ia kunamakan kasih

Aku menyembuhkan lukaku, lalu berdamai dengan hatiku.

Dengan kepala tegak menerima kenyataan hidup, lalu menjelma menjadi manusia baru.

Dan jika kau bertanya bagaimana bisa masih kusebarkan keindahan dihatimu maka jawabnya hanya “entahlah”

Yang jelas, hanya mereka yg bahagia dan damai dalam hidupnya yang mampu berbagi dan merasakan kebahagiaan orang lain.

Hasrat berbagi keindahan bukan lahir dari sebuah pengorbanan namun dari ketulusan.

Rasa itu ada, selalu mengawasi, menjadi bayang hening hidupmu, ikut merasakan gundah dan sakitmu namun tak ingin jadi bagian bahagiamu.

Ia tulus, tak menanti balas, dan tak inginkan apa.

Ia rentangkan lengan tuk duka menghambur, dua telinga tuk ribuan cerita, namun kembali menjadi bayang hening saat kamu kembali melangkah.

Seperti uap air saat tetesan air pertama yg jatuh kemuka bumi…harum

Seperti bunga kapas yg pecah terbawa angin…lembut

Ia ada dan bersemayam dihatiku

Ia….kunamakan kasih

Nirmala, saat ku terbangun pagi ini

25 sept 2011

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge