Home » Pelangi Jiwa » the way you’ve touched me, Prilly …..13 tahun Bidadari Surga
angel_043

the way you’ve touched me, Prilly …..13 tahun Bidadari Surga

“Tahun demi tahun berlalu, belajar dari kehilanganmu, bagai rambu sepanjang hidupku kelak”

Ruang benak mendadak membuncah, sesaat lagu “you are the love of my life ” George Benson dan Roberto Fack mengalun di ruang tidurku. Memandang ke teras atas dari dalam kamar selalu menjadi kegiatan favorit, membiarkan pikir berkelana ke masa-masa lampau. Karena buatku tidak ada yang salah untuk menengok kebelakang tuk sekedar mengingat kembali pembelajaran yang diberikan oleh masa lalu buat kita.

Pagi ini teras masih basah oleh sisa hujan semalam, embun pun belum lagi sepenuhnya menghilang, melengkapi rasa kehilangan yang masih terasa direlung kalbu. Kubiarkan ujung mata menghangat oleh air mata seiring bait demi bait lantunan lagu yang terus bergulir. Mengingat sosok yang menyapa kami dalam keheningan di 21 April, 13 tahun lalu.

tak banyak kata yang tertumpah saat itu selain pertanyaan, “mengapa saya, Tuhan ??, apa dosa saya??

dan Tuhan seolah tak berkenan menjawab pertanyaan saya.

=====================================

tahun demi tahun saya merajuk pada Tuhan, bak anak balita yang sudah tak mau lagi diberi gula-gula karena ibunya menolak memberikannya pada saat dia inginkan. Ia tak lagi meminta dan tak lagi berharap, dan hidup dalam fantasinya sambil menikmati perihnya kehilangan.

tak henti saya menyalahkan diri sendiri, bahwa semua ini harusnya tidak terjadi bila saya punya ini, punya itu dan segala yang seharusnya saya punya. Saya mulai merasa bahwa Tuhan tidak adil.

Tuhan memang sayang dengan saya….Dia biarkan saya merajuk, Dia biarkan saya bermain dalam jet coaster kehidupan. Sesekali saya melambung ke atas, kadang nyaman di ketinggian tertentu, namun tak jarang berputar membuat saya mual, lalu sedemikian cepat kearah bawah, membuat saya menukik dan seolah terjerembab tanpa ampun ke permukaan bumi…bahkan sampai saat ini.

Demikianlah Tuhan mengajari saya….pelajaran2 yang tidak pernah ada kurikulum nya bahkan ditingkat tertinggi pendidikan yang sempat saya tempuh.

Kehilangan seseorang dalam hidup kita selalu menghadirkan perasaan sedih yang mendalam meski sejati nya apa yang hilang dari hidup kita bukan lah hilang melainkan masa pinjaman yang telah kadaluarsa karena Sang Pemiliknya ingin mengambil alih dan merawat serta menempatkannya pada tempat terbaik menurut ukuran Tuhan, bukan ukuran manusia. Seraya mengingatkan kembali bahwa sejati nya manusia adalah hamba yang hanya dengan iman dapat selalu dalam keadaan ‘samina wa atona, kami dengar dan kami patuh”

Kami dengar Tuhan, bahwa selalu ada hadiah buat kami disetiap ujian yang Engkau beri.

Kau ambil satu belahan jiwa kami, lalu kau beri kami dua pengganti yang sehat, manis dan patuh

Kami dengar Tuhan, tiada lah manusia itu selalu dalam keadaan takut, lalu Kau beri kami rasa takut,

kau hadirkan rasa lapar, kau hadirkan ingin yang seolah tak tergapai, kau hadirkan nestapa melalui makhluk lain yang kami sebut manusia,

namun bagaimana mungkin aku bisa tidak percaya pada keadilan Tuhan, bila dalam setiap ujian-ujian Kau selalu membekali kami dengan cahaya2 kecil dalam benak kami, yang hanya dengan keinginan untuk mengobarkannya maka cahaya itu akan terang benderang, menghadirkan keluarga dan sahabat yang selalu mencintai kami, yang selalu bilang “kamu pasti bisa”,selalu mengatakan “kami ada untuk memegang tangan kamu, Donna” , dan selalu menyediakan bahunya bila aku tak mampu lagi menahan tangis.

Dan bila hari ini kami memperingati 13 tahun berpulangnya gadis kecil kami tercinta, dan bila pula masih ada airmata yang jatuh, itu bukan lah penyesalan dan amarah. Semoga Tuhan selalu memaafkan saya dan menjaga saya dan amanah yang dia titipkan pada saya. Percaya bahwa saya tetaplah hamba yang bila tanpa campur tangan Nya, saya tidak akan mampu menjaga mereka Diba dan Rani untuk menjalani hidup sebaik mungkin menuju takdir yang Tuhan sediakan buat mereka, sampai kelak mereka akan bermain bertiga di surga yang engkau sediakan buat gadis2 kami, dan kami berdua tersenyum memandangnya.

13 tahun yang lalu mungkin amarah yang menggerakkan saya, kalap meraih apa yang saya inginkan, namun melihat rangkaian perjalanan hari kemarin, saya melihat bahwa Tuhan menyediakan tapak-tapak jalan saya melalui cara2 yang saya tidak duga, dan bila hari ini saya mampu melewati itu semua, saya merasa hangat dalam pelukan Tuhan.

hari ini saya terbangun di kamar yang sejuk dan berselimut hangat, disambut senyum manis diba rani dan ayah mereka, tidak kehujanan dan kepanasan dalam pondok mungil kami yang damai, ada dua sahabat baik yang menemani kami melewati malam…dan sapa pagi keluarga yang saling mencinta. Siap memulai hari melanjutkan karya dan terus belajar ke jenjang tertinggi yang saya mampu.

Tidak ada satu pun yang sia-sia dan semua sudah digariskan Tuhan, tinggal bagaimana kita memilih jalan seperti apa yang ingin kita tempuh. Maka NikmatTuhan yang manakah yang akan engkau dustakan??

terakhir….

selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa

tema tahun ini, in memoriam of my beloved girl Prilly….

“Tahun demi tahun berlalu, belajar dari kehilanganmu, bagai rambu sepanjang hidup”

*teras atas nirmala, 21 April 2011

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

6 comments

  1. heuheu.. sediiihhhh :'(

  2. baca ini sy jd teringat anak yg blm sempat sy lahirkan dan sypun tdk tahu apakah dia laki2 atau perempuan, wujudnyapun sy tdk tahu…yg sy tahu bahwa sy telah kehilangan dia didlm rahim sy di usianya hampir 3bln mak…14th yll….dia pergi bersama musnahnya harapan sy u mempunyai momongan lg…sedih tentunya…tp kehidupan terus berjln dan skenario telah dibuat, kt hanya pelakon yg wajib mengamini apa2 yg sdh digariskan-Nya…

  3. Dear Donna Imelda,

    may Allah ta’ala hug your angel, Prilly
    Tanti Amelia recently posted…TIDAK ADA IDE YANG ‘BIASA-BIASA SAJA’ DENGAN SCAMPERMy Profile

  4. Cumicumicumi

    Sedih bacanya bun..
    Huks… My lil piyopiyo!
    We missed you much lil girl ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge