Home » Cerita di Balik Kisah » Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5
IMG_1018

Yang Pertama Buatmu, Bukan Hanya Aku #ArgaSeries #5

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan, seolah menopang isi kepalaku yang mendadak sarat oleh pengakuan seorang teman lama tentang Arga. Meski ini bukan untuk yang pertama kali, tapi tak urung membuat jantungku berdetak lebih kencang. Sebodoh ini kah aku mempertahankan cinta untuk seseorang yang dengan mudah berbagi hati, lelaki yang sepanjang perjalanan hidupnya kerap singgah tuk sekedar bermain rasa dan melepas hasrat dengan perempuan lain, dan terlebih lagi, sebuta itukah aku masih saja bergeming untuk seseorang yang menyandang predikat suami hingga terlambat untuk berlalu, masuk terlalu jauh dalam kehidupan Arga dan terbenam di dalamnya.

Aku ingat kali pertama mengendus ada yang tidak beres dengan cara Arga menjalin relasi denganku, saat itu hubungan kami masih sebatas teman biasa, meski tak memungkiri rasa cinta yang sesekali muncul berupa semburat. Saat pembicaraan masih sekedar menunjukan bahwa kami saling peduli dan selalu ingin saling mengisi hari, mendadak Arga memintaku untuk mengurangi intensitas komunikasi dengannya dengan alasan ada seseorang yang tak menyukainya dan mengiriminya pesan yang berisi ancaman untuk tidak berhubungan dengan seseorang. Aku serta merta mengiyakan, seolah seseorang yang dimaksud pengirim pesan tanpa nama itu adalah aku. Namun kekosongan waktu karena komunikasi yang terputus sementara, memberikan aku ruang untuk berpikir sejenak dan membuatku tersadar. Come on, Adis….ini bukan tentang kamu. Hubunganku dengan Arga masih dalam batas wajar, tak ada pembicaraan yang menjurus apalagi yang tidak senonoh, tak ada pula pertemuan yang hanya kami lakukan berdua. Damn…. berarti ada perempuan lain.

Adrenalin ku berpacu, Arga pasti tak tau bahwa dalam soal mencari fakta, menganalisa dan mengambil kesimpulan faktual akulah jagonya. Benaknya hanya berisi seorang Adis remaja dulu saat terakhir kami bertemu di sekolah menengah, dan lupa bahwa Adis yang dia akui sebagai cinta pertamanya ini tumbuh dewasa dan cerdas. Teknologi memungkinkan aku melakukan itu, karena untuk kepentingan pekerjaan nyaris 24 jam aku terhubung dengan internet. Urusan mencari tahu bagiku semudah menjentikkan jari-jariku. Dari sini satu fakta terhubung, siapa saja di lingkaran sang pengirim pesan, kota mana saja yang menghubungkan setiap fakta, semua seperti sebuah benang merah. Ini soal masa lalu mu Arga, bukan soal aku dan kamu. Ini soal kamu dengan perempuan itu, kekasih lamamu. Kamu masih berhubungan dengan dia yang kini hidup sendiri dengan anak-anaknya. Ah….Aku memang jatuh cinta pada orang yang salah.

Aku menarik nafas sejenak, menyadari bahwa harusnya sejak awal aku tak membuai perasaan ini. Tak berharap bunga dari benih masa lalu yang kau tanam sejak pertemuan pertama kita. Ku harap ini hanya sebuah euforia belaka yang akan perlahan menghilang ketika dibenturkan dengan banyak kenyataan. Kenyataan bahwa masa lalu yang tentangku yang kau gadang-gadang sebagai cinta pertama itu hanya remah-remah kata tak berguna yang lahir dari bibir semata tuk pemanis dusta.

Aku menyesali kebodohanku hari ini, andai saja sejak fakta itu kutemukan aku menarik diri, tentu aku tak perlu mendengar lagi bahwa ternyata kemudian aku harus berhadapan lagi dengan fakta baru bahwa cara ini kau pakai untuk menjerat perempuan lain, kata yang kau ucapkan juga pada sahabat masa kecilku bahwa ia cinta pertamamu. Siapa yang bodoh, aku atau kamu? Hingga kamu tak tau cara berhitung bahwa angka satu itu adalah urutan pertama dan sesudahnya adalah dua. Kemana matematika logika? Meski tak semanis kata, harusnya anak kecil juga tahu bahwa urutan sesudah pertama adalah kedua bukan? Sesudah cinta pertama adalah cinta kedua, ketiga dan seterusnya, bukan ada dua orang pada cinta pertamamu!

Ah…atau memang aku saja yang bodoh, menutup mata menafikan akal bahwa memang semudah itulah kau menjaja cinta.

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

p20120517-102803

Lelaki Yang Sama #ArgaSeries #4

Kereta melaju kencang meninggalkan Stasiun Universitas Indonesia saat jam tanganku menunjukkan pukul sembilan pagi di ...

2 comments

  1. Done, ditunggu lanjutanbya. Kalo bisa sampe ketemunya si adis dg teman baru :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge