Home » Review and Event » I am Hope The Movie: Pentas Sang Pejuang Harapan

I am Hope The Movie: Pentas Sang Pejuang Harapan

Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata kanker. Terus terang, kata itu masih menjadi momok yang luar biasa buat saya. Memiliki riwayat keluarga dengan beberapa orang di antaranya adalah survivor cancer membuat saya akrab dengan kata ini. Namun oleh karena itu jugalah saya punya ketakutan tersendiri, terlebih beberapa dari mereka harus berpulang karena penyakit tersebut.

Latar belakang seperti di atas membuat alam bawah sadar saya selalu alert tentang hal ini. Dalam makna yang positif ini menjadi sebuah kesadaran untuk menjaga kesehatan dengan memerhatikan pola makan dan gaya hidup. Dalam ruang lingkup makro, saya memiliki ketertarikan dengan hal ini baik dalam bentuk informasi, pengalaman maupun aktivitas seperti membaca buku dan mendengar cerita-cerita mereka Sang Pejuang Harapan. Semuanya menginspirasi saya dan membuat saya mampu memghargai kehidupan.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah sebuah film tentang perjuangan dan harapan yang akan rilis bulan depan. Film yang berjudul I Am Hope, berkisah tentang dinamika perjuangan seorang gadis muda bernama Mia yang diperankan oleh Tatjana Saphira yang divonis mengidap kanker dan peran Maia, sebagai sahabat Mia yang diperankan oleh Alessandra Usman. Maia inilah yang menjadi semacam penyangga semangat dan inspirasi Mia untuk melalui tantangan demi tantangan menghadapi penyakit kanker dan memperjuangkan mimpinya berkarya.

Dalam press release-nya mengenai film I am Hope, Wulan Guritno mewakili Alkimia Production yang memproduksi film ini mengatakan bahwa:

“Kami bersyukur bahwa proses produksi  I am Hope berjalan lancar, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih atas dukungan banyak pihak. Harapan kami semoga film ini menjadi inspirasi perjuangan bagi banyak orang, termasuk yang saat ini sedang berjuang melawan kanker.”

Lalu bagaimana dengan penggarapan musiknyanya? Musik tentunya menjadi bagian tak terpisahkan dari film itu sendiri, sehingga untuk I am Hope, grup musik RAN sengaja digandeng Alkimia untuk semakin memperluas inspirasi dengan musik mereka. Lagu yang kemudian resmi digunakan sebagai soundtrack film ini berjudul “Nyanyian Harapan” yang dalam penggarapannya melibatkan 8 orang  Warrior Hope yang bernyanyi bersama RAN. Tentu saja ini menjadi kebanggan tersendiri bagi RAN bisa terlibat dalam I am Hope.

“Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari I am Hope melalui musik kami. Inspirasi para pejuang-pejuang harapan adalah suatu semangat yang perlu kita dukung dan sebarluaskan lebih lagi. Semoga kisah I am Hope ini menjadi pemicu lebih banyak aksi kebaikan.” Ungkap RAN.

Selain menghadirkan dua sosok aktris muda berbakat Tatjana dan Alessandra, film “I am Hope” yang disutradarai oleh Aldilla Dimitri ini juga didukung deretan aktor dan aktris kebanggaan Indonesia seperti Tio Pakusadewo, Fachry Albar, Feby Febiola, Fauzi Baadilah, Kenes Andari, Ariyo Wahab, Ray Sahetapy dan Ine Febriyanti. Flm ini disutradarai oleh Adilla Dimitri dan didukung oleh peraih piala Citra, Yudi Datau selaku Director of Photography. Melihat deretan nama-nama keren ini, rasanya tak sabar untuk segera menonton film-nya.

Gelang Harapan (Kado Gerakan Peduli Kanker)
Ada cerita yang menyentuh di balik lahirnya film ini. Film I am Hope ini awalnya terinspirasi oleh Gerakan Gelang Harapan atau Bracelet Of Hope. Film perdana Alkimia Production ini dibuat sebagai satu bentuk kepedulian dan kelanjutan dari Gerakan Gelang Harapan, yaitu sebuah gerakan peduli kanker yg dikemas secara muda, fun dan hip yang bertujuan untuk membangkitkan semangat akan harapan dan menyebarkannya serta menelurkan budaya dan tradisi solidaritas. Gelang ini dibuat dari kain perca sisa dari kain nusantara khas dari desainer kondang dan peduli kanker, Ghea Soekasah untuk semua penderita dan warrior kanker se-Indonesia.

Dengan film sebagai salah satu media kelanjutan project dari segmen hiburan yg dekat dengan masyarakat dan sebagai jendela universal yang bisa membawa lebih luas visi dan misi gerakan. Hal ini sangat bermanfaat untuk menyebarkan harapan dan semangat harapan, khususnya bagi para penderita kanker beserta keluarganya, dan umumnya bagi semua lapisan masyarakat tanpa kecuali untuk tetap menyalakan harapannya dan semangat perjuangannya untuk mencapai kesembuhan.

Sebagai bentuk integrasi antara perusahaan dengan gerakan sosial, Alkimia Production yang digawangi oleh Wulan Guritno, Amanda Soekasah dan Janna Soekasah-Joesoef selaku tim produser, berkomitmen untuk menyumbangkan sebagian profit dari penjualan tiket Film “I am Hope” melalui Gerakan Gelang Harapan kepada penderita kanker dan keluarganya yang tidak mampu.

Sinopsis:
Penasaran bagimana jalan cerita film ini. Saya ceritakan sedikit ya sinopsisnya. Cerita ini menjadikan Mia 21 tahun (Tatjana) sebagai tokoh utama dalam cerita. Mia adalah seorang perempuan yang sangat berkeinginan keras untuk membuat pertunjukan. Namun mimpi tersebut harus terhenti sementara karena ia divonis mengidap kanker, penyakit sama yang pernah merenggut nyawa sang ibunda. Mia yang berasal dari keluarga serba berkecukupan, kini pun sudah hidup ala kadarnya karena biaya pengobatan ibunya terdahulu.

Semenjak vonis kanker kembali terdengar di telinganya, di saat itu juga ia merasa seluruh pengalaman kelam yang pernah menimpa keluarganya akan kembali terulang. Ayahnya (Tio Pakusadewo) akan kembali terpuruk, ekonomi makin merosot, dan yang paling tergaris bawah merah baginya, adalah mimpinya yang perlahan akan sirna. Namun demikian, Mia selalu ditemani oleh Maia, yang terus setia dan bersikap positif disampingnya.

Mia pun tegar berjuang menguatkan dirinya untuk menghadapi beberapa proses kemoterapi, sampai hampir seluruh tabungan yang telah ia persiapkan untuk membuat pertunjukan habis terpakai. Pada suatu hari di antara ronde-ronde pengobatan yang ia jalani, Mia mencoba untuk menghubungi salah seorang produser pertunjukan ternama melalui alamat yang ia miliki.

Semua kisah dalam “I am HOPE” the Movie mampu membangkitkan harapan di tengah keterpurukan. Bagaimana Mia menjadi simbol dalam perjuangan untuk menggapai impian di tengah kondisinya yang terpuruk.

Bagaimana kisah akhir Mia sebagai simbol Harapan?

Penasaran? Harus nonton film ini kalau begitu.

Dont Miss It!! segera tayang di 18 Februari 2016

*Photo credit Cinema XXI dan KOPI

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Kulit Kering dan Tumit Pecah-pecah? Ternyata Gampang Mengatasinya!

Kulit kering dan tumit pecah-pecah itu bagi saya bukan hanya sekedar mengganggu penampilan namun juga mengganggu ...

5 comments

  1. Avatar

    Semoga bisa nontooon…., kalo baca sinopsisnya…sepertinya ceritanya seru juga ya mba Don..
    Ika Puspitasari recently posted…Tentang PersahabatanMy Profile

  2. Avatar

    Buuu Dooonnn… nobar, yuk! Inspiring!

  3. Avatar

    setelah baca sinopisnya jadi pengen nonton, pasti bagus dan inspiratif ya mbak filmnya
    selvy recently posted…Senja eksotis di Lawangwangi Creative Space, BandungMy Profile

  4. Avatar

    wulan kereeenn. aku pengin nonton film ini, semoga masuk bioskop sini. kadang bioskopnya updatenya lama 😀
    Ila Rizky recently posted…Serba-serbi Tren Fashion 2016My Profile

  5. Avatar

    wah, masuk daftar film yang perlu ditonton kayaknya..

    makasih infonya mba Donna 🙂
    zata recently posted…Produk Berbasis Propolis Asli Indonesia DiluncurkanMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge