Monday, September 25, 2017
Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Between Three Ends Plus and The Power of Content
IMG20161027123759

Between Three Ends Plus and The Power of Content

Harus ada yang menyuarakannya! Kata-kata itu menusuk telak di jantung saya saat Kang Maman Suherman memaparkan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami kondisi darurat dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kalimat yang disampaikan tepat saat para blogger merayakan Hari Blogger Nasional di acara Serempak Gathering, seolah menampar ego saya sebagai blogger, pertanyaan “sudah berbuat apa” pun berkecamuk dalam benak.

Gathering Serempak kali ini memang istimewa, dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2016 di Kampus Binus FX Plaza menghadirkan seratus orang blogger dan menghadirkan banyak narasumber. Dalam suasana nasionalisme yang kental melalui berbagai sentuhan nusantara pada pakaian yang digunakan peserta, pertemuan kali ini sungguh memberikan banyak pencerahan buat saya.

IMG20161027094049

Sebuah Sinergi
Sebagaimana sambutan Ibu Ratna Susianawati, asisten Deputi Bidang Infrastruktur dan Lingkungan KPPPA yang mengatakan bahwa blogger memegang peranan penting untuk menyebarkan menulis dan menyebarkan informasi serta ikut membantu program-program KPPPA. The Power of Content yang menjadi tema utama gathering kali ini pun dikaitkan dengan salah satu program unggulan KPPPA yaitu membantu mewujudkan Three End Plus.

Bila dahulu program unggulan ini hanya terdiri dari 3 unsur dan disebut dengan Three Ends saja, kini dengan bertambahnya satu komponen maka disebutlah program unggulan ini dengan Three Ends Plus yaitu, Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Akhiri Perdagangan Manusia, Akhiri Kesenjangan Ekonomi dan ditambah dengan unsur yang keempat yakni Akhiri Ketertinggalan Perempuan dalam Politik.

IMG20161027101659

Suarakan Ini!
Senada dengan apa yang dikatakan Ibu Ratna, bahwa penting untuk menyuarakan isu ini ke masyarakat, begitu juga Kang Maman Suherman yang menjadi narasumber. Dengan gaya bahasa yang khas, Kang Maman membuka pemaparan singkatnya dengan cerita yang mengiris hati saya sebagai perempuan dan ibu. Bagaimana tidak, peristiwa pembakaran dan pembunuhan seoorang ibu dan anaknya dilakukan hanya untuk menutupi kejahatan orang-orang didekatnya.

Kang Maman juga memaparkan data yang membuat kami yang mendengar tertegun. Data yang pernah saya baca dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa sepanjang tahun 2015, ada sekitar 3.700 anak yang menjadi korban kekerasan. Dan lebih miris lagi, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyebutkan bahwa saat ini ada 35 perempuan yang menjadi korban kekerasan setiap 24 jam. Ini bukan angka yang kecil lho!

Di ranah komunitas, terdapat 5.002 kasus kekerasan terhadap perempuan. Sebanyak 1.657 kasus di antaranya jenis kekerasan seksual. Temanya pun meluas, yakni pekerja seks online, mucikari, selebriti pekerja seks, cyber crime, biro jodoh yang dinilai berkedok syariah, dan penyedia layanan perkawinan siri. Menyedihkan sekali ternyata negara kita termasuk negara sasaran perdagangan sex dan pedofilia terbesar di dunia.

IMG20161027111839

Sementara di ranah negara, masih saja ada oknum aparat negara yang menjadi pelaku langsung atau melakukan pembiaran pada saat peristiwa pelangaran HAM terjadi. Komnas Perempuan mencatat ada 8 kasus yang melibatkan negara. Di antaranya 2 kasus pemalsuan akta nikah di Jawa Barat dan 6 kasus lainnya terjadi di Nusa Tenggara Timur terkait perdagangan orang atau trafficking. Bahkan 50% TKI yang bekerja di luar negeri adalah korban praktek perdagangan manusia.

Sedih dan gemas khan rasanya membaca data dan fakta di atas. Bagaimana mungkin kualitas hidup suatu bangsa bisa tercapai bila perempuan sebagai ujung tombak dan anak-anak sebagai penerus bangsa masih harus mengalami kekerasan seperti di atas. Hal ini tentu tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah dan memang sudah menjadi tanggung jawab kita bersama.

Perlu kesadaran masyarakat agar bersinergi dengan lembaga atau organisasi di masyarakat untuk membangun lingkungan yang mampu melindungi perempuan dan menjamin tumbuh kembang dan perlindungan anak. Begitu juga blogger yang memiliki peran penting dalam mendukung isu responsif gender dan memahami tentang hak perempuan dan anak, termasuk mengakhiri budaya kekerasan yang kian marak dan menyuarakan lebih lusa ke masyarakat melalui tulisan.

IMG20161027110005

Blogger dan Branding
Lalu bagaimana blogger menjalankan perannya tentu tidak terlepas dari bagaimana dia mengelola blognya. Ibu Ina A. Murwani, Deputy Head of Marketing Binus University memaparkan materinya terkait dengan blog dan branding. Bagi seorang blogger, branding yang paling utama adalah melalui tulisannya, dan tulisan yang abadi adalah yang memiliki pembaca. Nah, untuk memiliki pembaca maka perlu melakukan branding, karena branding lah yang membuat kita berbeda dengan yang lain di ceruk market.

Sebenarnya tak sulit membangun branding, Ibu Ina memaparkannya secara singkat 5 hal utama yang perlu dilakukan untuk branding. Yang pertama adalah GOLDEN RULE, ketahui dengan jelas target market atau audience dan pilihlah theme yang sesuai. Kenali pembaca kita, karena kita toh tidak bisa jadi apa saja untuk menyenangkan siapa saja. Maka buatlah tulisan yang sesuai dengan target pembaca kita.

Langkah selanjutnya setelah anda memilih theme maka menulislah sesuai dengan theme yang kita pilih, create your personality seperti nama blog, font, logo, tagline dan pilih warna yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Ternyata setiap warna itu punya arti lho. Seperti warna merah yang saya pilih untuk blog saya ternyata menyiratkan kekuatan dan atensi. Berbeda dengan biru yang menyiratkan trust and loyalty atau ungu yang menyiratkan prosperity and royalti.

Nah, jangan lupa sertakan foto dalam blog untuk memperkuat konten dan pilihlah gambar yang sesuai dan berkualitas. Dan yang terakhir jangan malas berinvestasi untuk blog. Bukan berarti investasi selalu uang ya, luangkan waktu untuk konsisten menulis, sharing di media sosial, saling memberi komentar, hingga di tingkat advance nantinya kita bisa memasang iklan, dan analytics di blog serta memperkuat konten dengan SEO.

Masih terkait kekuatan konten dan tulisan, blogger senior yang juga Sekretaris Jenderal Serempak, Ani Berta juga menyampaikan beberapa hal penting bagi blogger seperti membiasakan diri untuk segera menuliskan reportase dari sebuah event. Tak perlu menunggu deadline apalagi sampai lebih dari batas waktu yang diminta. Tuliskan saja reportasenya sesegera mungkin (maksimal 2 hari), dengan gaya hard news dan memenuhi unsur 5W+1H agar beritanya tetap aktual.

IMG20161027131006

Sedikit berbeda dengan hard news, penulisan feature biasanya lebih berupa kumpulan narasi yang lebih artistik dan dilengkapi dengan sentuhan personal seperti hasil interview, observasi dan pengalaman pribadi. Untuk penulisan terkait women empowerment dan kaitannya dengan Three Ends, buatlah judul yang ramah perempuan dan anak, tidak terkesan negatif dan menyudutkan perempuan dan isi atau konten tentu saja yang terkait dengan perempuan dan anak atau sosok-sosok yang terkait dengan hal ini.

Untuk menjadi maestro lewat artikel atau tulisan yang kita buat, kita bisa memperkaya dengan tulisan hasil interview dengan narasumber, data dari sumber yang terverifikasi, reportasi, foto, video dan infografis, opini serta ajakan untuk melakukan hal positif yang menjadi inti atau nilai-nilai yang ingin disampaikan atau dibagikan.

Nah… tak sulit bukan menajamkan potensi dan berkontribusi nyata sebagai blogger demi terwujudnya Three Ends Plus ini. Narasumber kita sudah memberi kita banyak informasi dan pencerahan. Tinggal dua hal saja, kemauan dan komitmen untuk melakukannya.

Bagaimana dengan anda?

IMG20161027125539

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Photo credit @nicholasdianto

Serba-Serbi Memilih Pakaian

Cara saya sehari-hari berpakaian seperti celana jeans, t-shirt dan penutup kepala dengan tenun ikat sebagai ...

12 comments

  1. bacanya sambil ditemenin hujan.. ehemm jd mau konsisten nulis..mksh mba donna.kmrin gk ikutan serempak pdhl seru apalagi pakai baju daerah.materi nya pun mengena seperti byk yg teman-teman share.

  2. Sebagai blogger kudu penting banget ya Mba meningkatkan branding blog kita.. tentunya dengan kontent yang baik agar performa blog kita bagus..
    rita asmaraningsih recently posted…STROKE JUGA BISA MENYERANG USIA MUDAMy Profile

  3. Jadi tambah semangat ngeblog. Mudah-mudahan semangat dan napas ini cukup panjang untuk tetap bisa menulis. Mudah-mudahan blog juga selalu dalam kondisi baik jadi bisa konsisten, hehe. Thanks buat inspirasinya, Mbak. Memang masih banyak hal di negeri ini yang membutuhkan peran bloger–salah satu motif saya jadi bloger juga seperti itu, hehe. Selamat Hari Bloger Nasional ya Mbak, tetaplah memberi inspirasi.
    Gara recently posted…Jakarta Smart City: Pulang Bicara ke BalaikotaMy Profile

  4. Betul Komitmen dan kemauan adalah hal yang penting. Kalau tidak komit dan konsisten agak sulit berkarya

    Ttd

    Blogger banyak Draft

    Arief

  5. setuju, Mbak Donna, perempuan punya peranan penting dalam meningkatkan kualitas masyarakatnya melalui tulisan-tulisan blog yang bermutu :).

  6. ini acaranya keren! Udha gitu dress codenya Indonesia banget!

  7. kayaknya aku belum pernah nbulis soal perempuan secara khusus…perlindungannya.

  8. eventnya seru. Banyak ilmunya. Selain pengtahuan tentang Ham, anak2, perempuan, juga memperkaya ilmu ngeblog. Ntap!

  9. Jadi makin semamngat untuk menulis konten positif, Mbak. Tfs 🙂

  10. Akbar S Yoga

    Sayangnya saya belum beruntung, nggak terpilih di antara blogger yang datang itu. Pengin ketemu Kang Maman secara langsung. 🙁

    Duh, sedih banget ya kekerasan terhadap wanita masih banyak banget. Udah gitu, banyak yang diam saja dan tidak melapor. :’)

  11. Miris juga ya dengan angka kekerasan pada perempuan. Kita yang tahu dan mendiamkan pun punya dosa yang sama deh menurut saya.

    Tentang kepenulisan. Tampaknya sekarang ini penulisan dengan gaya ‘feature’ lebih mudah ‘diterima’ yak?

  12. wah mantep banget, pengen deh jadi blogger profesional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge