Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Buku… Masihkah Jadi Teman Perjalanan Anda?

Buku… Masihkah Jadi Teman Perjalanan Anda?

“Books are the plane, and the train, and the road. They are the destination, and the journey. They are home.” ― Anna Quindlen

Gawai, kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas manusia. Sedemikian penting hingga muncul celetukan ringan bahwa lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan gawai. Ada fenomena menarik seputar maraknya penggunaan gawai ini. Dahulu, saya masih sering melihat orang memegang buku dan membaca sambil menunggu sesuatu. Pemandangan serupa sering pula saya temukan di gerbong-gerbong kereta yang dahulu masih bernama KRL Jabotabek. Tapi bagaimana dengan kini? Kegiatan membaca buku sepertinya sudah tergantikan dengan kegiatan menatap layar gawai? 

Coba cek tas atau ransel yang anda gunakan sehari-hari, ada benda yang bernama bukukah di dalamnya? Bila anda sebagai seorang pejalan, apakah buku juga masih menjadi salah satu barang di antara sekian banyak barang lainnya yang harus anda bawa dalam perjalanan? Saya sih sampai saat ini masih. Jangankan saat menempuh perjalanan lama atau keluar kota, untuk kegiatan sehari-hari saja, buku selalu ada dalam tas ransel saya. Masalah akan seberapa banyak waktu yang digunakan untuk membacanya dalam perjalanan, itu adalah soal lain.

IMG_0166

Bila harus mengakui, terkadang gawai –terlebih yang terhubung dengan internet— saat ini memang lebih menarik dan praktis. Seperti sebuah benda ajaib yang bisa memberikan informasi apa pun tentang banyak hal yang bisa membuat kita larut di dalamnya. Bahkan untuk informasi yang spesifik dari sebuah buku pun dengan mudah kita dapatkan dari situs-situs yang menyediakan buku elektronik. Tak perlu lagi berat-berat membawa buku, kita tinggal mengunduh dan menyimpannya dalam gawai kita.

Namun, bagaimanapun praktis dan mudahnya teknologi, ada kenikmatan tersendiri dengan membaca buku langsung yang tidak didapatkan dengan membaca buku elektronik. Kenikmatan membolak-balik halamannya, memberi tanda atau highlight pada kutipan-kutipan yang menarik. Buku juga tidak mengenal istilah low batt seperti gawai yang membuat kita terpaksa mencari sumber listrik atau energi dari power bank. Buku siap ditenteng kapan saja, kemana saja dengan cara apa saja.

IMG_0601

Membawa-bawa buku dalam perjalanan adalah wajib hukumnya buat saya, apalagi buku yang berisi peta, kondisi suatu tempat atau petunjuk perjalanan. Fungsinya bukan hanya sebagai pembunuh waktu tetapi sebagai sumber informasi yang valid saat kita mengunjungi tempat-tempat yang belum kita kenal sebelumnya. Namun sebagai bahan bacaan, saya lebih sering membawa buku yang ukuran kecil dan tidak terlalu tebal.

Kebanyakan sih isinya tentang hal-hal yang ringan atau yang saya sukai. Pilihan biasanya jatuh pada buku antologi cerpen atau kumpulan sajak atau puisi. Cerita atau isinya yang pendek memudahkan saya untuk mengakhiri bacaan dan melanjutkan ke judul berikutnya. Berbagai kondisi di perjalanan berpotensi menyebabkan terputusnya bacaan. Isi tulisan yang pendek-pendek seperti cerpen atau puisi, tidak mengakibatkan kita kehilangan chemistry dari cerita sebelumnya karena cepat berpindah ke judul berikutnya.

O

Jenis lain yang sering saya bawa juga adalah yang berkaitan dengan manusia dan relationship. Sejenis buku-buku motivasi, people skill, atau managing people yang ukurannya tipis dan kecil. Buku ini memberi efek ketenangan dan romantisisme dalam perjalanan, terlebih bila perjalanan saya adalah slow traveling sendirian. Buku tersebut bagai charger jiwa dan membantu menemukan makna perjalanan saat menjauh sejenak dari rutinitas yang acapkali melelahkan fisik dan menguras spirit.

Lalu, bagaimana dengan anda? Masihkah buku menjadi teman perjalanan anda, baik sehari-hari maupun saat perjalanan jauh. Buku apa yang biasanya anda bawa? Wanna share?

IMG_9924

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

[relationship] Jangan Lupa Check Hidung Anda

Saya punya tingkat sensitifitas yang cukup baik terhadap bau, mungkin ini bawaan genetik dari ibu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge