Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Dibuang Sayang: Postcard Lebaran 2015

Dibuang Sayang: Postcard Lebaran 2015

Ini postingan yang paling egois menurut versi saya yang saya muat di blog dalam beberapa tahun terakhir. Sudah jarang sekali saya memajang banyak-banyak foto diri beberapa tahun silam. Kalau pun ada, frekuensinya paling sesekali saja, itu pun biasanya beramai-ramai dengan keluarga atau sahabat dalam momen tertentu. Selebihnya ya untuk mengganti profil picture di akun sosial media saya, itu pun belum tentu terjadi satu kali dalam satu bulan.

Namun malam ini, sambil kuat-kuatan dengan virus influenza sweat dan radang tenggorokan yang datang menyerang, saya sedang ingin meringankankan kerja otak saya dengan melihat-lihat koleksi foto lebaran yang baru saja usai beberapa minggu yang lalu. Beberapa di antara foto-foto tersebut menjadi favorit saya. Bukan proses yang sederhana juga sih, karena saya tetap harus memilih sedikit saja diantara begitu banyaknya foto. Dengan teknologi masa kini,  bisa ratusan foto lho yang diambil dalam hitungan jam. 

Saya sering gemes, dari ratusan foto, kadang saya hanya mendapat satu dan dua saja yang “berjiwa”. Bahkan dalam suatu perjalanan saya pernah kesal dengan diri saya karena merasa tak satu pun foto saya yang membuat saya jatuh hati nicesmell. Namun foto-foto ini berbeda, mungkin tak menarik buat orang lain bahkan mungkin juga tak menarik dipandang dari sisi fotografi. Tapi buat saya ini memorable sekali. Yuk kita lihat satu per satu foto dibawah ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Foto ini menarik buat saya karena suasana sekitarnya, terutama bukit di belakang kami. Sebagai istri yang memiliki suami yang tak doyan difoto, maka momen-momen beliau berkenan difoto bersama seperti ini menjadi momen yang sangat istimewa.

 

lebaran mengkenang 2015
Menyempatkan diri berfoto di sela-sela kegiatan silaturahim saat mengunjungi satu persatu kerabat yang berada dalam satu dusun. Bukan sok romantis foto berduaan terus, tapi dua gadis kecil kami yang abege itu sudah susah sekali diajak berfoto. Ya sudahlah, kita foto berdua lagi aja. *abaikan deretan sandal di belakang kami ya hehehe

 

 

O
Nah, dua keponakan saya ini namanya Alle dan Aira. Satu datang dari Jambi, satu dari Cileungsi hehehe. Kegemaran saya adalah memperhatikan mereka saat bermain bersama dan menguping apa yang mereka obrolkan. Ajaib-ajaib lho kalimat-kalimat mereka

 

 

O
Entah apa yang ada dipikiran anak kicik-kicik ini, kami bertiga tak satu pun memiliki ekspresi yang sama. Aira pura-pura melamun dan Alle tetap dengan dua jari ke atas. Aku?? pose andalan dong, pose bunda bidadari hihihi

 

 

O
Berinteraksi dengan mereka membuat aku menjelma menjadi anak-anak yang terperangkap dalam tubuh dewasa. Semacam Alice in The Wonderland hahaha.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

[relationship] Jangan Lupa Check Hidung Anda

Saya punya tingkat sensitifitas yang cukup baik terhadap bau, mungkin ini bawaan genetik dari ibu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge