Sunday, September 24, 2017
Home » Inspiration, Opinion, and Self Development » Suatu Sore di Gereja Blenduk Semarang
J

Suatu Sore di Gereja Blenduk Semarang

If you’re always racing to the next moment, what happens to the one you’re in?

Stasiun Tawang Jelang Senja
Stasiun Tawang Jelang Senja

Saya memang tak punya waktu banyak saat singgah di Semarang sore itu, 9 Juni 2015. Kereta Kamandaka yang membawa saya dari Pekalongan tiba di Semarang sekitar pukul empat sore, dan saya harus melanjutkan perjalanan lagi ke Jakarta pukul sembilan malam harinya. Sehingga bila setengah jam sebelumnya saya sudah harus ada lagi Stasiun Tawang, maka praktis saya hanya punya waktu hanya sekitar empat jam saja untuk bertemu teman-teman di Semarang. Dengan waktu yang sesempit itu, maka quality time bersama teman adalah yang menjadi prioritas

Perjalanan demi perjalanan, dari waktu ke waktu mengajarkan saya bahwa, tak penting lagi seberapa banyak tempat yang kamu kunjungi atau seberapa jauh langkah yang ditempuh. Berapa banyak moment istimewa yang tercipta dan kamu nikmati, itu jauh lebih penting. Jadi ketika seorang perempuan baik hati yang akrab saya panggil dengan Tarie menawarkan saya untuk berwisata ke beberapa tempat di Semarang dalam persinggahan tersebut, saya justru memilih untuk berada di satu tempat saja agar punya lebih banyak waktu untuk berinteraksi seru dengan teman-teman sesama blogger atau relawan di sini.

Sudut Kota Lama, mengingatkan aku pada salah satu sudut Jonker Street Malaka
Sudut Kota Lama, mengingatkan aku pada salah satu sudut Jonker Street Malaka

Akhirnya Taman Srigunting yang menjadi titik temu kami hari itu. Masih dengan koper di tangan dan ransel di punggung, saya menaiki becak menuju lokasi yang ternyata tak jauh dari Stasiun Tawang. Hanya beberapa menit saja saya sudah tiba, padahal saya sudah terlanjur duduk manis kegirangan dan ingin bisa lebih lama menikmati kawasan Kota Lama Semarang. Suasana hati saya persis seperti syair lagu anak-anak yang judulnya becak itu. “Saya duduk sendiri, sambil mengangkat kaki. Melihat dengan asik, ke kanan dan ke kiri”, begitu kira-kira bunyi syairnya. Menyenangkan bukan?

Taman Srigunting ini letaknya persis di sebelah Gereja Blenduk yang terkenal itu. Tamannya tak luas, namun terawat. Banyak warga lokal maupun pendatang seperti saya terlihat beraktivitas di taman tersebut. Ada yang duduk-duduk menikmati sore sambil berbincang, ada pula yang asik mengabadikan diri dengan latar belakang Gereja Blenduk yang saat senja itu terlihat cantik sekali diterpa sinar jingga mentari yang perlahan hilang di horison.

Temaram yang cantik
Temaram yang cantik

Kami tentu tak ingin menyia-nyiakan momen tersebut. Tak ada obrolan serius yang bikin dahi berkerut, kami membicarakan hal yang ringan sambil bersenda gurau menanti senja. Semua berlangsung santai dan seru meski saya saya baru kali ini bertemu dengan sebagian besar dari mereka. Passion yang sama di bidang menulis dan interaksi melalui sosial media membuat kami mudah akrab satu sama lain meski baru pertama bertemu.

Lihatlah bagaimana kami kursus singkat tentang Yoga dari Mbak Latree yang juga adalah seorang praktisi yoga, lalu mencoba berbagai pose yoga sambil berfoto dengan latar belakang Gereja Blenduk. Jangan tanya ramenya, kami berlima asik bergaya menggunakan berbagai pose yoga sambil riuh rendah tak henti mentertawakan diri sendiri yang nekat berpose di tengah taman.

Yang praktisi Yoga sih cuma Mbak La, yang lain wannabe xixixi
Yang praktisi Yoga sih cuma Mbak La, yang lain wannabe xixixi ki-ka atas: Mbak Latree, Uniek. ki-ka bawah: aku, Noorma, Tarie

Seusai magrib, pertemuan dilanjutkan di sebuah tempat makan angkringan. Beberapa teman pulang terlebih dahulu, namun ada juga beberapa yang justru baru saja datang bergabung seperti Kinanti dan Indri. Kami sama-sama tergabung dalam sebuah kumpulan relawan yang bergerak di bidang pendidikan dan anak-anak. Banyak sekali pilihan makanan di tempat ini. Nasinya dibungkus dengan porsi kecil-kecil khas angkringan. Perut saya yang masih terasa kenyang karena tadi sudah melahap Lumpia yang dibawakan Tari, dan masih terbawa kegembiraan tadi memilih untuk tidak makan di tempat melainkan membawanya untuk dimakan di dalam kereta nanti

Waktu jua yang membatasi pertemuan kami, tapi dalam waktu yang singkat sungguh sebuah momen yang mengesankan telah tercipta. Di dalam kereta yang membawa saya kembali ke Jakarta, saya terus saja teringat kebersamaan tadi. Betapa hebatnya suatu kenangan tercipta diantara orang-orang yang belum pernah bertemu sebelumnya, namun merasa dekat satu dengan yang lain, karena kesamaan passion yang menyatukan.

Kirim superman woosh ah buat teman-teman KI Semarang
Kirim superman woosh ah buat teman-teman KI Semarang ki-ka: aku, Tarie, Kinanti, Indri dan Niken

Terimakasih ya untuk kebersamaannya… Terimakasih untuk oleh-olehnya ya, Tari… sampai jumpa lagi.

Bye Semarang, I'll be back
Bye Semarang, I’ll be back

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

23 comments

  1. Gereja Blenduk itu peninggalan Portugiskah? Pose2nya itu keren2 Mbak..seperti penari balet..keren..

  2. Asyik dah, bisa ketemu mbak Donna.. Makasih ya mbak
    Noorma recently posted…Manfaat Berita OnlineMy Profile

  3. Kenapa aku ga dikabarin juga mbak?aku ksn kepengen ketemu mbak donna juga 🙁
    momtraveler recently posted…Nostalgia Kota Malang Bersama GreenmetrocarMy Profile

    • donna imelda

      Hiks… iyaaa, kabar2i cuma lewat status fb. Mungkin terlewat mbacanya ya, Muna. In shaa Allah lain waktu ya kita ketemuan, masih akan kembali ke Semarang kok

  4. huhuuyy….asyiknya bercengkerama dengan wong ndeso yg ngidam mbecak 😉
    thks untuk rame2nya ya Mb Donna, til we meet again :*
    Uniek Kaswarganti recently posted…Asyiknya Menunggu Berbuka Bersama AnakMy Profile

  5. Itu pose foto beryoga rianya keren deh mak Don
    ade anita recently posted…Temper Tantrum Pada Anak dan Cara MengatasinyaMy Profile

  6. sayang banget aku pas gak di sana ya mbak 🙂 yuk mudik kesana lagi

  7. Ayo dolan ke Semarang, kota yang penuh pesona dan belum terlalu macet,
    Promosi terus… 🙂

  8. Wow! Posisi yoganya kerennnn!!! :)))

  9. Ah seru banget ketemu kawan-kawan dalam satu koridor ya, Mbak Don. Aku ke taman srigunting ini malam-malam, sambil hujan-hujanan. Demi melengkapi perjalanan di Semarang ya dilakoni juga sekalipun tak urung diomelin hehehe…
    Evi recently posted…Masjid Menara Kudus dan Makam Sunan KudusMy Profile

    • donna imelda

      Hahaha, gak apa2 diomelin mbak. Yang penting besoknya ditanyain, “jadi mau blusukan kemana lagi? Sinih tak akomodasiin dan ditemani”, amboiiii, rancakbana, Uni…

  10. Ini para master yoga semua nih kayaknya ^^ Foto-fotonya indah 🙂

    Oya, aku ngga tau ini mau follow yang mana, jadi uda difollow di twitter ya ^^
    noniq recently posted…Ini Tampilan Anyar Alun-alun Ujung Berung BandungMy Profile

  11. Makasih banyak udah nyempetin dan bela-belain datang ya, Mak. Terima kasih banget pelukan hangat dan suntikan semangatnya. See you soon! Kita ngobrol lebih seru lagiiiih
    Lestarie recently posted…Dandelion untuk UbiiMy Profile

  12. mupeeeng ikutan kopdar dengan mba donna, hiks sayangnya dakuw ngga bisa turun kalau sore2 maklum orang gunung mba :*

  13. Saya pun akan kembali ke Semarang lagi dan lagi 😀 *kota penuh kenangan*
    Salman bluepackerid.com recently posted…Menikmati Pagi di Swiss Belinn Seminyak BaliMy Profile

  14. sepertinya bangunannya ada perpaduan ya mbak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge