Home » Volunteering » Virus Itu Bernama Kelas Inspirasi
KI3

Virus Itu Bernama Kelas Inspirasi

Berhenti mengeluh tidaklah cukup. Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup. Mari kita nyalakan lilin untuk Indonesia.

Sampai jumpa hari Minggu nanti!

Salam hangat, Tim Kelas Inspirasi Bandung

PB110297Yeaaayyyy, seneng banget. Akhirnya setelah melalui proses seleksi terhadap esai dan data diri melalui situs resmi Kelas Inspirasi di www.kelasinspirasi.org, saya terpilih menjadi salah satu relawan pengajar di Kelas Inspirasi Bandung yang akan diadakan pada tanggal 19 Februari 2014 nanti. Meski ini adalah kesempatan ketiga kalinya terlibat sebagai relawan pengajar setelah Kelas Inspirasi Bogor dan Kelas Inspirasi Probolinggo, perasaaan harap-harap cemas tetap saja muncul dalam benak. Hal yang wajar sehingga saya buru-buru membuka kotak masuk surat elektronik atas nama saya pada tanggal 2 Februari 2014 kemarin setelah Christa -seorang teman relawan Kelas Inspirasi Probolinggo yang berdomisili di Surabaya- menanyakan apakah saya sudah mendapat konfirmasi lolos seleksi dari panitia Kelas Inspirasi Bandung melalui surat elektronik. Harapan saya terjawab, “Kami ucapkan selamat bergabung dengan gerakan pendidikan ini. Kami ikut merasa bangga bahwa kita bisa saling menemukan dan saling bertautan demi sebuah misi sederhana ini.”, begitu salah satu kalimat yang tertera dalam isi surat elektronik dari panitia.

Kegembiraan tak berhenti sampai di situ. Melalui akun resmi Kelas Inspirasi di media sosial Twitter, saya menemukan banyak nama yang saya kenal baik yang juga lolos sebagai relawan pengajar. Meski hari sudah jauh malam saat pengumuman itu disampaikan, saya masih saja betah membaca kicauan demi kicauan yang berisikan nama-nama relawan beserta profesinya hingga larut malam. Setiap menemukan nama yang saya kenal, saya pasti berseru senang lalu menyempatkan menyapa mereka melalui Twitter. Bayangkan betapa gembiranya hati melihat orang-orang di lingkaran hidup kita merasakan gairah yang sama, berbagi inspirasi untuk membangun mimpi anak Indonesia.

Di lingkaran teman-teman Kelas Inspirasi Bogor, ada Deni Karsa Pamungkas dan Muhammad Fahri Misan, kami dahulu bersama-sama di SD Sukaraja 3 Bogor. Dari Kelas Inspirasi Probolinggo, ada Christa Rahma, Ficky Hidayat dan Wahyu Qomaruddin, ketiganya berdomisili di Surabaya. Tak cuma dari mereka yang memang sudah mengenal organisasi di bawah Indonesia Mengajar ini, tetapi juga datang dari lingkaran mahasiswa saya yang sudah alumni, seseorang yang kini memiliki karir bagus di ESDM sebagai peneliti muda, Bono Pranoto. Ada juga bapak M. Ihsan Kusasi, seorang penulis yang saya kenal melalui dunia maya dan mbak Ika Wulandari, seorang Travel Writer dengan buku serial Lost In yang best seller itu. Tak ketinggalan ada Astuti, seorang teman yang saya kenal melalui kegiatan backpacking bersama komunitas Backpacker Koprol. Yeeaaaayyy…. lihatlah, betapa virus ini menyebar ke semua lini, berbagai profesi di seluruh penjuru tanah air.

Saya yakin tak ada yang menggerakkan kami -para relawan- kecuali panggilan jiwa untuk berbagi, dorongan kuat untuk melakukan sesuatu untuk negeri ini. Kontribusi kami mungkin sangat sederhana. Tapi ini nyata, lahir dari sebuah ketulusan dan kepedulian. Tentu saja banyak cara untuk memberi, saya memilih cara ini. Kegiatan ini saya ibaratkan sebagai sebuah proses polimerisasi monomer-monomer sederhana, diinisiasi oleh Anis Baswedan sebagai founder dan terus menerus melakukan upaya propagasi lewat relawan-relawannya membentuk rantai polimer yang panjang dan kuat. Setiap rantai mengikatkan diri dengan rantai-rantai baru, bagai virus yang menjangkiti orang-orang di sekitarnya tanpa mengalami terminasi. Ini bukanlah euforia, bukan pula gagah-gagahan apalagi supaya terlihat keren.

Kegiatan ini terus berlanjut meski hari H sudah terlampaui, masih terus berkomunikasi dengan sesama relawan atau dengan pihak sekolah bahkan dengan anak-anak. Cobalah rasakan, betapa kegiatan ini sungguh mengikat emosi kita dengan anak-anak yang pernah dikunjungi. Saya masih saja rindu dengan anak-anak di Sukaraja Bogor, masih rindu dengan cinta anak-anak di Lereng Pegunungan Tengger. Saya juga masih saja meneteskan airmata setiap menyaksikan kembali rekaman video baik yang di Bogor maupun di Probolinggo saat Kelas Inspirasi berlangsung. Semua rasa itu menyisakan tekad, saya akan datang ke lebih banyak tempat di Indonesia untuk berbagi lebih banyak pada anak-anak bangsa.

Tak ada yang lebih menyenangkan selain terjangkit virus positif seperti ini. Berkumpul bersama orang-orang positif bagai sebuah mantra kebahagiaan lalu membuat banyak orang lain ikut bahagia. Itulah sebabnya saya tak ingin ketinggalan info sedikitpun tentang perkembangan Kelas Inspirasi. Menyempatkan diri menulis pengalamannya, memantau informasi di linimasa @KelasInspirasi lalu membagikannya di setiap akun sosial media yang saya punya. Virus ini akan terus menyebar dan menulari banyak orang dan bisa dilakukan oleh setiap dari kita. Tertarik untuk bergabung?. Kelas Inspirasi Jakarta #3 dan Kelas Inspirasi Sulawesi Selatan telah terjadwal menanti aplikasi anda. Sampai jumpa di Kelas Inspirasi berikutnya yaaa.

Bandung…I’m coming….

 

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG_1365

Inspirasi Buat Anak Negeri

Saya ingin menjadi pilot, karena saya ingin mengantarkan orang-orang keliling dunia Saya ingin menjadi atlit ...

8 comments

  1. jadi pingin jadi relawan kelas inspirasi,tapi jauh 🙁

  2. luar biasa pengabdiannya, semoga selalu menjadi lentera pendidikan di Indonesia ya mbak, semangat 😀
    salam kenal 🙂

  3. Mantab. Salut dehhh.

  4. Bono Pranoto

    Terima kasih telah mengenalkan kelas inspirasi kepada saya, virus ini berhasil membunuh ego saya, jangan berhenti mempromosikannya, saya yakin banyak peminat yg belum berkesempatan, sekali menyentuh kelas inspirasi, selamanya jatuh cinta…

    You always be my teacher, thanks

    • donna imelda

      You are welcome, anak muda. Teruslah menginspirasi lebih banyak anak negeri. Sungguh suatu kebanggaan pernah menjadi guru untuk mahasiswa hebat seperti kamuu, Bono. Kamu, profesi dan prestasi kamu adalah role model buat anak-anak Indonesia lainnya. Keep Inspiring yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge