Asa diantara Kuasa

Rentak irama musik “warna” nya Sheila Madjid pagi ini memenuhi sudut istimewa ruang tidur kami, diikuti lagu “manusia” yang tak kalah dinamis mengawali hari cerah ku setelah tertidur nyenyak tanpa mimpi malam tadi.

Tentu saja aku tak dapat mengikuti iramanya dengan menggerakkan badan seleluasa biasa karena cedera membuat tangan kanan ku hanya dapat digerakkan sebatas siku. Namun itu tak sedikit pun mengurangi cara ku menikmati musik….ikut bernyanyi dan menggerakkan seluruh syaraf tubuh ku….tak terkecuali syaraf2 di wajahku…di mata dan senyumku pastinya….hmmmmmm..

Kuintip agenda kerja….rasa2nya hari ini aku bisa sedikit santai untuk menikmati waktu antara aku dan diriku dan anak-anak. Kuputuskan bahwa beberapa pekerjaan dapat aku selesaikan esok hari dan berangkat sore hanya untuk mengajar dua kelas malam nanti.

Dua lagu lama penyanyi Malaysia ini memang memenuhi playlist wmp netbook ku beberapa hari terakhir ini. Musik ringan yang sungguh dinamis dengan lirik yang sederhana….membuat lagu ini mudah dicerna dan sangat menarik…..lihat lah syairnya

“suka dan duka silih berganti…sudah takdirnya yang maha suci..oh tetapi manusia seharusnya berusaha,…bahagia takkan datang sendiri jika manusia tiada cari….”

Demikian penggalan syairnya…sederhana banget dan cenderung tidak terasa istimewa. Karena syair lagu hanya akan terasa istimewa bila dia tidak terceraikan oleh musik yang membuatnya hidup.
Dengarkan pula lirik pada lagu warna ini :

“lihat pada si pelangi… seribu satu dimensi ….warna seri dalam sinar hidup kita ….Menghiasi alam ini …Inspirasi dunia seni…. Ku syukuri cenderamata Maha Esa ….Dalam ku mencoba mengejari cita….Aneka warna nan menawan dijiwa…”

Penggalan syair dari dua lagu sejenis ini menjadi kombinasi yang luar biasa senin kemarin di km 18 tol jagorawi saat pergantian siang menjadi malam. Pengalihan arus lalu lintas karena perbaikan salah satu ruas jalan tol tersebut membuat aku harus mengurangi kecepatan mobil menjadi hanya sekitar 20 kpj. Pembekalan penelitian yang diadakan IPB untuk mahasiswa nya sampai sore hari berdampak aku ada di suasana senja diatas jalan tol ini untuk pertama kalinya…sendirian.

Dan matahari pun turun memberikan semburat lembayung yang indah sekali dari langit diarah kiri….dan aku terkesima saat aku melirik kearah langit disebelah kanan yang membiaskan pelangi….pujian kepada Sang Pemilik keindahan meluncur dari bibir ku dan aku makin memperlambat laju kendaraan agar aku dapat lebih lama menikmati lukisan alam yang luar biasa ini…..

Diapit dua maha karya Tuhan membuat aku tak dapat berkata-kata…sungguh aku dapat merasakan hangat nya mentari senja dan indahnya jembatan bidadari surga dalam waktu yang bersamaan….subhanallah…indaaaaaaah sekali.

“oh warna warna pada dunia..kuterpesona..kau teristimewa…”

Tuhan mengajari aku melalui fenomena alam yang Dia ciptakan….saat pergantian siang ke malam dan melalui indah warna pelangi……
Mengingatkanku bahwa begitu banyak warna hidup kita bagai pelangi…dan bila kita lihat bersama menjadi suatu keindahan yang luar biasa….bahwa apalah makna hidup bila kita tak pernah merasakan semua garis warna Tuhan…tau rasanya sakit supaya bisa mensyukuri sehat, tau rasanya musibah agar mensyukuri nikmat, tau rasanya berjuang agar bisa menikmati kemenangan.

Sering aku merasa malam terlalu panjang buat aku dan gelapnya membuat aku merasa khawatir jangan-jangan aku tak sempat menemui fajar atau kadang sebaliknya saat aku merasa hangat dalam terang benderang siang aku dan berharap malam tak akan datang.

Seperti itulah pendekatan banyak manusia dalam kehidupannya….dalam banyak permasalahan hidupnya, pada ketakutan dan kekhawatiran di perjalanan hidupnya. Padahal menjelang keberhasilan seseorang , menjelang garis finish, menjelang pergantian siang ke malam, ….merupakan momen yang sangat dramatis, menyenangkan dan indah. Persis seperti senja sore itu.

Saat semburat menghangati jiwaku seindah pelangi diatas langit cibubur
aku melihat lentera itu semakin terang
aku semakin dekat …

kulayangkan seluruh asa …mengangkasa ke peraduan Sang Maha
Tunjukkan jalan Mu, Tuhan…
Beri kekuatan untuk dapat melaluinya
Semoga ikhlas dan sabar mengiringi langkahku
menyelesaikan apa yang sudah aku mulai

jagorawi, 3 km menjelang pintu tol cibubur
pada 22.03.2010

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

One comment

  1. Avatar

    Perubahan siang ke malam, aatau apapun itu kita lewati dengan penuh syukur #eeap
    cumilebay.com recently posted…MARATUA lebih dari Sekedar MaldivesMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge