Home » Family and Parenting » derai cinta di cimory

derai cinta di cimory

Asisten Ahli Kerumahtanggaan kami…..Mbak Yah pamit tuk pulang kampung selama Seminggu membuat aku yang gak ada libur selain tanggal merah 20 dan 25 Desember 2007 agak kewalahan juga mengurus rumah dan anak2. Sementara load pekerjaan menjelang libur akhir tahun justru tinggi supaya pada saat masuk tidak ada pekerjaan yang terbengkalai terutama menyangkut pembagian gaji agar bisa dimanfaatkan tuk tahun baruan para karyawan. Untungnya bapaknya anak2 mau banget (entah karena terpaksa atau emang rela) ikut bantu2 menyelesaikan pekerjaan di rumah selama aku di kantor.

Nah kemarin aku pulang lebih awal sekitar jam 3 sore tepat saat anak2 berangkat ngaji ke mushola. Duh terharu melihat mereka mandiri, dengan keterbatasan waktu yang bunda nya miliki sering waktu bersama mereka mendapat prioritas nomor dua. Dan terbersit ide tuk membayar kekurangan waktu itu hari ini, mumpung aku pulang cepat, mumpung Tintonya juga ada di rumah, mumpung gajian, mumpung gak ada lauk tuk makan malam, Jadi kusampaikan lah kepada mereka bahwa bundanya akan menunggu mereka pulang mengaji dan kita akan berangkat jalan2 sekalian makan malam diluar.

Jam 5 sore sepulang mereka mengaji kami sudah mulai bergerak ke arah Cibubur Junction, tujuan anak2 adalah play ground dan foodcourt disana, mengakomodir dua kebutuhan sekaligus: makan dan bermain. tapi menjelang sampai si ayah tanya gimana kita cari tempat makan yang viewnya enak tapi tetap ada playgroundnya….n pasti deh ke arah puncak salah satu alternatif yang dipilih. aku sempat khawatir anak2 gak setuju tapi di luar dugaan mereka malah berteriak2 Horeeee menyambut sukacita pilihan baru ayahnya. So berganti haluan lah perjalanan kami ke arah puncak, meski belum menentukan resto mana yang kami pilih tapi sudah ada beberapa yang nyangkut dikepala. Di perjalanan kami melewati sebuah restoran yang mengklaim dirinya resto dengan pemandangan pegunungan, cocok buat keinginan ayahnya, resto keluarga dengan produk susu segar salah satu andalannya cocok dengan anak2 serta ramai pengunjung menandakan restorant ini recomended……Cimory namanya. Maka mampirlah kami disana.

Yup…..suasana senja menjelang malam, setelah turun hujan menjelang makan malam rasanya pas sekali dengan apa yang kami harapkan. Kami makan dengan nyala lilin ditengah meja, menghadap pegunungan dan sejauh mata memandang terlihat lampu2 villa bagai kunang2 yang berkedip….indah sekali. sesekali kami melihat kearah bawah dimana anak2 bermain dan berteriak2 menikmati permainan mereka di halaman bermain restorant tersebut. Rasanya aku sukses membayar hutang waktu ku bersama keluarga yang selama ini tersita. Si ayah juga jadi mendadak ngobrol dengan pandangan penuh cinta gituuuu wakakakak (sedikit hiperbola) dan anak2 seakan bebas lepas berekspressi disana. Duh perasaan ku kepada mereka bahagia yang gak ada duanya deh……perasaan seorang ibu yang melihat anak2 sehat, lincah, ceria dan cerdas meski waktu nya sempit. Puas bermain sampai pesan makan lagi karena lamanya bermain membuat mereka lapar dan kami pun yang menunggu menjadi lapar lagi, kami pulang. Hanifah sempat membeli souvenir bantal boneka sapi tuk dibawa ke jakarta.

Sempat sebelum tertidur dimobil dalam perjalanan pulang, sambil memeluk bantal sapi yang baru nya Hanifah mengatakan…”terimakasih bunda” yang di ikuti oleh Farah dan hampir bersamaan mengatakan “Bunda baiiiiik deh, I Love You Bunda…..”, tak lama kemudian suara mereka tak terdengar lagi karena lelap nya tidur.

I Love U too……

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Emakku Superhero

Ya, memang julukan yang mungkin terasa cukup aneh. Apalagi bunda sebenarnya memang gak punya mata ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge