Tuesday, September 26, 2017
Home » Review and Event » Seputar Anemia dan Produktivitas Perempuan
IMG_20170402_162325

Seputar Anemia dan Produktivitas Perempuan

Anemia bukanlah persoalan baru jaman kini, sejak lama saya sudah sangat akrab dengan istilah 5L yaitu Lelah, Lesu, Letih Lemah. Empat kata tersebut adalah gejala umum yang sering terjadi pada penderita anemia, terkadang terdapat tanda-tanda lain seperti kulit pucat, sering berdebar-debar dan pusing berkunang-kunang dan susah konsentrasi serta mengantuk. Dulu saya sering sekali mengalami hal seperti ini, rasanya terganggu sekali kalau badan sudah mulai lemas, lesu dan gampang sekali pusing, jadi malas beraktivitas deh, produktivitas pun menurun.

Anemia adalah suatu kondisi yang tidak sehat di mana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal, padahal hemoglobin adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Jadi kebayang khan akibatnya kalau kadar Hb kurang, berarti suplai oksigen dalam organ tubuh juga berkurang. Sayangnya hal ini sering sekali tidak disadari oleh kita karena gejalanya yang mirip dengan kondisi tidak sehat lainnya.

Pada umumnya gejala anemia itu muncul karena kurangnya suplai oksigen ke jaringan dan organ tubuh, sehingga mengurangi fungsi jaringan dan organ tubuh tersebut. Oksigen diperlukan oleh jaringan tubuh seperti otot dan otak untuk melakukan fungsinya. Maka bisa dipastikan bila otot dan otak kekurangan oksigen, maka hal ini akan mengakibatkan fungsi otot dan otak terganggu.

Bila otot yang mengalami kekurangan oksigen maka akan menyebabkan otot kurang berfungsi optimal, akibatnya tubuh kita akan mudah lelah, lesu, letih dan lemah. Nah bagaimana kalau otak yang mengalami kekurangan oksigen? Akibatnya sulit untuk konsentrasi, mudah mengantuk dan mudah pusing bahkan kepala terasa berputar dan sakit kepala. Gak enak banget rasanya kalau lagi mengalami hal tersebut.

Lalu penyebabnya apa dong? Penyebab anemia secara langsung biasanya disebabkan oleh dua hal ini yaitu rendahnya asupan zat gizi dan karena meningkatnya pengeluaran
1. Rendahnya asupan
Perhatikan asupan zat gizi penting untuk pembuatan hemoglobin (Hb) seperti Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B12 dan Protein. Terkadang kita hanya memperhatikan asupan makanan dari sisi jumlah dan memilih hanya makanan yang kita sukai dan sering lalai dengan kandungannya.
2. Meningkatnya pengeluaran
Pengeluaran yang dimaksud di sini adalah pengeluaran darah di mana hemoglobin berada. Pengeluaran meningkat biasanya karena pendarahan yang disebabkan oleh cacingan, pecahnya sel darah merah karena thalassemia atau pendarahan oleh sebab lain seperti luka. Untuk wanita usia subur, setiap bulan akan mengalami peningkatan pengeluaran di masa-masa mentruasi.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Survei Angkatan Kerja Nasional Bulan pada bulan Agustus Tahun 2015 yang diolah Pusdatinaker, jumlah pekerja wanita Indonesia sebesar 37,16 persen dari jumlah populasi masyarakat Indonesia. Kalau jumlah total populasi tersebut kini adalah sebesar 114.819.199.1 jiwa, maka bisa dibayangkan banyaknya angkatan kerja wanita usia produktif yang dimiliki Indonesia pada saat ini.

Namun bagaimana dengan produktivitas kerja mereka? Ternyata produktivitas perempuan Indonesia seringkali menurun karena menderita anemia, penurunan produktivitas itu bisa mencapai 20%. Wanita dengan anemia terutama yang disebabkan oleh defisiensi zat besi umumnya lekas merasa lelah, konsentrasi turun karena kekurangan oksigen pada jaringan tubuh termasuk otak, sehingga mengurangi kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Sayang sekali ya?

Untuk itulah, Merck, perusahaan sains dan teknologi terkemuka, bekerja sama dengan PDGMI yang merupakan organisasi profesi dibawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pada tanggal 29 Maret 2017 kemarin menggelar sesi diskusi “Solusi Total untuk Indonesia yang Lebih Produktif & Bebas Anemia” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan agar terbebas dari anemia sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas. Acara ini merupakan program lanjutan dari kampanye Indonesia Bebes Anemia. Diskusi ini juga dihadiri oleh pihak Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang menyampaikan pentingnya kesehatan bagi produktivitas pekerja.

Drs. Muhammad Zuhri, M.Si, Direktur Bina Produktivitas Kementrian Tenaga Kerja mengatakan bahwa produktivitas adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan. Seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat atau tepat.

Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah kesehatan pekerja yang berbanding lurus dengan produktivitas, dimana jika mengalami penurunan, maka produktivitas bekerja mereka pun akan menurun. Oleh karena itu, penting bagi setiap pekerja untuk dapat memperhatikan kesehatan pribadinya dengan kecukupan nutrisi dan pola hidup sehat.”

Dengan nada yang sama, Prof. Dr. Endang L. Achadi, Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) menjelaskan bahwa, “Anemia dapat memberikan dampak terhadap penurunan produktivitas kerja wanita Indonesia sebanyak 20% atau sekitar 6,5 jam per minggu. Penurunan produktivitas yang disebabkan oleh Anemia dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat bergizi seimbang, termasuk makanan yang mengandung zat besi, protein dan vitamin.

Sayangnya pola makan masyarakat Indonesia pada umumnya rendah zat besi. Prevalensi anemia dan defisiensi besi di Indonesia juga cukup tinggi karenanya, sehingga perlu ditambah dengan minum suplemen yang mengandung zat besi, dan juga didukung dengan melakukan aktivitas atau olahraga secara teratur.
Pemerintah bukannya tinggal diam melihat kondisi ini, pemerintah telah lama memberikan perhatian terhadap tingginya Anemia di Indonesia, utamanya melalui pemberian Tablet Tambah Darah untuk Ibu hamil yang datang ke petugas dan fasilitas kesehatan. Program pemerintah untuk pencegahan anemia pun diperluas ke kelompok masyarakat lainnya, khususnya wanita usia subur dan remaja puteri.

Terkait dengan pola hidup sehat, bagi para pekerja aktif, kesibukan dan rutinitas sehari–hari membuat banyak orang lupa untuk menjalankan pola hidup sehat. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta, dan masyarakat untuk mencegah dan mengatasi anemia guna tercapainya produktivitas yang optimal. Untuk itulah PDGMI siap mendukung program pemerintah dengan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi anemia guna tercapainya produktivitas yang optimal.

Saya sendiri menyadari bahwa terkadang di tengah kesibukan saya sebagai perempuan bekerja dan pejalan, asupan makanan yang ideal sarat gizi yang dibutuhkan tubuh acapkali tidak terpenuhi. Apalagi saat melakukan perjalanan atau liputan di luar kota. Waktu yang sempit dan jadwal yang padat atau kondisi lokal setempat seringkali membuat zat gizi yang dibutuhkan berkurang dan akhirnya saya mudah sekali lelah dan bangun pagi dalam keadaan lesu atau lemah.

Tentu saja saya tak ingin hal ini terjadi berkepanjangan dan mengganggu produktivitas saya. Saya ingin tetap fit dan produktif. Itulah mengapa dalam tas ransel harian saya selalu ada sejumlah suplemen tambahan untuk menutupi kekurangan asupan gizi saya selama dalam perjalanan, biasanya berupa vitamin C, multi vitamin termasuk di dalamnya Sangobion, suplemen yang mengandung zat besi.

Tinggal olahraga nih yang saya masih suka lalai hehehe. Kalau dalam perjalanan sih tubuh saya lebih banyak bergerak karena harus berjalan dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, namun kalau lagi di Jakarta dan mengerjakan kerjaan kantor, waktu saya bisa habis hanya dengan duduk di depan meja mengerjakan hal-hal rutin seperti menulis dan tentu saja tak berolah raga hehehe. Duh, ini badan ya memang masih malas sekali untuk bergerak dan mengeluarkan keringat.

Untungnya, pada saat yang bersamaan kemarin, Merck juga meluncurkan Senam Anemiaction yaitu senam pencegahan gejala anemia yang juga bagian dari kampanye total solusi Indonesia bebas anemia. Nah ini saya mau nih melakukannya, karena gerakannya sederhana dan mudah diikuti serta bisa dilakukan di ruangan yang teidak terlalu luas sekalipun.

dr. Michael Triangto, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga mengatakan bahwa Senam Anemiaction merupakan salah satu bentuk olahraga yang terdiri dari beberapa gerakan sederhana yang berfokus kepada beberapa bagian tubuh, yaitu: aktivitas peregangan bawah, tengah dan atas. Gabungan gerakan pada Senam Anemiaction berfokus untuk meningkatkan mitokondria yang merupakan generator dari sel pada tubuh manusia, sehingga siapapun yang melakukan senam tersebut mengurangi gejala – gejala anemia dan dapat menjadi lebih segar serta produktif saat beraktivitas.

Nah, gimana, sudah tau khan penyebab anemia, gejala dan pencegahannya. Dan ternyata memang ada hubungan yang erat antara produktivitas dengan anemia. Jadi jangan sampai deh produktivitas kita menurun gara-gara anemia.

Yuk hidup lebih sehat!

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

IMG20170405103421

Forward Your Dreams: Catatan dari Peluncuran Brand Promises CIMB Niaga

Memiliki impian ternyata bukanlah hal sederhana bagi orang dewasa. Di masa kanak-kanak kita sangat mudah ...

10 comments

  1. Saya juga sering terkena 4L itu Mba. Apalagi kalau sedang sibuk2nya, duh rasanya kaya mau pingsan.
    Kalau sangobion emang sering sedia di rumah, tapi minumnya kalo pas inget hehe

  2. Bener banget, Mba.
    Kadang kalo udah cape, makanan ga dipilih lagi, apa yang ada di rumah/seketemunya di jalan aja yang di makan.

  3. Ayo mba Donna makin rajin olahranya hehe

  4. Gue sempet ngikutin gerakan Anemiaction ini, gerakannya mudah dan terasa seger gitu setelah melakukannya..
    salut deh sama sangobion <3

  5. Paling PR memang kalau ngantuk ngantuk pas mesti kerja ya. Mau tidur belom ada waktu, nggak tidur kok ya ngantuk ga tertahan. Udah coba senamnya kah Mbak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge