Home » donna imelda (page 21)

donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Kurva Kedua

Mungkin engkau pernah mendengar puncak yang diberkahi Ia adalah gunung tertinggi di dunia. Dan apabila engkau sudah mencapai puncaknya, engkau hanya akan memiliki satu hasrat untuk turun dan tinggal bersama dengan mereka yang menghuni lembah terdalam Itulah mengapa ia disebut gunung yang diberkahi Kahlil Gibran dikutip dari “Change” Rhenald Kasali, Ph.D.

Read More »

Gue dan Adek Gue…Beda Casing Beda Series

Ini sih sekedar lucu2an senin pagi yang sejuk…. Agak nyantai di kamar yang hangat sambil baca2 bahan ujian besok n ngintipin fesbuk Pasti dong “mamantau” orang2 disekitar kita dan gak ketinggalan “cumi” si bungsu yang diamanatin nyokap n bokap kepada kakak2nya termasuk guwe. Tiba2 guwe senyum2 geli sendiri inget beberapa hari lalu dia mampir ke jayabaya dan ngendon sebentar di ...

Read More »

Tentang Syukurku Di Gondangdia Sore itu

Saya hanya menahan sebentar lapar dibanding mereka yang mungkin terlelap dengan perut kosong malam ini. Saya hanya menahan sebentar lelah dibanding mereka yang tidur diatas tanah beratapkan langit malam .Saya hanya menahan sebentar rindu dibanding mereka yang bahkan sudah lupa rasanya merindu. Saya hanya menahan sebentar marah dibanding mereka yang sudah tak tau lagi caranya bersabar. Lalu masih kah saya ...

Read More »

Untuk Apa Menggendong Nestapa

Duduk santai berdua dengan seorang sahabat di sebuah resepsi kemarin, sambil menikmati hidangan pesta kami berbincang. Layaknya dua sahabat yang punya banyak kenangan bersama saat sekolah, teringatlah kami akan sebuah nama. Seseorang yang mencatat sejarah buruk di masa itu. Tak banyak yang kudengar lagi tentangnya sejak ia sengaja menghilang bak ditelan bumi setelah peristiwa itu, kecuali kabar bahwa hidupnya “bermasalah” ...

Read More »

Embun Terakhir Pucuk Sawit #Devina Series

“Hari ini kita bisa ketemu ditempat biasa khan, devina?”, tanyamu diujung telepon. ———————————————————————————————————————-  “raka…oh, raka” aku menggumam. Seperti apa aku dimatamu, dimana aku dalam hidupmu, dan sudut mana dihatimu kau letakkan rasaku hingga kau selalu yakin aku akan mengatakan ‘ya’ pada setiap pintamu. Dua puluh tahun menanti, lalu membiasakan diri selama tiga desember terakhir tanpa sapamu, tanpa balasmu disetiap pesan ...

Read More »

Sayap Cinta Devina #2

“kamu…?!” seruku seolah tak percaya “Rakaaaaa……. !!! “ Aku menjerit tertahan melihat wajah dibalik pintu bungalow. Aku terus menggeleng-gelengkan kepalaku sambil mundur perlahan…pemandangan ini mengapa begitu sulit dipercaya. Langkahku terhenti,  aku terhenyak, terduduk di pinggir tempat tidur, termangu….menatap kamu.  Yang begitu tenang berjalan ke arahku. Mengambil  tempat duduk disebelahku, lalu sama terdiam, menatap kosong ke arah bunga kana yang mekar ...

Read More »

Masih ada cinta pagi ini, adisty

“Selamat pagi Adis”….begitu tulisan yg tertera dilayar ponselku. Hampir aku meloncat dari tempat tidurku membaca nya. “jo?… benarkah ini pesan dari Jo? aku mendesis pelan menyebut nama kamu seolah tak percaya. Ya ya ya…pasti kamu yang mengirimkan pesan itu, cuma kamu yang memanggilku Adis, Cuma kamu yg dulu hampir setiap pagi menyapaku di jam2 seperti ini. Cuma kamu, Jo… Kupandangi ...

Read More »

Sayap Cinta Devina #1

“Kota mu terik sekali hari ini, Aku sudah landing dan sekarang sudah bersama kadek, ”. Begitu isi pesan singkat kukirimkan ke Jakarta sambil menunggu Kadek mengambil mobil di parkiran. Aku menghela nafas sambil berkata dalam hati, “akhirnya aku sampai juga di Bali mu, Raka” Tak sulit buatku menemukan lelaki yang kupanggil Kadek ini ditengah para penjemput di bandar udara Ngurah ...

Read More »

Bidadari Surga

Bidadari cantik seusia empat belas tahun dalam benakku. Tak ada akhir lain kecuali kerinduan bersamaNya dan kamu kelak di surga, Nak. Kuhitung satu persatu menggunakan jari, tahun demi tahun sejak 21 April 1998. Betapa ada rasa yang tak terungkap kata setiap hari itu tiba di setiap tahunnya. Ada kerinduan yang sama yang selalu kusampaikan pada ayahmu, kerinduan untuk mencium bau ...

Read More »

masih di koordinat yang sama #Devina Series

Aku masih setengah terlelap setelah ibadah pagi, sesaat sebelum layar telepon genggam itu menyala menampilkan namamu. Tentu saja itu ampuh menghilangkan kantukku, ada apa sepagi ini Devina mengirimkan aku pesan singkat. Isinya pun singkat, “novelnya sudah sampai, matur suksme nggih”. Namanya juga pesan singkat, tentu saja balasannya juga singkat, “mewali suksme”. Tapi bukan Raka jika tak melihat ada sesuatu yang ...

Read More »