Home » Family and Parenting » have a nice weekend…….?!

have a nice weekend…….?!

Sering banget ya kita mengucapkan kalimat itu…..”have a nice weekend…!!”. Kalimat itu menggambarkan seolah-olah weekend kita bakal menyenangkan. Buat kami sekeluarga rasanya sudah lama sekali kami gak merasakan betapa “nice” nya weekend. Terutama buat aku, semenjak Program Ekstensi Sabtu Minggu Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya berdiri kami sekeluarga terpaksa menyesuaikan diri dengan kondisi yang jarang sekali bisa menikmati akhir pekan. Pertama-tama sih kayak orang aneh jadinya, Sabtu Minggu orang2 pada libur aku lagi ngajar atau kerja di kampus. Orang-orang lagi pada jalan-jalan ke mall, kami berdua suami istri sibuk ke pertemuan bisnis jaringan yang sedang kami bangun…..duh dimata orang-orang dekat kami sepertinya kami ini orang-orang gak normal.

Tapi kehidupan terus berjalan, kami sekeluarga mulai terbiasa dengan pola yang gak umum ini. Anak-anak pun gak menuntut harus ada acara yang spesial di setiap akhir pekan. Tapi kami juga gak mau menjadi keluarga yang bertingkah laku seperti mesin uang, yang hanya kerja dan kerja tuk mendapatkan uang dan uang. kami mencari celah untuk mengganti ritual akhir pekan tersebut dengan berbagai cara. Anak-anak kebetulan baru berusia pra sekolah jadi kami gak punya masalah dengan keterbatasan waktu yang mereka miliki, tinto nya anak-anak sebagai agen asuransi bekerja paruh waktu dan tidak terikat oleh jam kerja, kami bisa kapan saja mengambil waktu senggang tuk refreshing tanpa harus menunggu akhir pekan. Ternyata kami lebih bisa menikmati kegiatan keluarga justru bukan di akhir minggu, justru di hari-hari kerja, di hari kerja diluar jam berangkat dan pulang kerjanya orang-orang kantoran jalan-jalan di Jakarta relatif lebih lengang, gak tersiksa oleh macet, tempat-tempat hiburan gak penuh sesak. Parkiran di mall pun lebih lapang jadi gak harus keliling2 cari parkiran. Kita juga bisa dengan leluasa pulang kerja sehabis magrib ngeluyur ke arah puncak tuk sekedar beli ubi cilembu atau ke At’taawun tuk menikmati wedang jahe atau jagung bakar. Dan juga lebih hemat lho, karena pada weekday biasanya rate hotel lebih murah dibanding weekend. Kolam renang hotel gak rame…..pokoknya enjoy deh. Dan kami jadi sangat nyaman dengan kondisi itu.

Sebagai pembanding nih….kemarin tanggal 8, 9 September adalah minggu terkahir sebelum memasuki Ramadhan 1428 Hijriyah. Aku sengaja ijin gak kerja karena selain dah janji ama anak2 yang belum kesampaian tuk ke puncak siang hari aku juga diundang anak2 Teknik Kimia angkatan 2002 tuk ke acara student day di Perkebunan Teh Ciliwung. Kami keluar rumah siang hari setelah makan siang…..dan apa yang kami hadapi pertama? Di jalan Radar Auri menuju pintu tol cibubur mobil sudah berjalan perlahan, namanya juga weekend. Kami harus keluar tol Bogor karena kami harus mengunjungi teman kami dulu di sana sebelum ke puncak. Lagi-lagi kami harus merayap di pintu keluar Bogor. Dipertigaan lampu merah Baranangsiang kami juga gak bisa langsung belok ke kanan dan dibuang ke kiri kearah Tajur dan berputar arah….duh lagi-lagi dengan kondisi merayap. Namanya juga weekend…di Bogor pula, di kota dengan sebutan kota sejuta angkot. Selesai urusan di Bogor baru lah kami bergegas menuju puncak karena sudah jam 3 sore, ternyata penderitaan kami belum berakhir, selepas pintu tol Ciawi kami benar2 merayap ke puncak…..gak ada bagian jalan yang kosong, meter demi meter harus kami lalui berjam-jam. Ruas jalan menuju puncak maupun Jakarta keduanya rapat…..istilah nya sih “Pamer Paha”….alias padat merayap tanpa harapan…..dan tepat azan magrib kami baru sampai di Perkebunan Teh Ciliwung. Gagal deh rencana Tea Walk sambil menunggu matahari terbenam, batal deh acara renang karena hujan kemudian turun….yang ada sih perut lapar, kaki pegal dll. Lalu dimana “Have a Nice Weekend” nya…?!

Penutup dari cerita kami ini adalah bahwa aku rasanya sudah tepat menjadi bukan orang rata-rata. Keputusan untuk tidak mau diperbudak oleh jam kerja dan pemilik perusahaan adalah visi kami lima tahun ke depan. Dan aku bersyukur punya pasangan yang memiliki visi yang sama. Bekerja di tempat yang sekarang adalah untuk memback up pendapatan aktif kami saat ini dan tempat untuk berkarya dan beramal. Membangun jaringan adalah strategi kami untuk meback up pendapatan pasif kami di masa yang akan datang. Sudah masanya kita menjadi pribadi dan keluarga yang betul-betul mandiri, tidak tergantung kepada orang lain atau perusahaan dalam menentukan masa depan kita. Ngapain juga punya waktu cuma sabtu minggu untuk keluarga yang dengan gambaran kondisi di Jakarta toh tidak juga bisa dinikmati….

Jangan katakan kita tidak punya pilihan……peluang selalu ada tergantung pada kesempatan dan kesiapan. Ada kesempatan tapi gak siap juga gak bisa, siap tapi gak dapat kesempatan juga gak tau harus melakukan apa. bangun pondasi kemandirian kita mulai hari ini…..dan……”have a nice day…..everyday”.

…….....tuk mendapatkan hal-hal yang orang rata-rata tidak dapatkan adalah
dengan melakukan hal yang orang rata-rata tidak lakukan……….


…..the enemy a great life is good life……….

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Emakku Superhero

Ya, memang julukan yang mungkin terasa cukup aneh. Apalagi bunda sebenarnya memang gak punya mata ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge