Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » dunia dengan manusia terluka, marginal, dan terkhianati…..

dunia dengan manusia terluka, marginal, dan terkhianati…..

Judul di atas aku kutip dari sebuah pengantar yang ditulis oleh Richard Oh pada sebuah buku kumpulan cerpennya Djenar Maesa Ayu yang tadi sore saya buka kembali waktu saya mengisi hari libur 1 Muharam 1429 Hijriyah dengan beres-beres bagasi mobil. Maklum lah, bak kura2 ninja, mobil bagi aku seperti rumah yang portable yang isinya muacem2 dari yang penting2 sampe yang remeh2, dari aminah sampe zuleha ada disitu. Termasuk sejumlah buku yang tergeletak manis di bagasi mobil yang berpindah dari rak buku yang ada di rumah, dari buku ngajar, modul, literatur, kamus, notes, novel, yang dengan berbagai alasan bisa ada di mobil.

Bukan isi buku itu yang mau aku tulis hari ini tapi kutipan pengantar buku itu. Dulu2 sih kutipan kalimat pengantar itu suka aku pakai untuk mendeskripsikan isi buku sebagai upaya tuk menjelaskan kepada beberapa teman yang suka salah kaprah terhadap tulisan2nya Djenar yang memang punya gaya yang beda cara menulis cerita. Supaya “jangan menilai buku dari kulitnya”. Tapi kali ini tulisan itu klik dipikiran aku tadi pagi seusai nonton Oprah Winfrey Show di Metro TV. Oprah tadi pagi mendatangkan bintang tamu dan membahas tentang Hukum Ketertarikan sebagai bahasan lebih lanjut sebuah buku yang berjudul “The Secret”. Yang isi nya kurang lebih menjelaskan bahwa manusia dengan Hukum Ketertarikan : Hukum yang menjelaskan bahwa manusia akan mendapatkan energi dengan jumlah yang sama besar dengan energi yang dilepaskan tuk memberikan kehidupan yang luar biasa. Detail isi buku itu aku gak tahu karena episode sebelumnya gak aku ikuti dan aku memang belum membaca buku itu. Tapi ini memperkaya mata hati aku aja bahwa berpikir positif saja tidak cukup. Namun diperlukan beberapa hal lain. Ntar lah aku cari bukunya baru aku bisa tulis reviewnya. Terus apa hubungannya dengan judul diatas….?

Nah sebelum kita menemukan relasi antara The Secret dengan pengantar di bukunya Djenar aku tulis dulu ya kutipannya:

.……Djenar Maesa Ayu menampilkan satu dunia yang dipadati manusia terluka, marginal dan terkhianati. Tak ada pijakan yang kokoh dalam dunia ini. Komitmen dapat berubah setiap saat, ikatan tidak dapat mengikat, dan logika tidak punya validitas. Karakter-karakter yang bermunculan dalam cerpen-cerpen tersebut boleh dikatakan semuanya antihero. Jangan berharap mereka akan membawa berita segar tapi jangan pula mengira mengemis pengertian dan empati kita. Tidak, mereka eksistensialis, karakter2 penuh paradoks, tercipta dari lingkunga yang brutal. Mereka adalah steel magnolia di tengah kehidupan kita. Dengan mengikuti perjalanan karakter2 ini terasa sekali kita menangkap mereka dalam suatu perjalanan yang krusial sehingga KITA BELAJAR sedikit tentang diri kita, beban2 yang ditumpukkan di bahu kita oleh teman2 kita, pasangan kita atau lingkungan pergaulan kita…………

Kutipan diatas buat aku tidak sekedar menggambarkan karakter2 yang ada dalam cerita melainkan sebuah bingkai gambar bahkan mungkin cermin kehidupan kita. Betapa banyak orang yang terluka, kaum marginal dan orang2 yang dikhianati di sekitar kita. Yang dengan sadar merasa berhak memilih cara hidup atau tanpa sadar memilih jalan kehidupan yang bagi sebagian orang “bermoral” dianggap tidak pantas. Padahal mungkin saja “moral” itu tak lebih bagai pakaian penutup luar orang2 yang merasa bermoral yang harganya bisa saja hanya sebesar “lima ribu rupiah dapat tiga”.Itulah dunia kita, dunia yang mirip dengan dunia yang digambarkan Djenar, yang tokoh2 sesungguhnya bisa saja orang yang kita kenal, atau tidak kita kenal, orang yang kita hormati atau bahkan jangan2 tokoh itu adalah kita sendiri…..

Kembali ke Oprah Winfrey, diskusi tadi pagi membuat aku berharap semoga orang2 terluka tadi, terkhianati dan marginal bisa mendapatkan “secret” hidup mereka. Keluar dari kemelut hidup mereka, entah itu secara finansial, relationship, dan spiritual. Diawali dengan dua kata kunci yaitu “bersyukur dan memaafkan”, dua hal yang kellihatan sederhana tapi gak mudah. Setelah itu kenali energi positf yang kita punya dan lepaskan dalam berbagai bentuk2 seperti melayani, bekerja dengan cinta, hargai keberhasilan orang lain dst dst.maka energi tiu akan kembali lagi kepada kita. Tulis kondisi apa yang tidak kita inginkan dan identifikasi apa yang membuat kita tidak berada pada kondisi itu dan LAKUKAN. Jangan mencoba karena mencoba adalah gagal dengan terhormat. Lakukan atau tidak lakukan, itu aja…..

Terakhir…..tidak memafkan adalah salah satu bentuk penyiksaan diri dan akan memberi sinyal pada alam bahwa anda “menginginkan” hal itu terjadi lagi…..

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge