Home » Family and Parenting » Disini…..Letaknya Bahagia

Disini…..Letaknya Bahagia

Menyaksikan thriller “Garuda di Dadaku sebelum film itu beredar di bioskop, mengingatkan aku pada satu adegan yang sama yang pernah aku lihat namun di film yang berbeda. Adegan ini sungguh aku suka….dan aku suka lakukan di saat2 aku butuh penguatan entah mungkin saat itu aku sedang lemah, takut, gundah atau sekedar miris melihat hal2 di sekitar aku.

Bayu…bocah tokoh utama di film Garuda di Dadaku itu mengepalkan tangan kanannya dan meletakkan di dada kiri nya, menyatakan suatu penegasan tekadnya mencapai impian untuk menjadi tim sepakbola nasional dengan memakai kostum dengan lambang Garuda di dada kirinya. Bagi aku, bahasa tubuh seperti itu akan membangkitkan semangat juang seseorang untuk berani berjuang mencapai sesuatu yang dia impian.

Di lain film, adegan ini dilakukan juga oleh sang tokoh. Sayang aku lupa judul filmnya…namun aku ingat sekali dialog yang mengiringi adegan ini, dia mengatakan kalimat yang kurang lebih seperti ini, “ragamu telah lama pergi dari hidupku, meninggalkan sejumlah tanya yang tak terjawab, namun aku tak perduli karena ada yang tak mampu kamu bawa pergi, dia tersimpan rapi ….disini….*sambil meletakkan kepalan tangan kanan di dada kirinya.
Wuih….waktu nonton film itu, rasanya aku hanyuuuut dalam melow2 yang gak jelas he he he. Ada cinta yang tertinggal di dadanya he he he

Nah….kalo di film yang satu lagi nih….adegan itu digunakan untuk menyatakan sesuatu yang sungguh aku suka…..menyatakan bahwa segala sesuatu nya bukan berada diluar sana, bukan pada diri orang lain, atau ada pada kehidupan orang lain tapi ada pada diri kita sendiri. Bila diterjemahkan dalam kalimat mungkin kalimatnya “aku bahagia dengan apa yang aku punya”

Kita acapkali menyalahkan dunia untuk semua keadaan yang tidak kita suka. Kita sering kecewa pada perilaku orang lain, kita gak bosan2nya berkeluh kesah tentang cuaca yang panas, hujan, dingin, angin…., makanan yang tidak enak, pelayanan yang kurang ramah, jalanan macet, becek gak ada ojeg, dan kita sering sekali menaruh harapan pada orang lain, kemudian berharap kenyataan selalu berpihak pada harapan kita…

Make Today Count, Maxwell, J.C sengaja aku baca lagi pagi ini, untuk menguatkan bimbang hati sebelum berangkat ke Bogor. Karena aku mulai bias dengan esensi hal yang harus aku lakukan. Aku mulai hendak merendahkan diri dengan mengatakan bahwa yang aku gundah tentang penelitian ku karena topik yang diberikan tidak menarik, jurnal nya susah di cari, laboratoriumnya gak di Jakarta, pembimbingnya orang sibuk, teman2 satu tim berganti topik dan sudah mulai kerja sehingga aku ketinggalan…dan sejuta alasan bodoh lainnya yang tentu mampu dengan mudah aku buat untuk sekedar melegalkan kamuflasi ketidakmampuan ku menghadapi kendala.

Tak mau berada dalam situasi itu segera kubuka halaman yang sudah aku beri tanda sebelumnya pada buku kecil yang selalu ada dilaci mobil. Dihalaman buku yang selalu aku bawa tersebut ada sebuah kisah menarik tentang seorang wanita tua yang buta dan hidup sendiri karena suaminya sudah meninggal dunia. Karena tak mampu lagi merawat rumahnya maka dia memutuskan untuk pindah ke sebuah apartemen kecil. Saat hendak masuk untuk pertama kali ke apartemennya, petugas yang mengantarnya menggambarkan secara rinci isi apartemen tersebut. Dia ingin menggambarkan betapa nyaman dan indahnya apartemen tersebut. Namun sebelum dia selesai mengatakan hal tersebut wanita tua itu menghentikan nya dan mengatakan bahwa petugas itu tidak perlu melanjutkan penjelasannya. Wanita itu mengatakan bahwa, meskipun dia tidak bisa melihat, kenyamanan nya tidak tergantung pada apa yang dia punya tapi tergantung pada bagaimana dia berpikir tentang apa yang dia punya.

Aku mengingatkan diri dari cerita itu, bahwa bukan masalah yang membuat aku tidak berani melangkah namun bagaimana pikiran ku lah yang membuat semuanya menjadi kacau.
Tidak ada jaminan bahwa semuanya akan menjadi mudah meski kita sudah berpikir dengan benar, namun sikap kita terhadap masalah itu dipastikan berbeda dibanding bila kita berpikir salah.

Jangan melihat masalah itu ada pada orang lain, dan jangan sekali2 berpikir bahwa kebahagiaan ada diluar sana. Kita yang bertanggungjawab dengan diri dan kebahagiaan kita, bila orang lain melengkapi maka itu bonus namanya. Berhentilah mengeluh …..Kepalkan tangan kanan kita, letakkan didada kiri, pejamkan mata dan katakan…aku akan kuat, aku akan bahagia karena semua itu sudah ada disini….bukan di luar sana

Jakarta,
1 Agustus 2009

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Emakku Superhero

Ya, memang julukan yang mungkin terasa cukup aneh. Apalagi bunda sebenarnya memang gak punya mata ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge