Saturday, November 18, 2017
Home » Cerita di Balik Kisah » Setelah Hujan
setelah hujan

Setelah Hujan

sudah lewat tengah hari….
perempuan itu harus siap2 berangkat mengajar karena siang ini ada jadual kuliah pengganti kamis lalu yang tidak ditunaikannya. Wajahnya menunjukkan keengganan yang sangat,namun jadual UTS sudah didepan mata, materi yang disampaikan masih kurang, jadi diputuskan untuk tetap berangkat, menepati janjinya pada mahasiswa bahwa ia akan datang siang ini.

Kemeja putih aplikasi kotak2 pada manset tangan sudah rapi membalut tubuh,
siap berangkat dengan sang empunya tubuh menunaikan tugasnya
tapi pemandangan dari bingkai jendela siang itu terlalu indah untuk dilewatkan.
curahan air dari langit bertemu ditanah…mengalir bersama ke bagian lain yang lebih rendah membentuk harmoni yang indah.
angin dan semerbak tanah tersiram hujan memacu sensasi tubuh dan pikirnya….berkelana dari hidung sampai ke relung hati…..dalaaaaaam…

perempuan itu memutuskan menunda sejenak keberangkatannya
duduk sendiri di teras muka rumah, menjulurkan kaki ke meja kecil dihadapannya
dan mulai bercinta dengan hujan dan aromanya…

dipandangi dengan mesra setiap tetes hujan yang turun…
tetesan yang seperti barisan huruf yang berlomba, bercengkrama, bercanda turun menjumpai makhluk bumi…dan membentuk serangkaian kalimat yang hanya kalbu yang mampu membacanya.

oh…wahai sang pemilik hujan…
perempuan itu sedang belajar membaca, mengeja kalimat demi kalimat-Mu
berharap mampu melihat untaian pengampunan, pengharapan, penjagaan, kekuatan dan kasih sayang sebanyak tetesan hujan dihadapannya.

berharap limpahan air langit membasuh dosanya….membasuh lukanya….menghilangkan perihnya…dan mengalir bersama sang waktu bermuara pada kasih sayang-Mu

Perempuan itu…
menepis hangat sudut matanya
beranjak dari tempatnya bermesra
melangkah….ke tempat yang mungkin dia menemukan dirinya

langit begitu biru….
hujan telah membersihkan semua kusam dan kotor langit hidup
begitupun harapnya
semoga langit hatinya akan sebersih langit dunia hari ini
setelah hujan membasuh relungnya

melaju diatas roda “Her Red Beauty”
ditemani celoteh Kikan dan grup bandnya Cokelat
dalam sebuah harmoni lagu
dia mencoba mencerna kekuatan syairnya

——————-
coba hadapi,
walau pahit terasa di relung hati
harus kulewati
seakan semua tiada pernah terjadi

oh haruskah
kubenamkan diri meratapi
tenggelam sesali yang terjadi
tersiksa bersama hampa hasrat

ooo….kini…
ku hanya ingin lupakan semua
mengenangmu menyesakkan jiwa
dan ku hapus airmata
hingga kudapat sembuhkan luka

semoga kelak lupakan semua

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P_20160401_151657

Kebun Raya Eks Tambang Emas Minahasa, Sebuah Persembahan Bagi Alam

Berkali saya melihat gambar yang sejatinya memancing imaji keindahan. Lubang-lubang putih menganga, berserakan di sebuah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge