Home » Review and Event » Belajar Menjahit untuk Pemula Itu Menyenangkan

Belajar Menjahit untuk Pemula Itu Menyenangkan

Kenapa gak mencoba, itu saja pikiranku saat mengiyakan ajakan Astri Damayanti untuk ikut workshop menjahit untuk pemula di Ruang Pamer Museum Tekstil Jakarta. Meski awalnya tak yakin, namun aku percaya bahwa penyelenggara pasti sudah memperkirakan ragam kemampuan peserta dalam menjahit sehingga jenis pakaian yang akan dibuat pun pasti telah disesuaikan dengan kemampuan peserta termasuk yang masih pemula seperti saya yaitu membuat cardigan

IMG-20160820-WA0000

Workshop yang diadakan oleh Kriya Indonesia, Kartini Bluebird, Penerbit Puspa Swara serta Mesin Jahit Brother ini diadakan pada tanggal 18 Agustus 2016 kemarin dan dibuka secara resmi oleh Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Prof. DR. Hj. Sylviana Murni. Acara workshop itu sendiri dipandu oleh Mbak Astri Damayanti dan Ibu HJ. Tati Chusen yang menulis buku best seller berjudul “Pintar Menjahit Untuk Pemula” yang diterbitkan Penerbit Puspa Swara dan sudah cetak ulang sebanyak 23 kali. Wow!

Dalam Workshop Jahit Cardigan bersama Buku Pintar Jahit untuk Pemula tersebut, mesin jahit yang kami gunakan adalah mesin jahit Brother. Nama ini tak asing di telinga saya karena saya telah mengenalnya sebagai merk mesin ketik yang dahulu digunakan keluarga kami. Namun ternyata, saat ini merk Brother juga digunakan untuk produksi mereka lainnya seperti mesin printer, faximili, scanner, mesin ketik dan mesin Jahit.

P_20160818_103458

P_20160818_105649

Sedangkan Kartini Blue Bird merupakan program Corporate Social Responbility (CSR) PT. Blue Bird, Tbk di bidang Pemberdayaan Perempuan. Kegiatan-kegatannya difokuskan untuk memberi keterampilan para perempuan yang berada di lingkungan Blue Bird termasuk istri karyawan dan sopir hingga istri pegawai bengkel agar dapat menjadi entrepreneur dan membangun usahanya sendiri. Untuk membekali entrepreneurship tersebut, mereka diberikan pelatihan, permodalan hingga pendampingan usaha.

Acara dimulai dengan pembagian media kit yang terdiri dari kain dan peralatan menjahit seperti benang, gunting, meteran, kertas karbon, jarum pentul, breder, dan alat pembuka benang. Alat-alat ini memang tak asing bagi saya namun nyaris tak pernah saya gunakan. Menjahit buat saya selama ini adalah pekerjaan yang rumit dan membosankan, bahkan untuk menjahit kancing yang lepas saja saya malasnya luar biasa.

Teman-teman yang sudah lama mengenal saya pasti tahu persis bagaimana saya begitu malas berurusan dengan jahit menjahit. Tak heran bila ketika saya memasang foto diri saya saat mengikuti workshop menjahit ini di sosial media, maka reaksi dari mereka adalah seragam, “tak percaya” dan dilanjutkan dengan olok-olokan hehehe. Jangankan mereka, saya saja merasa ajaib kok bisa-bisanya kali ini tertarik menjahit. Pikiran saya sederhana saja, mengapa tidak mencoba. Apalagi dikerjakan beramai-ramai, pasti suasananya seru dan tidak membosankan.

Perkiraan saya tepat, sesaat setelah media kit dibagikan, kami mulai heboh satu sama lain. Beberapa teman yang sudah lebih pandai dari saya tak segan membantu saya untuk mengenal cara menggunakan alat. Ah senaaaaang, mereka baik-baik banget. Mbak Astri dengan sabar memandu, Mbak Gesang memberi tips bagaimana memasang jarum pentul supaya rapih dan tidak bergeser. Waya mengajari saya cara memotong kain yang sudah dipasang pola, wah seruuu pokoknya. Bahkan Mas Joen, Lita dan Riski ikut menambah semangat saya untuk mengerjakan.

Memang agak sulit dan tangan terasa kaku awalnya memegang kain dan peralatan menjahit. Namun ternyata kalau sedikit bersabar dan telaten, pekerjaan ini ternyata mengasikkan. Saya jadi belajar sabar di sini, belajar dari hal yang paling kecil. Belajar melipat kain yang benar misalnya, perhatikan ujung dengan ujung harus ketemu, jangan sampai ternyata bagian bawahnya ternyata tidak ketemu, karena pasti setelah dipotong akan tidak sesuai dengan pola yang dibuat.

Begitu juga dengan memasang jarum pentul. Pola yang sudah dipasang di atas kain usahakan tidak bergeser selama memasang jarum pentul satu demi satu sepanjang pola, posisi tubuh tegak lurus di atas kain dan pasanglah jarum pentul tanpa banyak mengangkat kain di bawah pola karena bisa menyebabkan bergesernya lipatan kain atau bergesernya posisi pola di atas kain. Oh ya jangan lupa membuat garis sesuai pola di atas kain dengan jarak sekitar 2 cm dari pola ke arah luar untuk panduan memotong ya.

Langkah selanjutnya adalah membreder kain dengan menggunakan kertas karbon. Tujuannya adalah sebagai patokan saat menjahit nanti. Tekan dengan kuat saat menggulirkan roda breder diatas kain yang sudah dilapisi kertas karbon agar garis bredernya terlihat jelas ke seluruh sisi kain. Nah setelah membreder, maka kita pun bisa melepaskan kembali pola di atas kain tadi dan berlnjut ke dengan proses memotong kain.

Bagian memotong adalah bagian yang kritis dan krusial bagi saya. Saya khawatir melakukan kesalahan saat memotong. Kebayang khan kalau sampai salah potong, kain akan rusak dan terpaksa harus beli baru. Saya sempatkan bertanya ulang pada teman-teman lain sebelum memotong, apakah pola sudah terpasang dengan benar, garis untuk memotong sudah ditandai dengan benar, baru kemudian perlahan saya mulai memotong. Oh ya gunting yang digunakan untuk memotong harus dipastikan tajam ya supaya potongannya bagus.

14046050_10206648187946283_3561119328431578326_n-768x432
Photo Credit Mbak Gesang

Nah tahap selanjutnya adalah menjahit, sayang sekali saya tak sempat menyelesaikan dengan menjahit hingga cardigan jadi. Namun dari pengalaman teman-teman yang menyelesaikan pekerjaan hingga menjahit dan cardigannya jadi, ternyata proses menjahitnya tak sulit. Hanya perlu penyesuaian awalnya. Apalagi mesin jahit Brother yang digunakan adalah mesin jahit elektrik yang canggih namun mudah digunakan. Terbukti khan, akhirnya teman-teman berhasil menyelesaikan jahitannya, dan cardigannya jadi deh. Aseek…. baju baru.

Yuk ah kita belajar menjahit…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Kulit Kering dan Tumit Pecah-pecah? Ternyata Gampang Mengatasinya!

Kulit kering dan tumit pecah-pecah itu bagi saya bukan hanya sekedar mengganggu penampilan namun juga mengganggu ...

10 comments

  1. Avatar

    Aduuuuh mesin jahitnya keren banget mbak! Aku termasuk orang yang nggak bisa jahit (kalau cuma jahit sederhana sih masih bisa). Kalau ibuku tuh yang jago. Kepingin deh beliin mesin jahit ini buat beliau…

  2. Avatar

    Baru tahu mesin jahit Brother… biasanya Singer XD
    Duh, pengen banget saya belajar jahit,
    pernah daftar trus sempet les 5 kalian trus berhenti wkwk :'(

  3. Avatar

    Jahit oakai mesin semi auto aja aku udah seneng ini malah canggih dan banyak fiturnyaaa

  4. Avatar

    Kepingin bisa jahit tapi belum sempat belajar hiks…

  5. Avatar

    Dalam sejarah deh mamak menjahit. Hahaha. Ntar kalau cardigannya jadi buat aku yak :p
    Lestarie recently posted…Mengenal Lebih Dekat Sejarah Pertambangan Timah di Museum Timah Indonesia Pangkal PinangMy Profile

  6. Avatar

    keren banget yaaa brother ini, pemula pun bisa bikin macam-macam, kebayang kalau punya wiihhh jadi ingat mamaku jago jahit semua bajunya waktu masih lajang bikinan sendiri, jadi modis banget deehhh

  7. Avatar

    Mesin jahitnya udah modern banget ya mbak… Pasti menjahitnya lebih mudah dan nyaman nih…

  8. Avatar

    Dulu nyokap usaha konveksi, urusan mesin jahit ampe bosen aku liat nya banyak di rumah, tapi merk nya yang aku tau cuman singer hehehehe dan blm ada brother
    cumilebay recently posted…Keliling Jeonju Hanok Village Memakai HANBOKMy Profile

  9. Avatar

    Sukses terus ya kak, oh iya jika ada yang mau belajar menjahit kami menyediakan kursus online, silahkan mengunjungi situs kami di sini
    Regards
    Fitinline

  10. Avatar

    Thanks for sharing. Tertarik untuk mempelajari bagaimana cara membuat baju model terbaru tanpa harus mengikuti kursus jahit?. Anda bisa memanfaatkan pola baju siap pakai dari Fitinline.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge