut Arie Burhanuddin, Specialist Media Relation PT. Newmont Nusa Tenggara, cuaca kala itu cukup bersahabat, ombak juga tidak terlalu tinggi. Di waktu-waktu tertentu ombak bisa saja agak besar dan membuat penumpang serasa naik kora-kora di Dunia Fantasi hehehe

Pemandangan sejak di Pelabuhan Kayangan, selama pelayaran hingga merapat di Pelabuhan Benete sangat indah. Saya sangat menikmati birunya langit di atas Nusa Tenggara. Begitu juga gradasi warna biru permukaan air laut yang kadang biru tua, biru muda hingga biru kehijau-hijauan. Apalagi di Teluk Benete yang merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Sumbawa Barat. Suasana pelabuhan berpadu dengan perkampungan nelayan menyajikan keindahan tersendiri.

Kecantikan laut dengan bukit-bukit yang menonjol ke arah laut mengingatkan saya dengan keindahan Laut Flores di Nusa Tenggara Timur. Hanya ada sedikit perbedaan pada penampakan bukit-bukit itu. Musim yang sudah memasuki masa penghujan membuat bukit-bukit itu terlihat menghijau dan asri. Kontras dengan warna bebatuan di bawahnya. Saya sedang membayangkan warna hijau bukit itu yang berganti menguning bak savana di kala musim kering tiba, tetap sama cantiknya kala berpadu dengan birunya langit dan permukaan laut. Sungguh sebuah eksotisme Nusa Tenggara yang selalu melekat dalam benak.

Terlebih saat hendak merapat di teluk yang berada di Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat ini. Dari kejauhan tampak pantai landai dengan rumah penduduk dan perahu nelayan menjadi latar belakangnya. Sepintas pasirnya berwarna agak gelap, dan sayang sekali kami tak sempat singgah untuk merasakan pasirnya menyentuh kulit kami. Padahal di teluk ini ada pantai yang diperuntukkan masyarakat sebagai tempat wisata di mana infrastrukturnya merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PTNNT. Mungkin lain kali kami akan singgah.

Hari sudah menjelang senja kala itu, mentari pun sudah mulai turun dan cahayanya terhalang perbukitan. Kami juga harus segera melanjutkan perjalanan. Rangkaian perjalanan kami dari Jakarta menuju Batu Hijau dituntaskan dengan perjalanan darat dari Pelabuhan Benete selama setengah jam dengan menggunakan bus khusus PTNNT.  Jejak langkah pertama kami di Batu Hijau pun tertoreh di Visitor Centre. Sebuah ban raksasa yang menjadi aikon gedung admin satu itu segera menjadi magnet bagi kami semua untuk berpose.

Selamat datang di Batu Hijau, bootcampers!

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Kulit Kering dan Tumit Pecah-pecah? Ternyata Gampang Mengatasinya!

Kulit kering dan tumit pecah-pecah itu bagi saya bukan hanya sekedar mengganggu penampilan namun juga mengganggu ...

35 comments

  1. Avatar

    Mbak Donna, ini fotonya pakai kamera yang sama saat ke Tanggamus dulu ya? aku suka angle foto-fotonya *kasih jempol*

    Pemandangan di sana indah banget pula. Pingin main ke Kampung Nelayan itu hihihi
    Haryadi Yansyah recently posted…Cerita Tentang #NgemisVote di Kerala Blog ExpressMy Profile

  2. Avatar

    NTB, huft. sudah beberapa kali diajak sama teman satu kampus berlibur kesana karena di asli lombok tapi selalu jadwalnya bentrok dgn kegiatan ini itu. Sepertinya harus lulus cepat biar bisa cepat berlibur dan menikmati indahnya alam disana
    shaleh recently posted…Beasiswa S2 Dari Kemdikbud Bagi Guru SMA dan SMK Tahun 2016My Profile

  3. Avatar

    Tahun depan aku mau ikutan lagi yaaa biar bisa berjemur manja di pantai benete.
    Pantai nya kece banget dengan pasir hitam, diteluk benete NNT juga melakukan transpalasi karang buat kelestarian ekosistem bawa laut nya
    cumilebay recently posted…Nongkrong di Dapur bareng Komodo DragonMy Profile

  4. Avatar

    ih…
    foto2 sama narasinya tambah bikin penasaran sekaligus mewakilin keinginan saya ke sana

    sempat nyesel sih dulu ga ikut 🙂 hi hi hi
    secara, waktunya lumayan lama n ga dapat cuti…
    Choirul Huda recently posted…Nobar ICI Regional Jakarta: Angel Bikin SegarMy Profile

  5. Avatar

    Nusa Tenggara. Temanku sering nunjukin foto-foto NTT. Elok banget. Ngeliat NTB di sini jadi makin pengin ke sana.
    Afifah recently posted…Oshin Akan Kembali Membuat Haru Keluarga IndonesiaMy Profile

  6. Avatar

    Tanah Sumbawa itu emang luar biasa sexynya. Padahal kelihatan gersang. Beruntungnya kita bisa menjejakan telapak kaki di sini 🙂
    Evi recently posted…Menumbuhkan Sayap Masyarakat Lingkar TambangMy Profile

  7. Avatar

    Benar-benar indah tempatnya. Andai ada waktu buat jelajah bersepeda di sana 😀

  8. Avatar

    Emang teluk benete dan sumbawa barat cakep ya mba.. Beruntung bs dapet kesempatan kemaren hehe

  9. Avatar

    Keren mbak foto2nya… Jadi tau pemandangan di sana keren abis! *mupeng*
    Ria recently posted…Lomba Review #riathechocoliciousMy Profile

  10. Avatar

    Speed boatnya bersih ya, warnanya juga biru,
    Astin Astanti recently posted…Mewarnai Bersama Morinaga Chil-Go di Rumah FaizMy Profile

  11. Avatar

    Ahai…. ngiri membaca reportasenya……

    Tapi tahu kok, semua ada waktunya. sukses selalu mbak Imelda

  12. Avatar

    Perjalanannya lengkap, udara, darat, laut. hehehe… tapi sepadan banget ya mbak

  13. Avatar

    Mbak, mbok ya kalo jalan-jalan kayak ginian lagi ngajak-ngajak ihihihi kuliah mulu mumet, ketoke butuh piknik. He em bener kata mbak yang di atas, lengkap perjalanannya. Kulagi ngumpulin destinasi tempat liburan nih, mbaca ini lumayan juga buat rekomendasi ke yang lain hehehe

  14. Avatar

    Pemandangannya indah – indah bener,,, lengkap sudah perjalanannya dari darat, udara, hingga laut. Tapi kok sayang ya, masih ada diskriminasi harga antara masyarakat Sumbawa dan luar Sumbawa,,,, 🙂

  15. Avatar

    Perjalanannya lumayan lama ya, Mbak. Tapi terbayar dengan pemandangannya yang indah.

  16. Avatar

    cantik memaaaang..aku suka liat pantai biru dan alam indah alami seperti itu..
    indah nuria savitri recently posted…Commuting..My Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge