Berdamai Dengan Trauma

“Pak, ngerem paaaak!!”, setengah memekik saya mengingatkan sopir untuk segera menginjak rem. Namun terlambat, saya terdiam di bangku paling depan, di detik-detik saat bus yang saya tumpangi bersama lima puluhan mahasiswa itu berderit panjang, menabrak mobil di depannya, lalu bagai karambol mobil-mobil tersebut saling bertabrakan dan berpencar satu sama lain di Km. 48 Jalan Tol Cikampek dari arah Jakarta pada hari Selasa, 12 Mei 2015. Jeder …jeder… jeder…, tabrakan beruntun pun tak terelakkan. 

Perasaan saya memang sudah tak enak sejak hendak berangkat bertugas mendampingi mahasiswa selama dua hari studi ekskursi ke beberapa pabrik di wilayah Cikampek dan Balongan. Semalaman saya tak bisa tidur, dalam gelisah itu anak perempuan saya bahkan sempat menanyakan mengapa saya tak kunjung berkemas meski malam telah larut. Keraguan saya untuk berangkat membuat saya sempat berpikir untuk membatalkan tugas dengan alasan tak enak badan, namun itu pun tak saya lakukan.

Mungkin itu yang disebut dengan firasat, tapi saya benar-benar bersyukur masih selamat pada kejadian itu, begitu pun seluruh mahasiswa dan penumpang di lima kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun tersebut, tak ada satu pun dari kami yang cedera serius. Gemetar badan saya menyaksikan kendaraan tersebut saling berbenturan dan menghasilkan suara yang membuat saya merinding bila mengingatnya kini. Kendaraan yang persis berada di depan kami, ringsek tak berbentuk. Sebagian badan mobil masuk ke dalam kolong bus yang saya naiki.

Kondisi mobil di depan bus kami, separuh badannya remuk terhimpit badan bus

Dalam waktu sekitar satu jam sebelumnya –tak jauh dari tempat kami mengalami kecelakaan– ternyata telah terjadi kecelakaan serupa di arah yang berlawanan. Namun naas, bus yang menabrak truk fuso di depannya itu mengakibatkan 8 orang meninggal dunia, 6 diantaranya meninggal di tempat. Kecelakaan tersebut menyebabkan laju kendaraan di sekitar kejadian melambat, dan sopir yang mengendarai mobil kami agaknya kurang responsif untuk segera mengurangi kecepatan bus dan menyebabkan kecelakaan terjadi.

Rasanya saya tak ingin melanjutkan perjalanan karena masih shock, namun toh “the show must go on”, banyak persiapan telah dilakukan dan beberapa pihak telah menanti kami sehingga studi ekskursi tak mungkin kami batalkan. Setelah mengabari beberapa pihak lewat telepon, termasuk mengabari keluarga, kami pun tetap meneruskan perjalanan ke Balongan dengan bus pengganti. Namun selama dua hari, saya nyaris tak bisa menikmati perjalanan karena trauma dan was-was.

Lima mobil saling berbenturan dan bertebaran bagai karambol

Sejak hari itu, saya belum berani menggunakan kendaraan umum roda empat atau bus kemana pun pergi. Rasanya masih trauma berada di jalan tol di sopirin oleh orang lain. Saya baru tahu rasanya trauma yang tertinggal pada diri seseorang. Ternyata bisa lama juga. Meski lebih dari sebulan telah berlalu sejak kejadian itu, toh nyatanya saya masih saja was-was saat beberapa hari yang lalu ke Bandung untuk perjalanan dinas menggunakan mobil kantor dan kemarin saat menggunakan taksi melewati jalan tol.

Setiap mobil menginjak rem panjang, atau jarak antara mobil sudah dekat saat ngerem, saya mulai rewel setengah ketakutan sambil bilang, “awas pak… rem pak!, rem pak!”. Saking terbacanya ketakutan saya, sampai-sampai sopir kantor tersenyum dan seperti berseloroh, “ibu kayak baru sekali ini disetirin saya, biasanya juga lebih kenceng khan bu?” atau berkata, “tenang bu, kalau ngeremnya cepet-cepet ntar di tabrak belakang lho!”.

Duh si bapak malah bikin saya makin takut hehehe…. ternyata begini ya rasanya trauma. Gak mau lama-lama ah, gak enak! Masih belum tahu sih cara ngatasi traumanya, tapi tetap berusaha berdamai dengan rasa takut yang menghantui. Hidup toh harus terus berjalan, bukan?

Gimana dengan kamu, iya kamu! Punya trauma juga? Wanna share?

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

21 comments

  1. Avatar

    Astaghfirullah… ngeri banget, mbak… *sukses merinding melihatnya…
    Dan, semoga trauma ini segera berlalu ya mbak…
    Mechta recently posted…3 Tips menabung untuk ONHMy Profile

  2. Avatar

    yaampun mak, itu sih serem banget. Semoga lekas sembuh rasa traumanya ya..
    icha pista recently posted…Kali Ini Kuncinya adalah Angka 7My Profile

  3. Avatar

    Melihat mobil yg ringsek itu, it’s miracle penunpangnya selamat. Jangankan yang mengalami, aku melihat sisanya saja bergidik, Mbak Don 🙂
    Evi recently posted…Keindahan Masjid Agung Jawa TengahMy Profile

  4. Avatar

    Ya Allah mbak ikutan merinding bacanya..alhamdhulilah mbak donna n anak2 selamat ya. Semoga traumanya ga bertahan lama ya
    momtraveler recently posted…A Little Taste of Italy @ Massimo Pizzeria, SemarangMy Profile

  5. Avatar

    saya pernah mak mengalami yang mak dona alami, kejadiannya udah lama sih tahun 2011, tapi sampe skrg saya masih trauma.. waktu itu yg paling parah ngeliat orang2 di mobil depan berhamburan keluar dari mobil..trus pada jatoh di jalan, ada ibu2 kepalanya pecah ada bayi juga.. saya langsung nangis sih,, sampe skrg saya engga pernah nyetir ngebut lg, trus kalo suami ngebut lgsg pegangan dan merem sambil berdoa. banyak yg bilang saya lebay, ya tapi gimana ya, wong saya yg ngerasain traumanya, lagian kan ketahanan masing2 orang beda2.. semoga mak donna traumanya engga selama saya yaa..

  6. Avatar

    Aku juga pernah diserempet mobil. Sekarangsuka keder kalau dipepet mobil atau motor
    ika koentjoro recently posted…Tempo Gelato, Ice Creamnya JilatableMy Profile

  7. Avatar

    Iih nger banget ya Alloh… untung aja mba ga apa2 ya mba….semoga traumanya cepat berlalu ya… 🙂

  8. Avatar

    Waduhhh baca detail kecelakaannya udah merinding, apalagi pas baca twit waktu itu >.<
    Syukurlah tante tak apa-apa, yang penting masih diberi sehat… life must go on. Cara hilangin traumanya cuma satu, mari piknik horee horee lagi ^^
    Halim recently posted…From LOKAL For You and MeMy Profile

  9. Avatar

    YA Allah serem banget ya mbak Donna. Aku juga pernah merasakan mobil yang dinaiki terbentur truk dijalan
    Lidya recently posted…Bermain dan Olah Raga di Dunia Inline SkateMy Profile

  10. Avatar

    Ya Alloh… serem banget. Itu mobilnya sampe ringsek gitu.. kebayang traumanya. Kejadian hampir mirip dialami keponakan sama kakak ipar, tabrakan beruntun di Cianjur. Ada korban meninggal juga, keponakan patah tulang. Sampai sekarang masih sering jerit2 saat tidur, mimpi buruk katanya… yang adiknya jadi pendiam… duh, semoga traumanya cepat sembuh ya

  11. Avatar

    Saya juga sopir Mbak Donna. Saya diajari Bapak untuk waspada dan fokus, makanya kami hanya bicara seperlunya kalau saya lagi nyetir. Selain melihat kondisi diri sendiri, harus peka dengan keadaan sekitar, membaca tanda-tanda lalu lintas mengapa kok tiba-tiba macet, merambat. Jalan tol termasuk yang paling berbahaya, karena hampir semua terobsesi untuk ngebut maksimal, padahal ada batas kecepatan yang ditetapkan.

    Turut bersyukur dan lega Mbak Donna dan rombongan selamat dari kecelakaan beruntun tersebut. Semoga traumanya lekas pulih 🙂
    Rifqy Faiza Rahman recently posted…Antara Saya dan Jawa Tengah: Ada Cinta dan KenanganMy Profile

  12. Avatar

    Ya Allah, ngeri liat bentuk mobil itu Mak :((.

    Dulu sy sempat trauma juga gegara ngalami gempa di Jogja dulu. Kalo denger suara gemuruh sy lompat. Alahmdulillah skrg sudah hilang.
    Vhoy Syazwana recently posted…Lebaran dan Arisan SembakoMy Profile

  13. Avatar

    Ya Allah mbak Donna postingan diatas sepertii memutar balik rekaman yang udah tersimpan puluhan tahun. ya hampir mirip kejadiannya, saya dan rombongan keluarga besar mengalami tabrakan mobil karambol, setelah keluar dari jalan tol Cikampek saat OTW pulang ke Semarang , hikks alhamdll penumpang selamat n tida ada luka serius melainkan memar2 dan lecet.

  14. Avatar

    kok kjadiannya hampir sama dengan diriku yang ngalami kecelakaan karambol mbak

  15. Avatar

    ya allah serems sekali ya mak, tp alhamdulillah gak ada korban jiwa… masya allah 🙁

    Trauma ? entah apa ini trauma atau apa, tapi badanku langsung gak enak bahkan muntah kalau menjenguk org di RS atau berobat ke RS lalu tercium makanan2 RS. Anehnya bukan saat berbagai macam tindakan medis saat berjuang melawan kanker dulu, tapi justru saat makan di RS yang smua makanannya di blender *_*

  16. Avatar

    Ya Allah,…sebuah pengalaman yang mengerikan, wajar apabila timbul trauma setelah kejadian seperti itu.Alhamdulillah semua selamat mba.
    Sarah recently posted…Jaga Pencernaan Selama PuasaMy Profile

  17. Avatar

    Aiih pengalamannya memang bikin trauma Mak. Tapi gak bisa lama2 juga ya traumanya karena sehari2 mesti naik kendaraan roda 4 … mudah2an cepat enyah rasa traumanya ya Mak 🙂
    Mugniar recently posted…Menyongsong Ridha RamadhanMy Profile

  18. Avatar

    bener yah, Firasat kadang ngga bisa diabaikan gitu aja ya mak..

    wajar sih mak kalo jadi trauma, lah paling depan gitu kan duduknya >.<
    semoga cepet pulih yaa mak dr traumanya 🙂
    Ranii recently posted…Apa Takjil Favoritmu?My Profile

  19. Avatar

    maak kok aku serem liat mobil ringsek itu yah hiks, semoga cepet pulih dari trauma ya mak *hugs

  20. Avatar

    mak aku kok serem banget liat mobil yg ringsek btw cepet pulih ya dari traumanya *hugs
    Tian Lustiana recently posted…Manfaat Saling Follow BlogMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge