Hukum Truk Sampah….

Aku cantik sekali hari ini…he he he

menggunakan terusan merah bermotif kartun hitam….dengan tubuh segar habis mandi sore selepas tidur siang membalas gangguan tidur nyenyak tadi malam karena harus membaca materi ujian tadi pagi di Bogor….aku berangkat ke kampus….

lambaian tangan dibarani dan ayah mereka yang mengantarku kubalas dengan senyuman seindah hatiku hari ini…dan menebarnya ke beberapa karyawan yang aku temui saat menuju ruangan ku

ah…kalo kita berdamai dengan hati..indah rasanya..

Namun…..beberapa saat menjelang, terpana aku melihat wajah kusut, menyapaku datar, mengatakan sesuatu seolah tak ingin.

Ah….membuatku bertanya-tanya, ada apa?

ketika pembicaraan dimulai pun, nada suara tinggi tak nyaman didengar pun keluar dari bibir yang seharusnya manis bila tersenyum….

tapi aku tak mau membiarkan ini merusak sore indahku, merusak bahagia candatawa dibarani dimobil yang masih melekat hangat…

aku punya segudang bahagia yang tak seorang pun berhak merusaknya…

aku kembali tersenyum

biarkan saja….

lalu aku teringat catatan seorang teman, Santie,yang di wall nya selalu punya banyak catatan untuk belajar menjadi bijak.

catatan dari inbox seorang teman lain..thanks juga temans

thanks udah tag aku di notes itu sant….

kubuka lagi dan kutulis ulang

selamat menikmati

semoga bisa menjadi inspirasi

======================================

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut. Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &mulai menjerit ke arah kami.

Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut.

Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat.

Maka saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut “Hukum Truk Sampah”..

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah.

Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.

Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kepada anda.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.

Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.

Selamat menikmati hidup yang diberkati & bebas dari “sampah”

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge