Home » Review and Event » SmescoDigipreneurDay, Upaya Memajukan Produk UKM Indonesia Melalui Konten Yang Berkualitas
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

SmescoDigipreneurDay, Upaya Memajukan Produk UKM Indonesia Melalui Konten Yang Berkualitas

Mata saya langsung tertumbuk ke suatu arah tak jauh dari panggung perhelatan SmescoDigipreneurDay digelar. Untaian manik-manik warna-warni tersusun rapi menggoda mata untuk langsung mengarahkan lensa. Seraung Kalimantan, kalung dan taplak meja buatan tangan khas Suku Dayak terpajang apik seolah menyambut peserta talkshow hari ini.

Smesco bukanlah tempat yang asing buat saya, tak terhitung sudah berapa kali ke tempat ini untuk berbagai keperluan, baik sekedar bertandang maupun untuk meliput kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh tempat yang menjadi rumahnya UKM Indonesia ini. Apalagi letaknya strategis, di Jalan Gatot Subroto Jakarta yang mudah diakses baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Begitu juga kedatangan saya dalam SmescoDigipreneurDay kali ini.

Smesco Rumahku sebagai laboratorium produk UKM berkualitas sekaligus etalase pemasaran produk UKM merasa tertantang untuk menjadi yang terdepan dan kiblat bagi kemajuan UKM di Indonesia. Komitmen Smesco untuk memajukan UKM tanah air agar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di pasar global senantiasa menghadirkan berbagai program dan kegiatan yang mendukung komitmen tersebut.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Presiden Jokowi dalam Special ASEAN-US Summit awal Februari 2016 yang menegaskan komitmen Indonesia untuk memprioritaskan kerja sama UMKM dan teknologi di era ekonomi yang semakin mendigitalisasi. Berbagai tantangan tentu saja ada, diantaranya kualitas SDM dan manajemen, akses modal dan pendanaan alternatif, serta akses pasar global dan akses teknologi.

Sementara di sisi lain, internet sudah demikian masif merayapi sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Lihatlah data yang menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini sudah mencapai lebih dari 80 juta orang, sehingga menobatkan Indonesia dalam peringkat kedelapan negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Sebagian besar untuk aktivitas di media sosial selain untuk googling, belanja online, komunikasi, dan hiburan. Hal ini menjadi peluang untuk memajukan UKM Indonesia di dunia digital termasuk di ranah media sosial.

Anak-anak muda dan mereka yang berada dalam rentang usia produktif pada umumnya senang mengeksplorasi dan sangat kreatif. Mereka menemukan bahwa dunia digital dapat memberikan ruang yang sangat luas bagi generasi muda untuk bereksplorasi. Maka kini bermunculan anak-anak muda kreatif yang menjalani profesi sebagai digitalpreneur. Mereka membuat konten-konten kreatif untuk game, e-commerce, musik, dan berbagai aplikasi yang membuat hidup manusia makin praktis.

Dengan semangat itulah, Ahmad Zabadi Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) ingin berkontribusi memajukan UKM dengan semangat digitalisasi dan mengoptimalkan digitalpreneur untuk berkolaborasi memajukan UKM di pasar global. Bak gayung bersambut, bersama MB Communication melalui Indoblognet.com maka dikemaslah SmescoDigipreneurDay yang diselenggarakan di Galeri Indonesia Wow selama dua hari pada tanggal 19 dan 20 April 2016.

SmescoDigipreneurDay
SmescoDigipreneurDay merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi dan promosi produk- produk UKM terpilih dari 34 Paviliun Indonesia yang ada di Smesco RumahKu. Produk-produk yang selalu bikin saya jatuh hati ini dipromosikan melalui konten foto dan video yang disebarkan melalui berbagai media sosial seperti, Youtube, Facebook, Twitter, dan Instagram.

Ahmad Zabadi mengatakan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi wadah sekaligus arena bagi para preneur di industri digital agar memiliki kepedulian terhadap produk hasil karya perajin yang ditampilkan di Galeri Indonesia Wow. Smesco senantiasa melakukan pendampingan, mentoring, dan pembinaan bagi UKM harus diiringi dengan keinginan para pelaku UKM untuk mampu berkompetisi, kreatif dan produktif untuk memenuhi tuntutan dan selera pasar.

SmescoDigipreneurDay bertujuan meningkatkan ketrampilan digitalpreneur di bidang pembuatan konten dan fotografi serta membangkitkan kesadaran para penggiat di bidang ini terhadap kemajuan produk-produk UKM. Dari acara ini diharapkan pula dapat memberikan inspirasi para penggiat indutri kreatif digital maupun pemula agar semakin kreatif mengemas produk UKM secara menarik di media digital.

Acara SmescoDigipreneurDay ini diselenggarakan selama dua hari dengan peserta para netizen, blogger, para pelaku usaha dan netpreneur. Pada hari pertama, tema yang diangkat adalah “Exploring The Power of Content”, dihadirkan Ferry Ardianto, seorang pakar fotografi, Farchan Noor Rahman yang aktif menulis dan mengisi konten di blog, media maupun sosial media, serta Putra Agung yang lebih dikenal sebagai netizen khususnya di Instagram.

Sedangkan di hari kedua, diadakan acara yang sama yaitu talkshow dengan tema yang berbeda yaitu “Be Smart, Be Digital”, yang menghadirkan Jose Rocardo sebagai pendiri sebuah perusahaan digital untuk UKM, Andri Silalahi, seorang praktisi digital yang pernah memenangkan Google Awards Asia Tenggara tahun 2010 serta Andi Wiryawan sebagai pelaku UKM.

The Power of Content
Dari ketiga sesi yang dibawakan oleh empat narasumber tersebut saya sepakat dan berkesimpulan bahwa konten yang bagus memiliki kekuatan dalam mempromosikan produk-produk UKM Indonesia melalui blog dan media sosial. Bukan hanya informatif, tapi juga tahu bagaimana cara mendapatkan respon yang baik dari followers, pembaca atau pemerhati konten yang kita posting di media sosial sehingga tujuannya tercapai. Hal ini lah yang sudah dilakukan oleh narasumber Farchan Noor Rahman dan Putu Agung. Beruntung sekali mereka mau berbagi tentang ini pada kami.

Sedangkan dari sisi UKM, Ahmad Zabadi mengatakan bahwa salah satu tantangan agar produk UKM bisa penetrasi lebih jauh di pasar adalah kemampuan mensuplai produk dalam jumlah besar dengan kualitas yang tetap terjaga. Ini yang masih terus diupayakan oleh Smesco. Padahal saat ini Smesco sudah bekerja sama dengan beberapa retail modern yang bersedia menjadi outlet-outlet produk UKM. Jumlah yang sudah bersedia menampung mencapai ratusan outlet, namun ternyata yang baru bisa terpenuhi hanya beberapa puluh outlet saja. Ini sebuah peluang sekaligus tantangan.

Dari sisi konsumen, perlu juga dibangun kesadaran semangat nasionalisme atau kebangsaan sehingga konsumen mau beralih dan bangga menggunakan produk-produk UKM Indonesia yang kualitasnya banyak yang sudah memenuhi standar baik secara nasional bahkan bisa memenuhi standar internasional dan mengisi celah ekspor. Dengan hal ini maka perlahan produk-produk UKM Indonesia akan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus mampu bersaing di pasar global. Kita bisa belajar dari Korea dan China yang bangga sekali dengan produk dalam negeri yang pada akhirnya membawa produk mereka ke pasar dunia.

Dialog Visual dalam Fotografi
Sesi yang tak kalah menarik buat saya adalah sesi fotografi. Bagian ini yang mungkin agak panjang akan saya tuliskan. Saya ingin sekali memiliki blog yang bukan hanya memuat konten yang informatif dan inspiratif namun juga dikuatkan dengan gambar yang dapat berbicara. Lewat materi yang dibawakan oleh Ferry Ardianto, saya belajar bagaimana caranya berdialog secara visual dalam fotografi. Ini penting dalam membuat konten yang berkualitas, tulisan yang diperkaya oleh gambar dengan tampilan blog yang enak dipandang mata.

Oh ya, beliau adalah seorang fotografer yang juga berprofesi sebagai dosen fotografi di salah satu perguruan tinggi swasta dan pengajar di salah satu kursus fotografi terkemuka terkemuka. Sebagai orang yang telah menekuni dunia fotografi selama 30 tahun secara profesional terutama fotografi komersial, Ferry Ardianto membawakan materinya dengan begitu menarik. Meski dikemas ringan dalam suasana santai namun materinya berbobot dan esensinya bisa dipahami baik oleh peserta.

Beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dialog visual dalam fotografi itu artinya bertutur lewat gambar atau membuat foto yang dapat bercerita. Secara umum tujuan utama memotret adalah menghasilkan gambar yang mampu menggugah. Gambar itu adalah seni, begitu juga dengan komunikasi, sehingga gambar adalah salah satu seni berkomunikasi. Jadi gambar yang dihasilkan pun harus bisa mengkomunikasikan apa yang menjadi tujuan si pembuat gambar.

Paparan di atas itu mengingatkan saya betapa pentingnya seorang fotografer tahu apa tujuan memotret. Tujuan lainnya tentu saja bisa bermacam-macam, misalnya untuk mendokumentasikan sejarah atau perjalanan, mempromosikan atau menginformasikan sesuatu. Gambar bisa dijadikan sebagai media untuk bercerita. Nah, coba deh pikir-pikir lagi, apa tujuan kamu memotret. Aku kok semua ya hehehe.

Gambar Bagus vs Gambar Baik
Tujuan memotret juga mempengaruhi kualitas gambar yang kita hasilkan. Ada dua jenis gambar yang dihasilkan, yaitu gambar yang bagus dan gambar yang baik. Keduanya jelas memiliki perbedaan, namun sayangnya tak semua dari kita memahami perbedaannya. Gambar bagus itu lebih bersifat teknis, seperti bagaimana penggunaan ASA, mengatur kecepatan dan bukaan, menghasilkan gambar yang tajam dan komposisi yang baik. Namun tidak demikian dengan gambar baik.

Ingat-ingat deh beberapa gambar yang melegenda hingga puluhan tahun. Bila dibandingkan dengan saat ini di mana dunia fotografi sudah menggunakan alat dan teknologi yang begitu canggih, gambar-gambar yang melegenda tersebut bisa jadi bukanlah sebuah gambar yang bagus, karena kualitasnya sudah sangat ketinggalan jaman dibanding saat ini dan pasti tidak sebaik gambar yang diambil sekarang. Namun sudah bisa dipastikan gambar itu adalah sebuah gambar yang baik. Mengapa demikian?

Gambar yang baik itu selain memiliki aspek teknis seperti misalnya tercahaya dengan baik, terkomposisi dengan baik, ia juga dapat bercerita. Gambar yang baik mengandung pesan dan mengundang persepsi sehingga menggugah rasa. Analogi gambar bagus dan gambar baik itu seperti penulisan sebuah kalimat. Meskipun kata-katanya sama namun dirangkai dengan tanda baca yang berbeda akan menghasilkan rasa yang berbeda, apalagi menggunakan warna tulisan yang berbeda pula.

Dengan tanda baca, sebuah kalimat bisa menjadi kalimat tanya atau menggambarkan keraguan, bisa juga menjadi kalimat seru yang menggambarkan kemarahan, terlebih bila menggunakan huruf besar, warna merah atau tanda seru misalnya. Begitu juga dengan gambar yang baik, ia memiliki tanda gambar selayaknya tanda baca pada tulisan sehingga orang yang melihat akan merasakan sesuatu, entah senang, sedih, takut atau benci.

Parameter yang paling mudah untuk melihat gambar yang baik adalah dari respon orang yang melihat gambar tersebut. Dari respon bisa dilihat apakah pesan dari gambar yang kita buat tersampaikan. Misal saat Mas Ferry membuat foto-foto di penjara. Pesan yang ingin disampaikan adalah penjara itu tempat yang sama sekali tidak menyenangkan, jangan sampai masuk penjara. Nah, bila orang yang melihat foto-foto tersebut merasakan tak nyaman, tak enak melihat kondisi di penjara dan tak ingin berada di sana, maka berarti pesan itu sampai.

Persiapan Memotret
Untuk dapat bertutur melalui gambar, maka siapkan diri kita terlebih dahulu. Saat memotret, resapi pengalaman emosional yang dirasakan sehingga terekam dalam gambar. Pilih gambar yang paling mewakili dan kembangkan imajinasi. Menurut Mas Ferry, imajinasi adalah hal yang paling penting yang harus dimiliki seorang fotografer. Karena dari imajinasilah lahir ide-ide yang kreatif. Kreativitas adalah sebuah keunikan yang tak semua orang bisa menirunya. Berimajinasilah secara kreatif.

Tentukan bentuk foto yang akan anda hasilkan nantinya, akan berupa essay photo atau photo story. Essay photo bersifat mengajak atau mengundang orang lain melakukan sesuatu atau merasakan sesuatu, kalau photo story lebih pada bagaimana gambar tersebut bisa bercerita misal tentang seorang tokoh. Untuk itu seorang fotografer harus memiliki konsep saat hendak memotret. Hal ini menurut Mas Ferry adalah hal yang penting dan mendasar karena konsep lah yang akan memandu kita mendapatkan gambar yang kita inginkan.

Untuk membuat foto perjalanan, Mas Ferry juga memberi beberapa kiat-kiat yang biasa beliau lakukan seperti survey sebelum berangkat untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang daerah tujuan. Persiapkan atau rencanakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Dengan berkomunikasi atau berinteraksi dengan penduduk lokal, akan banyak hal-hal yang akan kita ketahui atau jumpai untuk diambil gambarnya.

Nah, yang terakhir dari Mas Ferry yang sangat lekat dalam ingatan saya adalah bahwa gambar juga bisa menjadi saluran berkat buat banyak orang. Seperti yang Mas Ferry lakukan ketika membuat foto-foto seputar operasi jantung anak yang kemudian digunakan untuk menggalang dana dari banyak negara untuk operasi jantung anak-anak yang tidak mampu. Wah… saya sampai merinding melihat bagaimana foto bisa menyelamatkan hidup banyak anak-anak.

So jangan tunda lagi ya, buatlah konten yang berkualitas dan bermanfaat, jadikan karya kita bagian dari kemajuan produk-produk UKM Indonesia.

Selamat berkarya…

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

#Zakat360 donnaimelda

#ZAKAT360 Buka Belenggu Kemiskinan, Ubah Menjadi Keberdayaan

Sejenak langkah terhenti menatap bentangan lahan subur nan menghijau tertutup hamparan sayuran segar yang tumbuh ...

15 comments

  1. Wahhhh misi SMESCO emang kerennn, untuk mjd ‘rumah’ bagi para UKM.

    Udah 2 x bertandang ke sini, dan ikutan tour ke paviliun2 provinsinya. Produknya emang apik2.
    Timothy W Pawiro recently posted…Kok sukanya pake Uber, sih?My Profile

  2. Saya suka datang ke smesco, bisa mengkhayal kapan bs jadi UKM yang di display produknya di sana. Semoga Apa yg dicita-citakan smesco bisa tercapai.
    Desy Yusnita recently posted…Be Smart Mom With Naqiyyah SyamMy Profile

  3. Aku kalau datang ke tempat ini mesti hati-hati. Habis semuanya cantik dan sesuai sng sekera. Kalau gak direm hanis deh uang belanjanya, bisa-bisa anak-anak makan cuma dikasih tempe 🙂
    Evi recently posted…Borobudur, Wisata Salah Satu Keajaiban DuniaMy Profile

  4. Tulisannya lengkap, tapi lucu menghibur. Jadi ingin ke sana lagi.

  5. Foto2nya bagus2 mba hehehe, terutama yang pas bagian narsis hehehe
    Salman Faris recently posted…Mengenal Lebih Dalam UKM “Digital” Masa KiniMy Profile

  6. Saya tertarik dengan tas dan aksesoris yang dibuat dari manik-manik yang super kecil itu.. Si pengrajin benar-benar sabar sekali ya..
    willova recently posted…Makin Yakin Berbisnis Online Dengan 3 ALasan IniMy Profile

  7. Beberapa kali ke Smesco, belum puas keliling galerinya, hehehe.
    Indonesia memang keren
    Nefertite Fatriyanti recently posted…Fiva Food, Produk Olahan yang Halal dan SehatMy Profile

  8. Puas banget baca tulisan ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge