Thursday, November 23, 2017
Home » Flash Fiction » Prompt #51 Bintang Itu Jatuh
Credit
Credit

Prompt #51 Bintang Itu Jatuh

“Akhirnya besok waktu itu tiba. Aku masih tak percaya rasanya dengan keputusanmu. Dua tahun bukan waktu yang singkat, Lyra.” Aku bicara memecah kesunyian.

Sudah hampir setengah jam, wanita yang berbaring di sebelahku ini tak jua bicara sepatah kata pun. Kuperhatikan wajahnya, tapi aku sulit mengartikan rasa di balik raut lembut yang dimiliki Lyra. Ia memang gadis pendiam dan tertutup, tapi ini diam yang di luar kebiasaan. Tak biasanya pula ia berjarak seperti ini. Biasanya ia akan merapat rebah berbantal dadaku yang bidang sambil menikmati detak jantungku. Menghitung bintang satu-satu sampai tertidur di teras apartemen miliknya. Ah, mungkin ia sama resahnya dengan aku menjelang hari H esok.

“Begitu pun aku, lima tahun bersamamu, aku sungguh menikmati kebersamaan kita. Terutama di saat-saat seperti ini. Pasti kelak aku akan sulit meredam semua rindu. Namun keputusanku sudah bulat, Mas.” Lyra menjawab.

“Lagipula, kamu tak benar-benar sendiri, masih ada Alex, Vino dan Diandra -sahabat-sahabat- kita yang akan menemanimu melakukan kegiatan-kegiatan yang sering kita lakukan bersama. Apalagi ada Diandra, ia juga mencintai Bintang sepertiku. Percayalah, kamu tidak akan sendiri, mas.” Lanjut Lyra.

Entah mengapa, tiba-tiba saja aku terkesiap mendengar kalimat terakhir Lyra.

***

Kupandang langit diatas Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Cerah berbintang. Tak kuharap ada bintang jatuh seperti yang pernah aku lihat berdua Bintang di teras apartemen. Tak ada impian-impian bersama yang dilayangkan ke angkasa saat meteor itu memancarkan indah cahayanya ketika menembus atmosfer bumi. Permintaanku satu, dan itu sudah kutitipkan pada Diandra yang terus sesenggukan tadi. Aku akan merindukanmu, Mas. Aku juga akan merindukan persahabatan kita, Diandra.

Dalam situasi seperti ini, aku mudah saja berubah pikiran. Dua tahun bukan rentang waktu yang panjang. Mungkin tidak hanya program magister, aku bisa lebih lama disana sampai ke jenjang doktoral. Atau bahkan kalau perlu aku akan bekerja disana, selamanya. Sampai aku sembuh meski mungkin itu butuh waktu seumur hidupku.

Kukenakan sabuk pengaman dengan kencang dan membiarkan sandaran kursi dalam keadaan tegak. Ketegangan terasa saat pesawat akan lepas landas. Aku harap pesan terakhir yang kukirim buat mereka berdua bisa menjelaskan semuanya. Tangisan Diandra, pertengkaran di layar blackberry messanger sahabatku itu yang tertinggal di apartemen kemarin malam, menguatkanku bahwa ini bukan keputusan yang salah.

Pesanku singkat, “Nikahi Diandra, Mas. Benihmu telah tumbuh di rahimnya. Tak peduli apakah itu lahir dari sebuah kekhilafan atau suasana yang terbawa diantara kalian saat aku tak ada. Toh aku tak akan kembali.”

Di ketinggian dua belas ribu kaki dalam burung besi yang sedang membawaku ke Jerman, aku tahu bahwa aku akan kehilangan satu Bintang di Indonesia. Tapi aku tahu persis bahwa aku akan menemukan satu bintang baru nanti. Bersamaku ia akan menemaniku rebah di balkon atas, terlentang menatap bintang-bintang yang sama yang mungkin juga sedang kau pandangi disana. Sosok baru yang sedang tertatih menjemput impiannya. Bintang itu, Aku…. Lyra.

Kupejamkan mata, menikmati bayangan Bintang yang sedang jatuh terduduk di pelupuk mataku, sesaat sebelum pesawat ini tiba-tiba menukik tajam, meledak di udara dan jatuh berkeping-keping ke bumi bersama serpihan diriku.

Tulisan ini diikutkan dalam Monday Flash Fiction Prompt #51.

Jumlah 482 kata

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P6060276

Prompt #43 Kembali

“Sehari setelah resepsi, kita berangkat ke Bali, Saras. Sepertinya kamu harus mengambil cuti lebih panjang ...

4 comments

  1. yah…. meninggal semua. 🙁

  2. Kereeen, baru kali ini Bunda meng-klik MfF-nya di blog Donna, ternyata MFFer juga ya. Mau baca yang lain lagi nih, ya. Saluut dengan ide-idenya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge