Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » ketika Allah menghadiahkan aku sakit

ketika Allah menghadiahkan aku sakit

terbaring tak berdaya tanpa bisa menikmati kamar yang sesungguhnya menjadi tempat yang bagiku merupakan tempat yang paling nyaman di muka bumi ini, membuatku praktis tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menahan sakit yang membuat seluruh tubuhku tak ingin aku gerakkan.

Satu2nya yang masih bisa bekerja hanyalah kepala ku yang suka sekali berpikir. Tentu saja aku tidak memikirkan hal yang gak penting atau setidaknya saat ini bukan hal yang penting untuk aku pikirkan. Sudah cukuplah seminggu terakhir seluruh tubuh, jiwa dan pikirku menjadi romusha menyiapkan visitasi dalam rangka reakreditasi salah satu jurusan di fakultas.

lalu aku teringat kalimat ini :

Dan Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya ada tiga pahala yang menjadi kepunyaanmu dikala sakit. Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah SWT, doamu dikabulkan-Nya, dan penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu.”

lalu mengapa aku harus mengeluhkan sakitku. karena Allah memberikan rangkaian hadiah didalamnya,,??
tentu saja hal ini bukan berarti kita tidak perlu menjaga kesehatan, atau tidak memperdulikan hak-hak tubuh kita, suatu kewajiban kita adalah tetap menjaga kesehatan, sehingga kita bisa bekerja, mencari ilmu dan beribadah dengan baik. tapi jika saat kita merasakan sakit, sesungguhnya kita bisa mengambil hikmah dibalik sakit itu dan menikmati fenomena2 menarik disekitar ku yang mungkin sulit aku dapatkan saat aku sehat.

sambil membelai-belai rambut dibarani yang setia disekitar aku…
sesekali membuka mata dan melihat tinto setia ada disisi lain kamar ini sambil nonton televisi…..
aku memohon perlindungan untuk diri dan keluarga ku…lalu terlantun serangkaian doa…..

Robbana hablana min Azwajina wa dzurriyyatina Kurrota a’yun waj ‘alni lil muttaqiina imaama.”

Yaa..Alloh, berikanlah kami pasangan hidup dan keturunan yang menyejukkan hati dan jadikanlah aku sebagai pemimpin dari orang-orang yang bertaqwa.

dan tak lupa kulantunkan doa atas dosa2ku…baik yang aku sengaja maupun tidak, kecil maupun besar dosa yang pernah kulakukan…

Robbana dzolamna anfusana, waillam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal Khosirin. …

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

dan sakit ini terasa mampu di lewati karenanya.

aku juga menikmati keberadaan mereka2 yang menyayangi aku, melalui telepon, sms, inbox meski harus dibacain atau diterima oleh diba, rani atau tinto mereka, he he he. Jadi mohon maaf kalo tidak berbalas. Karena asisten ku hanya punya wewenang menerima tapi tidak untuk membalas kecuali diinstruksikan he he he.

lucu aja dikelilingi diba rani, mereka “mendadak” lebih manis dari biasanya. Lebih suka ada disekitar aku. Mungkin mereka anggap ini main dokter2an kali ya, lumayan buat aku ada perawat2 kecil yang siap sedia bolak balik lantai satu ke lantai dua rumah, siap sedia selalu ngambilin minum, ngambilin buah, ngambilin bubur, manggilin mbak, manggilin tinto…bahkan Diba bolak-balik ngukur suhu tubuh dengan thermometer, layaknya perawat yang sedang memeriksa progres kesehatan pasiennya.
buat mereka menyenangkan kali ya ada yang berperan jadi pasien beneran.he he he

bahkan tadi malam tuh aku refleks senyum2 sendiri, padahal sejatinya lagi susah senyum khan. Meski memejamkan mata tapi telingaku masih mendengar dengan baik. Banyak celoteh2 polos nan lucu antara diba dan rani… ah betapa indahnya dunia anak2.

aku senyum2 kecil waktu rani mengomentari syair nya lagu ADA Band yang sedang dinyanyikan oleh salah satu kontestan Indonesia Idol…
syair yang mengatakan “Rasanya ingin malam ini Menciummu hingga lemas” menghasilkan komentar polos rani…
“idih, jorok banget sih tuh lagu…..mencium kok sampai lemas” ha ha ha….

*apa yang engkau bayangkan wahai gadis kecilku …???
aku pun tersenyum2 sendiri…..xixixixixi

alhamdulillah, hari ini hari ketiga terbaring di tempat tidur….dengan kondisi yang lebih baik meski belum bisa melakukan aktifitas keluar rumah.
banyak yang aku dapatkan dalam sakitku, semua aku nikmati…..
nikmatnya kesabaran, rasa syukur, dan kasih sayang.

selalu ada keindahan di dalam badai sekalipun
terimakasih buat keluarga dan para sahabat atas doa dan perhatiannya.
insyaallah aku segera sembuh kok…..

nirmala, 26 april 2010

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge