Home » donna imelda (page 18)

donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Berteriaklah Sang Pemimpi

Pagi masih redup, dingin terasa membelai kulit namun air wudhu telah menghilangkan kantuk kami berempat, siap bersama menemui sang pemilik fajar. Tak terlihat di wajah satu pun dari kami untuk melanjutkan tidur setelah itu, karena kehangatan di dua kamar rumah kami yang terhubung dengan connecting door yang selalu terbuka, membuat kamar ini seolah sejiwa, lebih menarik untuk dinikmati dibanding aktivitas ...

Read More »

Begin With The End in Mine…. apa yg mereka katakan saat pemakaman kita kelak?

“Mulailah dengan hasil akhir” …… Kalimat ini sering sekali aku sampaikan kepada mahasiswa ku, anak-anak ku, sahabat2 ku dan semua orang yang dekat di hati aku sebagai salah satu bentuk afirmasi terhadap diri sendiri, sebuah ungkapan singkat untuk menyatakan bahwa semua hal diciptakan sebanyak dua kali, pertama kita menciptakan secara mental dalam pikiran kita, baru yang kemudian kedua… secara fisik ...

Read More »

Cukup Punya Satu…. Tuhan

“Ibuuuuu…….aku kangen ibu…..” haru ku membuncah melihat seraut wajah yang sungguh aku kenal baik. Keterbatasan waktu dan ruang membuat kami lama sekali tak berjumpa, dan baru hari ini kami dapat bertemu setelah berkali mencocokkan jadual via telepon. Kupeluk beliau erat, kupandangi wajahnya…dan kembali kupeluk. ah…aku kangen ibu…. Ada hubungan istimewa antara aku dan beliau, layaknya hubungan anak dengan ibunya….didekat beliau ...

Read More »

Nostalgia SMA, jelang temu kangen 2009

“Jadi siap-siap ya, minggu depan kita harus sudah pindah, papah harus segera dinas di Pekalongan” Sebuap percakapan singkat suatu sore di sebuah rumah dinas perbankan di ujung pulau Sumatra, Nanggroe Aceh Darussalam (saat itu masih dengan sebutan Banda Aceh) Bagi kami ini bukan hal yang mengagetkan karena kami tahu setiap tiga tahun hal ini harus terjadi. Sebagai anak seorang karyawan ...

Read More »

Transformasi Pengorbanan, sebuah renungan Idul Adha

Takbir sudah mulai berkumandang, aku belum beranjak dari ruang kerja sejak siang tadi. Mendung yang menggelayuti langit cimanggis sepanjang hari membuat ruang kerja lebih dingin dari biasanya, seolah melengkapi muram senja hari ini. Tak mampu kupaksakan menebar senyum untuk membuat hangat suasana kerja tempat ini, menenggelamkan diri dalam tumpukan kertas kerja dan laporan kuanggap jauh lebih baik dibanding membiarkan pikiran ...

Read More »

Terimakasih….untuk seorang teman

Jingga senja hari itu indah, udara tak lagi sepanas siang tadi, cukup nyaman untuk berjalan kaki menyusuri sudut kota jakarta disekitar kota tua. Selintas bayangan seorang bijak nan penuh cinta merebak di bayang haru saat melintas didepan sebuah museum yang dahulu dijadikan kantor pusat sebuah bank pemerintah yang mengendalikan seluruh cabang-cabang di seluruh Indonesia, dan menjadi bagian besar kehidupanku… mengusik ...

Read More »

Setelah Hujan

sudah lewat tengah hari…. perempuan itu harus siap2 berangkat mengajar karena siang ini ada jadual kuliah pengganti kamis lalu yang tidak ditunaikannya. Wajahnya menunjukkan keengganan yang sangat,namun jadual UTS sudah didepan mata, materi yang disampaikan masih kurang, jadi diputuskan untuk tetap berangkat, menepati janjinya pada mahasiswa bahwa ia akan datang siang ini. Kemeja putih aplikasi kotak2 pada manset tangan sudah ...

Read More »

Process Control….pengendali hidup kami

Membawa sensasi kehangatan bersama dibarani kemarin mendorong hasrat menulis sambil duduk manis d sebelah tinto yang konsentrasi nyetir. Hari ini aku menyebut dibarani sebagai process control atau pengendali proses dalam hidup kami. Di teknik kimia, mata kuliah ini cukup menjadi momok karena tingkat kesulitan yang relatif tinggi. Analog dengan hidup yang kadang terasa rumit tuk dikendalikan. Duduk berempat d kursi ...

Read More »

Sudah Cukup, Bun… *surat dari anakku

Merogoh-rogoh kantung depan ransel tuk cari uang parkir, mendapat sehelai kertas terlipat rapi yang sangat kukenal, diary rani. Isinya : Bunda aku sayang deh sama bunda. Maafin aku ya bunda. Aku udah beresin kamar bunda dan kamar aku. Bunda cantik deh. Oh ya, aku dibayarnya gak usah pake upah. Ucapan kata sayang pun sudah cukup. Aku ikhlas deh bun. Assalamualaikum ...

Read More »

2nd Chance to be Happy, sebuah catatan pernikahan

Ada fenomena menarik dengan tubuhku malam ini, sedemikian lelahnya beredar dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tak membuat ku ingin tertidur. Sejuk di 22 derajat, rebah atas kasur, terlentang menghadap langit-langit kamar, tak membuat ku ingin segera terpejam meski tubuh tlah terasa dibuai. Tak ingin larut dalam lelah yang mendera, iseng aku buka laptop, melakukan koneksi ke sebuah stasiun televisi ...

Read More »