Home » Flash Fiction » Prompt #43 Kembali
P6060276

Prompt #43 Kembali

“Sehari setelah resepsi, kita berangkat ke Bali, Saras. Sepertinya kamu harus mengambil cuti lebih panjang karena aku merencanakan untuk lebih lama berada di sana dari rencana semula”.

“Aku coba tanyakan besok ke personalia, Arga”, aku menjawab pendek.

“Pastikan sekarang, Saras. Aku harus konfirmasi keberangkatan paling lambat sore ini”

“Bu Vina sedang keluar kota, aku baru bisa menghubungi beliau besok saat sudah kembali ke Jakarta”, tukasku.

“Menambah dua atau tiga hari untuk cuti menikah seharusnya bukan masalah bagimu dan pekerjaanmu. Ini momen penting buatku, Saras” ujar Arga seolah pernikahan ini bukan hal penting bagiku.

“Mengapa harus ke Bali, Arga?”, tanyaku.

Lalu Arga menatapku, sorot matanya menghakimi. “mengapa kamu keberatan aku memilih Bali untuk bulan madu kita?

Aku diam namun dadaku bergetar hebat mendengarnya ucapan Arga. Untuk yang kesekian kalinya lelaki ini mengusik perasaanku, ucapannya selalu menelisik jauh ke masa laluku, kerap membuat aku tersudut.

Aku melirik ke sudut meja. Sepucuk surat berstempel perusahaan tempatku bekerja terlipat rapi di samping hidangan yang belum juga aku santap. Dari tadi pandangan mataku tertuju pada gelombang yang terbentuk di atas permukaan minuman akibat sendok yang terus aku putar-putar di dalam gelas. Aku menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan isinya. Namun Arga seolah tak ingin diinterupsi. Selera makan siangku hilang.

“Berhentilah mengingatkan aku pada masa lalu itu, Arga. Bahwa kau menerimaku kembali meski aku pernah memilih lelaki yang salah, itu adalah cerita yang tak dapat dinafikan. Namun hidup dengan lelaki yang tak mampu beranjak pergi dari kesalahan calon istrinya bukanlah sebuah pilihan buatku. Aku akan ke Bali menemui masa laluku dan tak akan kembali ke Jakarta”, aku menutup pembicaraan sambil menyerahkan surat itu ke tangannya.

Binar sepasang mata indah milik seorang gadis kecil berkelebat dalam benak. Rindu berpendar hebat. Keputusanku makin mantab, Arga bukan lelaki yang tepat buatku. Kutulis pesan singkat, “Bunda akan bertugas kembali di Bali, bukan beberapa hari untuk menjengukmu, tapi untuk selamanya, nak”.

 

About donna imelda

donna imelda
Lecturer, sharing, capturing moments, writing, travelling, Kelas Inspirasi volunteer Sila ngintip di https://www.facebook.com/donna.imelda

Check Also

Dokumen Pribadi

Prompt #48 Yang Tergantikan

Aku bergegas melangkah. Susah payah aku berjalan melewati gundukan demi gundukan tanah sambil terus memegangi ...

14 comments

  1. jadi dua-duanya nggak bisa move-on donk 😀

  2. auL (@aulcooper)

    Mereka ga jadi nikah dong? begitukah? 🙂

  3. setidaknya akan segera kembali bersama dengan anaknya 🙂

  4. loh loh, udah mau nikah kok tiba-tiba aja memutuskan nggak jadi? wah…

  5. Bali menyimpan banyak kenangan masa lalu ternyata.
    Anak lebih berharga dari segalanya ya 🙂

  6. nggak jadi nikah ya…

  7. soal gak jadi nikah itu tersirat kok mbak. surat berstempel perusahaan isinya apa ya? persetujuan resign? nah kalau itu ga tersirat 😀

    masih ada kepleset sedikit untuk penggunaan tanda baca di percakapan ya… ‘titik’ atau ‘koma’ dulu sebelum ‘tanda petik penutup’.

    • donna imelda

      oke mbak Latree, thanks koreksinya. Masih saja ya salah soal tanda baca, ini sdh kedua kalinya diingatkan hehehe *murid bengal.
      Ia ya, surat dari perusahaan tak tersirat isinya. Pindah tugas ke Bali. Nanti aku coba perbaiki. Thanks mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge