Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » 2nd Chance to be Happy, sebuah catatan pernikahan

2nd Chance to be Happy, sebuah catatan pernikahan

Ada fenomena menarik dengan tubuhku malam ini, sedemikian lelahnya beredar dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tak membuat ku ingin tertidur. Sejuk di 22 derajat, rebah atas kasur, terlentang menghadap langit-langit kamar, tak membuat ku ingin segera terpejam meski tubuh tlah terasa dibuai.

Tak ingin larut dalam lelah yang mendera, iseng aku buka laptop, melakukan koneksi ke sebuah stasiun televisi swasta yang menyediakan fasilitas streaming, berharap sajiannya dapat menjadi penghantar tidur malam ini.
Aku bukan penikmat televisi, nyaris kotak ajaib dilantai satu rumahku itu menjadi sekedar pajangan pelengkap layak nya rumah pada umumnya. Jadi acara yang tersaji di layar komputer itu pun sebenarnya jauh dari akrab buatku, namun jenis nya yang “talk show” setidaknya mampu menahan pandangan ku untuk tidak beralih ke urusan lain.

Just Alvin, nama acara yang disesuaikan dengan nama “host” nya, dan yang menjadi nara sumbernya kali ini seorang wanita cantik, artis dan terkenal…Mieka Amalia namanya. Aku tak perduli dengan narasumber itu, karena sebagai orang yang termasuk katagori bukan pemerhati dunia selebritas, nama itu acap luput dalam perhatian aku.

Yang menarik adalah tajuk nya “2nd chance to be happy”
hmmmm…..kali kedua ??
Menyitir komentar seorang teman sewaktu judul itu aku cantumkan sebagai status di salah satu jaringan sosial pertemanan…
“emang kenapa yang pertama”
yup….emang ada apa yang pertama…

Tendensi pasti langsung ditujukan pada kasus sang narasumber yang sempat hangat di dunia infotaiment beberapa waktu lalu mengenai hubungannya dengan teman seprofesinya “tora sudiro”

ho ho ho…lumayan…ini menjadi hal yang menarik….

Beberapa kalimat wanita nan ayu ini menjadi obyek perhatianku…sambil memperhatikan mimik wajah yang berulang kali di ambil sang kamera person sampai hanya wajah nya saja yang terlihat…begitu dekat….

“bila fondasi sebuah rumahtangga itu kuat, maka tidak ada orang kedua, ketiga, keempat yang dapat menganggu hubungan itu…, rumahtangga saya yang terdahulu dibangun dengan fondasi yang tidak terlalu kokoh…”

Saya tidak pernah merencanakan akan jatuh cinta dengan siapa, menikah dengan siapa dan menghabiskan hari tua saya dengan siapa….

Kasus saya dengan kasus tora berbeda, meski kami sama2 bercerai..

tora adalah saya dan saya adalah tora…

————————————————————————————————————–

ah…..cinta dan pernikahan memang sebuah fenomena yang acap sulit dimengerti…
entah kepada siapa kita akan berempati….
bila ada peluang untuk bahagia pada kesempatan yang kedua….pertanyaannya bagaimana kah kebahagiaan itu diraih
siapa yang luka, siapa yang melukai dan siapa yang terluka
atau memang begitulah adanya…pasti akan ada luka

————————————————————————————————————–
beberapa komen pun mengalir…..

The chance that we’ve got by hurting someone else heart?
so i think,he’s got that chance by cheating his wife. No matter what the reason is.

Jadi virus dirumah tangga orang lain,ayu-ayu kok dadi virus”….

Just alvin mgg lalu raffi ahmad-yuni shara, skrg tora sudiro-mike amalia. Cinta mm tdk bisa dimengerti. Kl ada yg coba2 u mengerti silakan gigit jari

—————————————————————————————————————-

akhirnya….zig ziglar dan buku merah jambu bersampul bunga mawar indah menjadi bacaan ku pagi ini…
masih tentang cinta dan pernikahan…

bicara tentang “The Second Chance…..”….berarti tidak lepas dari urusan yang pertama…ada kejadian yang mendahului sebuah kejadian.

dengan rendah hati, penuh ketidaktahuan, dan tanpa bermaksud menghakimi siapa pun, pendapat siapapun, bahkan apa yang menjadi pemikiran diri sendiri, saya hanya menyadur beberapa kutipan yang mungkin dapat menjadikan kita lebih bijaksana….

*seorang guru yang saya hormati, mengatakan bahwa bijaksana artinya…..kita menggunakan hati
nurani kita, karena itu yang membedakan manusia dengan makhluk lain.

—————–
“hal yang terbaik yang dapat dilakukan orangtua bagi anaknya adalah mencintai pasangannya”

pernikahan adalah sumbu dan anak-anak adalah jeruji sebuah roda, maka rumah yang berpusat pada anak-anak adalah rumah yang tidak memberikan pendidikan yang baik buat anak-anaknya, jaminan sebuah pernikahan yang buruk, dan persiapan yang buruk terhadap saat rumah anda kembali kosong.

—————-
pernikahan dapat dianalogikan dengan bagaimana kita mengendarai mobil…
ketrampilan sebenarnya dalam membawa mobil bukanlah kemampuan mengendarai mobil itu dekat dengan bahaya dengan selamat, namun kemampuan untuk memberi jarak yang cukup aman dari bahaya itu….

—————-
saya tidak pernah menemukan seseorang yang menikah….yang dapat berbahagia…yang tidak 100% setia kepada pasangannya.
menahan diri sebelum menikah dan dan kesetiaan setelah didalamnya…..
ziglar dengan lugas mengatakan : mereka yang melakukannya adalah orang-orang yang kebingungan.

—————
tanyakan pada diri anda :
1. apakah saya dapat mengulang kenikmatan ini terus menerus dan tetap merasa bahagia
2. apakah saya ingin pasangan saya mengetahui bahwa saya mendapatkan kenikmatan ini
3. apakah kenikmatan ini mengganggu kebahagiaan orang lain

biasakan lah diri anda bertanya…sebelum semua nya terjadi…
———–
terakhir:

Ada beberapa perlindungan yang baik terhadap godaan, tetapi yang terbaik adalah menjadi pengecut
*mark twain

untuk temans yang kebetulan nonton
untuk temans yang diharapkan opininya

lembah nirmala
31 oktober 2009

untuk sebuah buku di tahun 2005
dari uluran tangan seorang wanita perduli
yang saat ini berjalan sendiri….
terimakasih ibu…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge