Home » donna imelda (page 7)

donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Perlukah Perempuan Melek Teknologi Informasi dan Komunikasi? #Bag.1

Apakah Perempuan Perlu Melek Teknologi Informasi dan Komunikasi? Apabila saya ajukan pertanyaan ini di jejaring sosial media, saya memiliki keyakinan bahwa sebagian besar tidak akan berpikir dua kali untuk menjawab bahwa perempuan perlu melek teknologi informasi dan komunikasi. Tapi apakah sama jawabnya bila pertanyaan tersebut saya ajukan pada perempuan-perempuan di penjuru lain di Indonesia atau bahkan perempuan-perempuan di belahan dunia ...

Read More »

Face Your Fear… #BeraniLebih Menghadapi Rasa Takut

Bagaimana kalau penyakit Vertigo dan Low Back Pain  saya tiba-tiba menyerang, masak sih saya harus tidur sendirian, khan saya penakut. Duh, ditambah pula maskapai penerbangan yang saya gunakan adalah maskapai yang baru saja mengalami musibah pula, tak ada satu pun penumpang yang selamat dalam musibah itu. Ah, lengkaplah sudah ketakutan saya. Belenggu Rasa Takut Buat sebagian orang, ketakutan di atas ...

Read More »

Terimakasih kado ulang tahun-nya, Tuhan

Kalau saya ditanya malam ini, apa yang akan saya minta pada Tuhan sebagai pengharapan terbesar di hari ulang tahun saya, maka saya akan meminta dua hal yaitu kesehatan dan waktu untuk berbenah. Saya memang sedikit melo akhir-akhir ini. Telah terasa jelang pergantian tahun kemarin dan semakin terasa jelang bertambahnya umur beberapa hari ini. Berhari-hari melakukan kontemplasi, muhasabah dan menghisab diri, ...

Read More »

kontemplasi 2014

Obrolan pagi dengan seorang sahabat di penghujung tahun 2014 tentang resolusi 2015 membuat kami tertawa bersama. Bukan karena hal itu menggelikan, bukan pula kami menertawakan mereka yang sudah punya resolusi keren untuk tahun 2015. Bukan itu. Tapi kami sedang menertawakan kalimat penutup pembicaraan kami tentang resolusi dan diri kami. Bahwa, selama hidup yang kami jalani sepanjang 2014 tidak mampu kami ...

Read More »

Elegi di Tanah Paman Ho

Begitulah rasa, ketika kesedihan begitu kita ingin kita hadirkan sekedar untuk terhubung dengan kenangan. Aku bisa bilang apa, saat ujung-ujung penjor menyentuh relung terdalam, mengusik jarum waktu ke masa kita masih berbincang tentang darma, karma dan moksa. Galungan di sana? Apakah sama? Lalu aku memilih memelihara kenangan, seindah kebajikan yang pernah kau ajarkan. Menempuh jalan yang berbeda dan finish di ...

Read More »

Melintas Lorong Waktu di Hari Guru

Melintas Lorong Waktu di Hari Guru – Di pagi yang basah ini, saya berjalan memasuki lorong waktu. Kembali ke masa dimana sekolah itu artinya adalah bermain. Saya mencoba mengingat nama guru Taman Kanak-Kanak saya. Upaya yang tak sepenuhnya berhasil, karena saya hanya mampu mengingat kegembiraan yang saya rasakan setiap hari kala itu. Namun satu hal yang saya rekam jelas, di ...

Read More »

Prompt #51 Bintang Itu Jatuh

“Akhirnya besok waktu itu tiba. Aku masih tak percaya rasanya dengan keputusanmu. Dua tahun bukan waktu yang singkat, Lyra.” Aku bicara memecah kesunyian. Sudah hampir setengah jam, wanita yang berbaring di sebelahku ini tak jua bicara sepatah kata pun. Kuperhatikan wajahnya, tapi aku sulit mengartikan rasa di balik raut lembut yang dimiliki Lyra. Ia memang gadis pendiam dan tertutup, tapi ...

Read More »

[FF Cinta Pertama] Penantian

“Aku berharap sekali kamu bisa datang ke rumah. Hanya perayaan pernikahan sederhana. Sampai jumpa Minggu pagi, Vina. Aku dan Panji sudah kangen dengan kamu dan teman-teman lain. Kita bisa sekalian reuni disini.” Mama menutup pembicaraan teleponnya dengan Tante Vina. Aku menghela nafas sambil memperhatikan mama yang sibuk. Telepon genggam tak lepas dari telapak tangannya yang telah keriput dimakan usia. Entah ...

Read More »

Prompt #49 Mata Teduh Sang Dewi

Aku mencoba mengatur nafas sambil menahan mulas. Tubuhku mulai terasa lemas ketika mulas ini datang lebih sering dengan jarak lebih pendek. Meski begitu kupaksakan juga ke kantor untuk memimpir rapat direksi pagi ini. Tapi justru saat jarak menuju kantor sudah semakin dekat, mulas ini makin mendera. Sepasang mata teduh bicara menyuruhku menuju arah yang berbeda. “Kita lurus saja, Pak Man.” ...

Read More »

Prompt #48 Yang Tergantikan

Aku bergegas melangkah. Susah payah aku berjalan melewati gundukan demi gundukan tanah sambil terus memegangi perutku. Tak kuhiraukan pandangan puluhan pasang mata yang memandang khawatir. Tujuanku tinggal beberapa langkah lagi, perempuan di gundukan itu. “Saya Adisty, salah satu rekan bisnis suami mbak”, ujarku membuka percakapan. “Oh ya, suami saya pernah bercerita tentang anda. Maafkan bila suami saya ada salah. Terimakasih ...

Read More »