Home » Flash Fiction » Prompt #49 Mata Teduh Sang Dewi
in the eye of

Prompt #49 Mata Teduh Sang Dewi

Aku mencoba mengatur nafas sambil menahan mulas. Tubuhku mulai terasa lemas ketika mulas ini datang lebih sering dengan jarak lebih pendek. Meski begitu kupaksakan juga ke kantor untuk memimpir rapat direksi pagi ini. Tapi justru saat jarak menuju kantor sudah semakin dekat, mulas ini makin mendera. Sepasang mata teduh bicara menyuruhku menuju arah yang berbeda.

“Kita lurus saja, Pak Man.”

“Gak belok ke kantor, bu?”

“Gak Pak, kita ke rumah sakit saja.”

Pak Man sudah tahu kemana ia harus membawa aku. Ia sopir yang handal dan setia. Setidaknya ia yang selalu mengantar kemanapun aku pergi. Ah, andai kamu ada, maka kamu yang akan membawaku ke rumah sakit. Sepasang mata teduh muncul dan tersenyum bijak.

***

Puncak sakit itu datang. Ruang berdinding pucat dan orang-orang berpakaian putih ini mulai samar. Aku tak yakin bisa melewati proses ini andai saja kau tak hadir. Meski kau hanya diam, tersenyum melalui sorot matamu yang teduh memberi kekuatan di ujung pembaringan.

Sesaat kemudian tangispun pecah, melengking. Seiring hilangnya sepasang mata teduh itu. Mataku basah, lega meski tubuhku terkoyak. Sepasang mata teduh itu kini ada di mata bayi ini. Aku yakin ia adalah titisanmu dari surga. Ia anak kita, Raka.

Kunamai ia sesuai pintamu terakhir. Namanya Saraswati.

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

P6060276

Prompt #43 Kembali

“Sehari setelah resepsi, kita berangkat ke Bali, Saras. Sepertinya kamu harus mengambil cuti lebih panjang ...

8 comments

  1. Mba Donna,saya brkunjung lagi. Hmm,agak datar mbak ceritanya,kurang greget.dari awal udh ketahuan kalau mau melahirkan,kalau suaminya udh meninggal. Terlalu banyak clue.Coba disamarkan lagi cluenya:)

  2. yang hilang akan tergantikan (meski tidak sempurna)

  3. Tapi ini manis banget :’)
    Sukaaa…

  4. setuju dengan komentar no. 1 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge