Saturday, October 21, 2017
Home » Review and Event » #ZAKAT360 Buka Belenggu Kemiskinan, Ubah Menjadi Keberdayaan
#Zakat360 donnaimelda

#ZAKAT360 Buka Belenggu Kemiskinan, Ubah Menjadi Keberdayaan

Sejenak langkah terhenti menatap bentangan lahan subur nan menghijau tertutup hamparan sayuran segar yang tumbuh di atasnya. Terpikir oleh saya, beginikah sejatinya kekuatan kebersamaan, ketika dana umat dikelola secara profesional melalui tangan-tangan para ahli dan mereka yang peduli maka tak mustahil mengubah para mustahik menjadi muzaki. Gerakan #Zakat360 dari Dompet Dhuafa menjadi bukti sebuah upaya untuk mengubah kemiskinan menjadi keberdayaan.

Cerita di balik seikat sayur segar

Kita mungkin tak sempat berpikir jauh bahwa sayur-sayuran segar yang kita konsumsi hampir setiap hari adalah jerih payah petani yang dengan telaten mengurusi tanamannya dari benih hingga panen tiba. Saya dan kaum ibu terutama, hanya fokus dengan berapa harga cabai keriting sekilo misalnya, daripada berapa rupiah yang bisa diambil oleh petani sebagai keuntungan untuk menghidupi keluarganya.

Saya jadi teringat cerita petani tomat yang saya jumpai di salah satu kabupaten di Lampung yang memilih membiarkan buah tomat hasil panen mereka membusuk di batang. Rendahnya harga jual membuat mereka tak mampu menutup biaya transportasi dan distribusi dari kebun ke pasar. Itu belum termasuk biaya-biaya yang mereka sudah keluarkan untuk merawat tanaman sebelum panen tiba. Daripada kerugian yang harus mereka tanggung menjadi makin bengkak, maka membusuklah tomat-tomat itu di kebun. Sungguh miris.

Itu kita baru bicara di aspek transportasi dan distribusi, masalah lain muncul di tahap berikutnya yaitu pemasaran. Tingkat persaingan sangat tinggi di titik ini, dan hukum ekonomi tentu saja berlaku, ketika supply melimpah maka harga akan turun. Begitu juga dengan keberadaan sayur mayur impor yang tidak bisa kita nafikan keberadaannya, mampu menghadirkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal karena memiiki kualitas yang lebih baik dan pada akhirnya menjadi saingan utama petani lokal.

Kualitas sayur mayur impor tersebut memang tak lepas dari bagaimana penanganan dan pengelolaan pertanian di negara asal mereka, baik semasa tanam maupun penanganan pasca panen, misalnya pada proses penyiangan, proses sortir serta pengemasan. Sayur mayur yang mereka hasilkan pun telah melalui seleksi mutu kesehatan sehingga dengan makin banyaknya permintaan terhadap sayur organik maka sayur impor ini makin dilirik. Sementara itu, saat ini banyak petani lokal yang masih menggunakan zat-zat kimia dalam proses pertanian dengan tujuan untuk menghasilkan nilai mutu produksi yang berkualitas.

Mustahik Move to Muzaki

Melihat kondisi yang demikian, Dompet Dhuafa sebagai lembaga nirlaba yang salah satu sasarannya adalah pengentasan kemiskinan dibidang ekonomi, melihat ini sesuatu yang perlu mendapat perhatian. Persaingan sayur mayur di masyarakat luas sudah mengkhawatirkan terutama semakin banyaknya sayur mayur impor yang dikonsumsi masyarakat. Petani harus diajari dan didampingi agar mampu mengubah cara mengolah pertanian dengan menggunakan unsur-unsur yang alami atau organik. Hasil pertanian pun harus ditingkatkan, termasuk kualitas kebersihannya, lalu dikemas secara modern sehingga menimbulkan daya saing ekonomi yang tinggi.

Adalah Desa Sindangjaya, Cipanas yang merupakan salah satu titik pemberdayaan ekonomi melalui hortikultura di Jawa Barat. Melalui gerakan #Zakat360 bertema Buka Belenggu Kemiskinan, maka dicanangkanlah Program Green Horti – Mustahik Move to Muzaki – dari Divisi Pertanian Sehat, Masyarakat Mandiri, dan Dompet Dhuafa. Melalui program #Zakat360 yang menyeluruh, diharapkan dapat membangkitkan kemandirian ekonomi dan taraf produksi sayur mayur yang dikelola oleh para petani Desa Sindangjaya yang tergabung dalam Paguyuban Sumber Jaya Tani.

Naiknya sebuah produksi sayur mayur yang dikelola oleh para petani dapat mewujudkan taraf kehidupan yang lebih layak serta dapat bersaing ke dalam produk-produk luar negeri yang saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat lokal. Dengan itu, mereka yang tadinya Mustahik atau orang yang menerima zakat bisa beralih menjadi seorang Muzaki atau orang yang memberi zakat. Ah, sungguh sebuah program yang keren banget.

Tentang Sindangjaya

Beruntung saya bisa hadir langsung di Cipanas dalam kegiatan Media dan Blogger Gathering yang diadakan oleh Bidang Corporate Communication Dompet Dhuafa pada tanggal 6 Juni 2017 kemarin. Melalui kegiatan ini saya bisa melihat langsung dan lebih dekat sisi lain kehidupan petani sekaligus melihat bagaimana Program Green Horti dijalankan. Didampingi Kang Asep Hambali, yang merupakan pendamping petani di Desa Sindangjaya Cipanas, serta Mas Salman Alfarisi, Mas Bani dan Mas Beni dari Dompet Dhuafa, kami berkeliling ke kebun-kebun sayur milik petani sejak lepas Asar hingga menjelang buka puasa.

Cipanas memang sebuah wilayah dataran tinggi di kawasan Puncak yang mempunyai dataran tanah yang cocok bagi perkembangan lahan pertanian. Di salah satu desanya yaitu Desa Sindangjaya, yang berada di ketinggian 900 – 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) ada sekelompok petani dibawah naungan Paguyuban Sumber Jaya Tani yang menjalankan program Green Horti ini.

Di atas lahan seluas lebih kurang 6 ha., ada 30 petani yang terdaftar dalam Paguyuban Sumber Jaya Tani. Mereka masing-masing mengelola lahan seluas 2.000 meter persegi. dengan rincian 500 meter persegi untuk pertanian organik dan 1.500 meter persegi untuk pertanian konvensional. Komoditas sayuran yang ditanam di area ini, bermacam-macam seperti; brokoli, wortel, pakcoy, buncis, kacang merah, timun jepang, kailan, bayam jepang, jagung, lobak, seledri, bit, selada, kol, kembang kol dan daun bawang.

Dalam kunjungan tersebut selain berbincang-bincang dengan para petani dan pembimbing mereka di lapangan, kami juga mendatangi beberapa kebun sayur milik petani. Menyenangkan bisa melihat bagaimana tanaman tersebut di tanam, dirawat, dipanen hingga dikemas dan siap distribusikan. Untuk lahan yang organik mereka tidak lagi menggunakan bahan kimia melainkan menggunakan pupuk organik. Tanaman tumbuh subur di atas lahan yang dibuat berbaris teratur, hijau menyegarkan mata, saya sampai tak dapat menahan diri untuk ikut memanen wortel dan lobak yang ada di kebun. Mereka akan memanen kebun setiap hari selasa dan rabu, pada pagi hari. Lalu setelah itu dikemas dan barulah malam harinya mereka turun untuk mendistribusikannya ke agen-agen.

Dari perbincangan santai selama kunjungan, mereka mengatakan bahwa dengan adanya program Green Horti ini membawa dampak yang positif bagi kehidupan mereka. Pak Maman sebagai ketua paguyuban bahkan mengatakan sangat bersyukur dengan progam ini. Dari kebun sayur yang diolah dan menghasilkan kualias yang lebih baik mereka akhirnya mendapatkan hasil yang lebih baik juga dan pada akhirnya mereka saat ini memiliki taraf kehidupan yang lebih baik, bebas dari jeratan utang dan bahkan bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Alhamdulillah ya.

Bantuan yang diberikan memang tidak dalam bentuk uang, namun berupa input modal kerja, seperti benih, pupuk dan alat-alat pertanian. Mereka akan didampingi selama dua tahun untuk bisa menjalankan program ini. Idealnya, kurun dua tahun akan membentuk kebiasaan yang baik bagi para petani sehingga ketika suatu saat mereka harus mandiri dan pendamping mereka sudah tidak terjun langsung di lokasi mereka tetap bisa menjalankan program tersebut.

Hal ini bukan tak mungkin, meski baru berjalan kurang lebih satu tahun, mereka sudah dapat mengelola program ini melalui paguyuban. Ada iuran wajib setiap empat bulan sebesar lima ratus ribu rupiah yang bisa diputar kembali menjadi input modal buat anggotanya dan iuran wajib sepuluh ribu setiap bulan untuk menambah kas paguyuban. Sekarang mereka rata-rata sudah bisa mengantongi pendapatan sekitar 2,8 – 3 juta per bulan dari kebun mereka. Bahkan mereka benar-benar bisa beralih dari Mustahik menjadi Muzaki. Keren khan!

Beberapa kendala memang masih ditemukan dalam menjalankan program ini, seperti pasar sayur organik yang masih terbatas, sehingga produk masih banyak yang tidak terjual dan dialihkan ke pasar tradisional dengan harga yang rendah. Namun petani-petani ini sangat semangat, hampir setiap malam mereka berkumpul dan berdiskusi, mencari solusi kendala-kendala yang dihadapi dan mencari peluang-peluang atau cara yang lebih baik lagi untuk meningkatkan produksi dan pemasaran.

Darimana Dompet Dhuafa membiaya pendampingan ini?

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa. Mereka mengelola dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan atau lembaga. Dari dana tersebut, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR selama hampir 24 tahun.

Dompet Dhuafa memiliki jargon 5 lingkaran kemiskinan, yaitu miskin secara ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya, dan agama. Maka intervensi di kelima bidang ini mutlak diperlukan jika diinginkan perubahan ekonomi. Dompet Dhuafa melalui gelora Zakatnesia berupaya mensyiarkan dan mengedukasi masyarakat akan kekuatan zakat. Kali ini semangat Zakatnesia membawa tagline “#Zakat360 Buka Belenggu Kemiskinan” yang akan menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Jika 180 derajat lumrah di telinga kita akan sebuah makna perubahan drastis. Di sini Dompet Dhuafa mengusung ‘#Zakat360, Buka Belenggu Kemiskinan’ dengan makna perubahan total. Sebuah harapan perubahan total dari mustahik menjadi muzaki. Sehingga Zakatnesia dapat diartikan sebagai gaya hidup berzakat yang menyatu dalam budaya Indonesia. Di mana zakat menjadi kebiasaan wajib ditunaikan umat Islam dan mengubah kondisi kemiskinan menjadi keberdayaan.

Semangat yang mewujud pada aksi nyata yang salah satunya saya lihat kemarin di Sindangjaya memberikan kesan tersendiri buat saya dan mungkin teman-teman yang hadir kemarin atau yang membaca tulisan saya ini. Zakat adalah kewajiban kita sebagai muslim, namun bila dilakukan bersama-sama, dikelola bersama-sama maka hasilnya akan lebih luas dan lebih signifikan. Saya tidak mungkin melakukannya sendirian, besarnya zakat yang saya bayakan juga tak akan mampu membiayai program-program seperti ini. Tapi kalau dilakukan bersama-sama, maka keniscayaan adalah hasilnya.

#Zakat360 donnaimelda

Sudah bayar zakat tahun ini? Yuk kita kunjungi website www.dompetdhuafa.org atau ikuti akun media sosial mereka baik twitter maupun instagram di @Dompet_Dhuafa.

Yuk, kita lihat, apa yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk umat.

Tabik.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170405103421

Forward Your Dreams: Catatan dari Peluncuran Brand Promises CIMB Niaga

Memiliki impian ternyata bukanlah hal sederhana bagi orang dewasa. Di masa kanak-kanak kita sangat mudah ...

9 comments

  1. InsyaAlloh dnegan zakat bisa mengentaskan kemiskinan ya mba. Ada banyak pastinya muzakki di Indonesia. Klao dikumpulkan zakat maal nya bisa memberdayakan usaha-usaha kecil, sehingga yang tadinya mereka mustahiq bisa jadi muzakki.

  2. Melihat bagaimana semangat warga untuk berkebun, panen hasil kebun, dan banyak sokongan untuk modal awal membuat kita yakin bahwa Indonesia itu sebenarnya Negara makmur. Semoga makin makmur.

  3. foto-fotonya keren banget mba. kalau orang indonesia sadar bayar zakat tidak hanya zakat fitrah pastinya banyak pak maman , pak maman yang lain yang bisa sukses jadi petani.

  4. Bener mbak, dengan #zakat360 mereka tidak hanya diberi ikan tapi juga kail hingga bisa mandiri bahkan mampu berbagi dengan yang lain. Belum bisa mup on nih dari si “lobak” hehehe…

  5. Kalau dikelola dengan rapi dan tepat zakat luar biasa kekuatannya ya

  6. semoga amal ibadah orang-orang yang memberikan zakat ini diterima oleh Allah SWT. Keren!

  7. Salam #zakat360 mak

  8. Kebun yg besar dan bagus !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge