Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Berkunjung ke Perkebunan Teh di Kawasan Wisata Gunung Dempo, Pagar Alam

Berkunjung ke Perkebunan Teh di Kawasan Wisata Gunung Dempo, Pagar Alam

Di kaki Gunung Dempo kini saya berdiri, menikmati kota Pagar Alam dari ketinggian sambil menghirup dalam-dalam udara segar khas pegunungan. Suasananya mirip dengan daerah Puncak Jawa Barat. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah pepohonan teh nan hijau membentang bagai permadani raksasa yang menyelimuti permukaan bumi. 

O

Perjalanan ini masih dalam rangkaian Lebaran Trip 2015 kami sekeluarga. Sejak awal keberangkatan, tempat ini telah menjadi salah satu destinasi yang akan kami kunjungi. Bertolak dari Dusun Mengkenang, tempat kami menginap di Kabupaten Lahat, Kawasan Wisata Gunung Dempo dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi sekitar 2,5 jam lamanya, atau berjarak 250 km dari Kota Palembang. Seperti biasa, layaknya perjalanan melintasi beberapa dusun di wilayah Sumatera Selatan, kami harus menempuh perjalanan berkelok-kelok, mendaki dan menurun. Meski tak seluruh ruas jalan yang kami tempuh adalah jalan besar, namun jalan raya yang kami lalui relatif dalam kondisi mulus. Kewaspadaan harus tetap dijaga karena ada beberapa titik memiliki tikungan yang sangat tajam hingga membentuk huruf U dan berbatasan langsung dengan sisi jurang.

O

Selain pemandangan alam, perjalanan juga disuguhi aktifitas penduduk lokal. Saya senang memperhatikan bagaimana bentuk dan beragam jenis rumah mereka sambil memperhatikan mereka saat melakukan kegiatan sehari-hari. Sebagai wilayah yang memiliki Kopi, Lada dan Cengkeh sebagai komoditi primadona, kegiatan mereka sebagian besar adalah mengurusi hasil kebun. Merupakan suatu pemandangan yang sangat biasa di sini kita melihat penduduk sedang menggiling kopi mereka atau sedang menjemurnya.

O

Ada juga kebiasaan unik yaitu menjemur kopi di tengah jalan. Mereka membiarkan roda-roda kendaraan yang lalu lalang menggilas biji-biji kopi yang sedang dijemur. Tujuannya tak lain adalah untuk memisahkan biji kopi dari kulit terluarnya. Pada kondisi normal, proses pengeringan biji kopi ini berlangsung selama 8-10 hari. Minuman Kopi yang baik dihasilkan dari biji-biji kopi yang masak di pohon dan telah berwarna merah, namun biasanya tak selalu yang telah berwarna merah saja yang dipetik para petani, yang telah tua dan berwarna hijau kekuningan juga ikut dipetik.

O

Tujuan utama kami berkunjung ke kaki Gunung Dempo yang memiliki ketinggian 3.196 MDPL adalah melihat perkebunan teh yang terkenal itu. Konon kabarnya Teh Gunung Dempo itu terkenal hingga manca negara dan 90 persen kualitas terbaiknya di ekspor ke luar negeri seperti ke India dan Eropa. Sedih juga ya kita hanya menikmati yang 10% dan itu pun bukan kualitas terbaiknya. Itu pun dijadikan sebagai campuran racikan teh pabrikan lain sehingga ciri khas teh Gunung Dempo yang berwarna hitam, aroma yang tajam dan rsanya yang lebih sepat itu hilang. 

20150716_130622

Selintas memandang, saya melihat perkebunan teh ini tak jauh berbeda dengan perkebunan teh di Kawasan Puncak Jawa Barat. Bedanya di sini suasananya masih sangat tenang. udaranya terasa begitu segar dan terasa bersih dihirup saat bernafas. Tak banyak pengunjung saat kami berkunjung, kendaraan pun tak banyak yang lalu lalang. Alih-alih macet dan harus mengikuti jam buka tutup jalur seperti di Puncak Bogor, di sini kendaraan melaju lancar tanpa hambatan. Selain itu suasana libur jelang lebaran juga membuat saya tak menemukan aktifitas para pemetik teh yang menurut informasi bisa menghasilkan 40 ton pucuk teh basah setiap harinya. wow… 

20150716_132528

Hamparan pohon-pohon teh diselingi tanaman keras yang tinggi menjulang mendominasi pemandangan di sini, begitu asri berpadu dengan gunung dan perbukitan yang kebiru-biruan. Tak terlihat vila-vila bertaburan seperti di wilayah Puncak Bogor di wilayah ini, karena memang wilayah seluas 1.478 hektar ini dikelola oleh P.T. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Pagar Alam  Sumatera Selatan. Tak heran bila mata benar-benar dimanjakan di sini, sejauh mata memandang yang ada hanya bentangan alam berselimut hijau tanaman teh.  Sejuk di mata, sejuk di hati, sejuk di badan, perfecto! Lain kali kalau datang lagi harus bermalam di sini. 

Yuk kita foto-foto dulu biar jangan dibilang hoax hehehe….

O

O

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

14 comments

  1. Avatar

    aku belum pernah kemari Mba, rasanya fresh bener menikmati kebun teh yang sangat luas itu
    Salman Bluepacker ID recently posted…Nuansa Batik di BATIQA Hotel CirebonMy Profile

  2. Avatar

    Kebun teh pagar alam… tempat maenku saat liburan masa kecil…. ada byk vila kok mbak… heheh… slm knal mbak

  3. Avatar

    Foto-fotoan itu yang terakhir, hehe.
    adi pradana recently posted…Rumah Batu Akik Ngrojo, mengangkat potensi batu akik di Kulon ProgoMy Profile

  4. Avatar

    Melihat hamparan kebun teh, gunung, dan awan, ingat perkebunan teh di Solok, Sumbar. Jadi kangen main di kebun teh. Apakah di sini ada fasilitas wisata, Mbak? Semacam warung makan atau tempat menginap?
    Evi recently posted…Naik Bus Dari Larkin ke Melaka SentralMy Profile

  5. Avatar

    wah itu lagi man foto-fotoan mbak 🙂
    Lidya recently posted…Berbagi Cerita Berbagi Cinta – Stories From The HeartMy Profile

  6. Avatar

    cantik banget ya mbak pemandangannya …jepretannya bagus mbak salam kenal

  7. Avatar

    Indah, asri, sejuk pokoknya cocok buat refreshing atau melupakan sementara segala kepenatan 😀
    Ini ada dalam wishlist saya …
    Mudah2an sempat ke sana 😀
    Ani Berta recently posted…Memasak Adalah Karya SeniMy Profile

  8. Avatar

    Pemandangannya sungguh luar biasa, indahnyaaaa ^^
    Titis Ayuningsih recently posted…Dunia Usaha Menggoda?My Profile

  9. Avatar

    Keren abis pemandangannya… Segar banget melihatnya..

    @ranselahok

  10. Avatar

    Pemandangan perkebunan teh selalu menyejukan hati,
    Beruntung rasanya saya tinggal daerah puncak sekarang, sehingga tiap hari bisa menghirup udara segar.
    Cuma kalau mau ke jakarta, selalu macet jadi masalah utama.
    Muhammad Akbar recently posted…10 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Liburan di MakassarMy Profile

  11. Avatar

    Wih, bagus banget Mba. Terutama ada kopi hehe. Ternyata Palembang bukan cuma Pempek aja ya.

  12. Avatar

    bagus banget mbak donna pemandangannya, sejukkkk

  13. Avatar

    seperti Kebun Teh Nglinggo mbak 😀 serupa tp tak sama hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge