Saturday, October 31, 2020
Home » Pelangi Jiwa » Happy Berseri Mama dan Papa, 48 tahun wedding anniversary

Happy Berseri Mama dan Papa, 48 tahun wedding anniversary

Saya sering berseloroh, kalau ada orang yang harus disalahkan karena saya suka pelesiran, maka dua orang yang saya sayangi ini yang akan menjadi tertuduhnya. Tentu saja ini bukan ungkapan kekesalan, namun justru ungkapan sayang penuh canda, karena sesungguhnya, kalau saya harus menyebut siapa yang paling berjasa membentuk sosok saya saat ini, maka mereka orangnya, Mama dan Papa. Dan tulisan ini saya dedikasikan buat mereka berdua,  yang pada hari ini usia pernikahannya tepat 48 tahun. Happy berseri ya mam, pap….

FB_IMG_1442911284517

Saya menyebutnya Happy Berseri, bukan Happy Anniversary seperti kebanyakan orang. Entah kenapa, istilah yang bermula dari guyonan ini justru kemudian jadi ungkapan sayang kami sekeluarga untuk beliau berdua di tanggal 22 September 2015. Kami sekeluarga memang suka bercanda, ada saja hal yang bisa dijadikan bahan ledekan atau guyonan. Termasuk bercanda soal istilah happy anniversary yang terpleset di lidah mama menjadi happy berseri xixixi.

Tapi apapun itu, ucapan adalah doa. Kami memang berharap mama dan papa selalu berseri bersama kami di usia mereka yang terus bertambah. Berharap mereka selalu berseri dalam lindungan Allah yang melimpahkan kasih sayang buat mereka dalam sehat, bahagia dan sejahtera. Selalu berseri dalam kebersamaan dengan kami dan bermain dengan cucu-cucunya. Selalu berseri meski kini lebih sering berdua saja.

Mama dan papa adalah role model kami. Perpaduan dua karakter yang berbeda yang memberikan nuansa unik dalam tumbuh kembang kami empat orang anak-anaknya. Keduanya memberikan sentuhan yang nyata pada pembentukan karakter kami. Mama cenderung extrovert, dominan di karakter koleris dan sanguin. Sedangkan papa justru cenderung introvert yang plegmatis dan melankolis. Perpaduan keduanya menghadirkan keempat karakter itu dalam sentuhan keluarga kami.

Menyenangkan karena kami kemudian belajar banyak dari berbagai sisi. Kami belajar kuat dan disiplin dari mama yang waktu kecil sih kami anggap galak dan cerewet hahaha (maaf ya, mam). Mama wonder woman sekali. Pagi-pagi sudah nyetir mobil mengantar kami ke sekolah, siang menjemput kami sembil mengantar makan siang papa. Sore beliau me time dengan urusan kerja sosial dan olah raga, entah senam, yoga atau sekedar kumpul di lapangan tenis. Perempuan yang nggak betah diam.

Di rumah beliau punya mesin jahit dan sering menjahit pakaiannya sendiri. Tak cuma pakaian lho, gorden dan sprei pun beliau jahit sendiri. Urusan masak dan bikin kue beliau jagonya. Bahkan mencukur rambut papa juga bisa. Sebenarnya bisa juga sih potong rambut saya, tapi karena saya pernah pundung nggak puguh gara-gara model potongannya saya nggak suka, maka beliau ikutan pundung nggak mau memotong rambut saya lagi sejak itu hehehe.

Tapi dari mama juga kami belajar bahwa dunia ini asyik dan penuh warna. Langkah beliau panjang. Meski sudah berusia lanjut masih bisa menikmati kegiatannya dengan seru. Jangan tanya kalau sekedar Thamrin City, keluar kota saja mama masih bisa keluar sendirian. Bahkan di usianya yang sudah lanjut masih sesekali traveling ke luar negeri bahkan dengan sahabat-sahabat beliau sesama oma-oma.

Papa, seorang family man sekali. Bahasa kasihnya waktu yang berkualitas dan kata-kata pendukung. Guardian angel buat kami anak-anaknya. Tak heran bila momen-momen istimewa bagi beliau adalah saat bersama kami, anak-anak dan cucu beliau. Papa nggak terlalu banyak bicara, tapi tetap menjadi teman ngobrol yang menyenangkan dan pendengar yang baik. Paling hobi kalau hang out atau traveling bersama keluarga. Dan ini menjadi bagian yang paling menarik dalam keluarga kami.

Sejak kecil kami sudah biasa jalan-jalan, entah sekedar piknik atau traveling. Terlebih pekerjaan papa memungkinkan kami tinggal di beberapa kota di Indonesia sehingga kami punya kesempatan untuk melihat lebih banyak tempat dan punya pengalaman lebih banyak pula. Di setiap daerah yang kami tinggali, biasanya tiap akhir pekan kami pergi ke tempat-tempat yang menarik di kota tersebut. Saat libur sekolah atau tanggal merah kita berpergian ke kota-kota terdekat tempat kami tinggal. Menyenangkan sekali.

Dari mereka pula saya belajar tentang bahagia, dari banyak hal-hal kecil yang mereka lakukan. Sehingga definisi bahagia buat saya adalah bukan berapa banyak harta yang kita punya, namun berapa banyak kita bisa berbagi. Bahagia itu adalah punya orang-orang yang bersama mereka kita bertumbuh dan saling sayang. Bahagia itu adalah bisa bersama mereka menikmati momen-momen kebersamaan yang hangat dan berkesan.

Maka di hari istimewa mereka, terlantun serangkaian doa, semoga mama dan papa senantiasa berlimpah sehat, bahagia dan sejahtera, rukun berdua, langgeng dan tetap menjadi role model yang kami banggakan. Semoga kami juga bisa membuat mama papa bangga dan bahagia. Semoga Allah berkenan melimpahkan kasih sayang, menjaga kehidupan mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kami bangga terlahir dari kalian berdua.

Happy berseri mama, papa, akeng, nyai… we love you so much….

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge