Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Waktu kecil, kamu suka manjat pohon juga?
O

Waktu kecil, kamu suka manjat pohon juga?

“Tapi khan kata oom itu, bunda waktu kecil juga suka manjat pohon tiap pulang sekolah?” Demikian anakku, Diba waktu kecil pernah berkata dengan nada protes saat aku melarangnya memanjat pohon. Apa boleh buat, akhirnya aku hanya bisa mengingatkan untuk berhati-hati, agar jangan sampai terjatuh atau cedera.

Beberapa kali aku melarang anak perempuanku yang pertama melakukan kegiatan favoritnya memanjat pohon selagi kecil. Sebagai seorang ibu tentu saja ada kekhawatiran ia bisa terjatuh dan cedera saat memanjat. Namun semenjak ia bertemu dengan sahabat kecilku waktu Sekolah Dasar –yang menceritakan bahwa aku pun senang sekali memanjat pohon waktu kecil– aku tak pernah lagi melarangnya memanjat dan main di rumah pohon yang ada di pinggir lapangan bulutangkis di dalam perumahan tempat kami tinggal.

Bila aku becermin, kadang takjub sendiri, bagaimana mungkin wajah perempuan 40-tahunan ini yang sekarang takut akan ketinggian, waktu kecilnya senang sekali memanjat pohon. Sepulang sekolah yang aku lakukan selain makan siang adalah berlari menuju halaman. Masih dengan seragam putih merah itu, aku melepas sepatu sekolah lalu memanjat pohon dan berangin-angin di atas dahannya sambil menikmati buah pohon yang tak mengenal musim tersebut.

Kebetulan rumah dinas yang kami tempati saat itu memiliki halaman yang cukup luas, mengitari bagian samping, depan maupun di belakang rumah. Pemiliknya yang lama menanam beberapa pohon besar yang saat kami tempati sudah memasuki usia produktif. Ada dua batang Pohon Mangga, sebatang Pohon Nangka, kerumunan Pohon Pisang, serta Pohon Jambu Biji (Guava) dan Pohon Kersen.

Dua jenis yang terakhir adalah jenis pohon yang kerap aku panjat. Selain karena buahnya yang tak mengenal musim, batangnya juga memiliki banyak dahan untuk memanjat. Dahan-dahan tersebut cukup liat untuk dipijak hingga ke ujung, sehingga memudahkan saat hendak menggapai buah yang letaknya jauh dari batang pokok. Batang yang lentur seperti Pohon Jambu Biji juga menyenangkan untuk digunakan berayun-ayun menikmati hembusan angin.

Letaknya yang di belakang rumah dan persis di depan ruang makan kami yang terbuka, Pohon Jambu Biji ini ideal sekali untuk dijadikan tempat leyeh-leyeh sehabis makan. Terkadang di hari libur, kami sekeluarga bercengkerama di sini. Sambil mereka menikmati cemilan pagi atau sore hari, saya duduk manis di atas pohon, mendengarkan anggota keluarga saling berbincang di bawah dan sesekali menimpali.

Pohon Kersen letaknya ada di halaman depan, cukup tinggi untuk dipanjat. Hal asik yang dilakukan di pohon ini adalah memilih buah kecil-kecil yang mulai masak dan dimakan langsung. Dari atas pohon aku leluasa melihat orang yang lalu-lalang, termasuk teman-teman kecilku. Jadi pohon ini semacam tempat menunggu. Bila teman-temanku lewat depan rumah, aku tinggal merosot turun lalu pergi bermain bersamanya. Terkadang sampai lupa pamit hihihi.

Pohon ini juga yang pernah membuat aku terpeleset oleh batangnya yang licin setelah hujan dan mengakibatkan pergelangan tanganku sedikit terkilir. Takut dimarahi, aku tak melaporkan kejadian ini ke orangtua dan menikmati sakit dan bengkaknya berhari-hari sendiri. Ah, gak enak deh rasanya. Tapi toh tak membuatku kapok, tetap saja kebiasaan memanjat dilakukan setelah tanganku sembuh. Hingga kapan kebiasaan ini berhenti dengan sendirinya, aku tak tahu pasti.

Yang jelas, sensasi memanjat, berayun-ayun dan was-was dari kemungkinan jatuh saat menggapai buah yang jauh hingga kini masih bisa aku bayangkan. Jadi aku pun akhirnya memutuskan, biarkanlah anak-anakku pun mengalami hal yang sama. Mau manjat pohon? Atau bermain di rumah pohon? Boleeeeh, asal sudah pamit dan tetap hati-hati ya nak.

Mau ikutan manjat pohon? Ayoooo...
Mau ikutan manjat pohon? Ayoooo…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

16 comments

  1. Saya jg suka mbak manjat pohon, pohon jambu, mangga, pernah mau nyobak pohon kelapa to nggak bs..hehe..
    Trnyata diba suka dg hal yg sm sperti yg mbkmlakukan waktu kecil yak…
    🙂

  2. Hobi anak lanang
    Saya juga suka manjat pohon.
    Pernah jatuh dari poho mangga juga
    Salam hangat dari Surabaya
    Pakde Cholik recently posted…3 Penyakit Yang Menganggu Kenikmatan Makan SahurMy Profile

  3. Aku baru berani manjat pohon jaman SMA mak, waktu itu mau ngunduh rambutan, dan orang muda satu2nya di rumah hanya aku. Kakak udah kuliah di luar kota, aku tinggal bertiga sama mbah, ya apa boleh buat

  4. Ahahahaha.ekspresi anakny. bahagia amat ya..mngkin.ekspresiku.juga pas.lg manjat pohon

  5. Koreksi dikit ya mbak. Becermin, bukan bercermin.

    Dari dulu suka dilarang sih manjat2 pohon gini. Di rumah pun tanaman2 dalam ukuran yang mudah dijangkau. Di rumahku buah2an gitu sampe gantung2 di tanah. Jadi, anak2 kecil gak perlu harus manjat kalau mau ambil buah.

    Eh, sekarang udah gede, malah disuruh manjat sama rapeling dari tower 27 meter. Ampun deh :)))
    Adie Riyanto recently posted…Foto Bareng BuleMy Profile

  6. welehh aku pun hobi banget manjat pohon mba 😀

  7. suka banget.. skrg nurun ke anak cewe 😀
    eda akbar recently posted…Mau Dapat Mercy S Class?My Profile

  8. Wahaha…dulu pernah ngebayangin punya rumah di atas pohon. Padahal, manjat aja takut. haha…Salam kenal mbak….

  9. wah, aq banget tuh Mak. dari kecil udah suka manjat pohon. kebetulan di belakang rumah ada pohon jambu air. kerjaan saya ya manjatin itu pohon. walaupun sedang tak berbuah tetap saya panjat. tiduran di salah satu dahan sambil dengerin radio. kadang sampai tertidur (untungnya nggak jatuh hehheee..).

    seingat saya terakhir manjat pohon itu sekitar lima tahun lalu saat kuliah 🙂

  10. Iyaaa…aku waktu kecil suka manjat pohon
    ade anita recently posted…Temper Tantrum Pada Anak dan Cara MengatasinyaMy Profile

  11. aku gak bisa manjat pohon mbak don
    Lidya recently posted…Buka Puasa Delivery Bakmi GM SajaMy Profile

  12. Aku enggak berani manjat pohon. Entah kenapa ya. Padahal ibuku ahli soal manjat memanjat. Cuma kadang iseng manjat. etapi nggak bisa turun ><
    Lestarie recently posted…Dandelion untuk UbiiMy Profile

  13. Dulu waktu kecil pernah manjat, paling sering yang dipanjat adalah pohon mangga. Ya karena satu satunya pohon ini yang sedang berbuah…hehhe
    Rika Verry Kurniawan recently posted…Cari Gadget Baru? Belanja Gadget Lebih Mudah Di ErafoneMy Profile

  14. waktu kecil aku doyan banget manjat pohon mba 🙂 tapi sekarang udah besar malu pula hehehe

  15. Masih bisa ngga ya, gw manjat pu’un ? qiqiqiqiq

  16. haha, jadi inget waktu itu sambil manjat pohon mangga sambil makan di atas phononnya
    greatygrey recently posted…Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami dan CepatMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge